Tips Berkendaran Saat 'Menerjang Badai' ala Mas Wahid

Bandung - Memasuki musim penghujan, kita dihadapkan pada kemungkinan berkendara di tengah cuaca buruk. Tentu risikonya besar sekali. Namun, risiko tersebut bisa diminimalisir dengan kesadaran diri kita.

Melalui tayangan di kanal YouTube-nya, Mas Wahid punya sejumlah kiat sederhana yang bisa kamu coba dari sekarang agar aman mengemudi di tengah cuaca buruk saat memasuki musim penghujan. Untuk kamu yang belum tahu nih, Abdul Wahid, atau biasa dikenal dengan Mas Wahid adalah kreator konten otomotif, khususnya mobil, yang dikenal lewat tayangan kreatifnya di YouTube yang membahas seluk beluk otomotif, khususnya mobil. Kredibilitas dalam mengulas seluk beluk mobil juga membuat Wahid kebagian pesanan mencarikan mobil bekas yang bagus untuk calon pembelinya.

Nah, lalu apa saja sih hal yang perlu kita perhatikan saat mengemudi di tengah cuaca buruk? Yuk simak ulasannya!

1. Batasi Kecepatan
Ini faktor utama yang bisa menimbulkan kecelakaan. Oleh karenanya, kita perlu membatasi kecepatan berkendara, apalagi dalam kondisi hujan disertai angin, petir, dan dengan medan jalan digenangi air dari berbagai arah. Nah, mengenai kecepatannya itu sendiri, Wahid menyebut tidak ada ukuran pasti. Hanya saja, pastikan kecepatan tersebut tidak terlalu pelan dan tidak terlalu ngebut.

Contohnya saat berkendara di jalan tol dengan lajur lurus memanjang dan medannya relatif sepi, ia menyarankan kita berjalan dengan kecepatan 60 hingga 70 kilometer per jam. Hal ini tentu bisa disesuaikan dengan kondisi medan jalan yang berbeda ya.

2. Pegang Setir dengan Erat
Selanjutnya, kita sebaiknya tidak perlu ragu untuk memegang kemudi atau setir mobil dengan erat. Ya, saat berkendara dengan medan jalan penuh genangan air, bukan enggak mungkin kita mengalami yang namanya aquaplaning. Apa itu aquaplaning?

Aquaplaning merupakan momen saat ban mobil kita tidak mendapatan traksi pada permukaan jalan, atau tidak menapak pada permukaan jalan karena terhalang oleh genangan air. Hal ini bisa memicu terjadinya kecelakaan karena kendaraan akan sulit dikendalikan.

Untuk menghadapi momen aquaplaning ini sebetulnya ada beberapa kiat, salah satunya dengan menjaga kecepatan, jangan belok arah, jangan menginjak rem mendadak. Salah satu cara mempertahankan arah mobil kita adalah dengan cara memegang setir mobil dengan erat.

"Disarankan memegang setir dengan pola 9-3, atau memegang setir di arah jam 9 dan arah jam 3 (memegang pada sisi kiri dan kanan setir)," ujar Wahid.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Pentingnya Penanganan COVID-19 atau Silikosis pada Pekerja

3. Pastikan Wiper Mobil dalam Kondisi Sehat
Wiper atau kipas penyapu air hujan yang ada di kaca mobil merupakan bagian penting yang harus dicek secara berkala saat musim hujan tiba. Coba bayangkan saat kamu harus berkendara di tempat gelap, dan pandanganmu terganggu oleh cipratan air di kaca mobil. Wah, tentu sangat menyeramkan, ya! Maka dari itu, pastikan wiper mobil kita dalam kondisi prima.

4. Rawat Kaca Mobil dari Jamur
Nyatanya, wiper atau kipas penyapu air hujan dalam kondisi fit saja enggak cukup loh. Kita juga perlu merawat kaca mobil dari jamur. Ya, sebab jamur kaca ini bisa mengganggu pandangan kita saat menyetir dalam cuaca buruk. Perawatan kaca mobil dari jamur ini disarankan untuk tidak menggunakan bahan kimia. Kalaupun ada kandungan bahan kimianya, Wahid menyebut unsur air harus lebih mendominasi.

"Kaca mobil yang terpapar kimia justru malah bisa rusak saat tergores wiper. Ini juga bisa mengganggu pandangan saat mengemudi," katanya.

5. Jangan Paksakan Diri untuk Menghindari Lubang
Berkendara dengan medan jalan enggak bisa ditebak dan berhadapan dengan kemungkinan menginjak lubang di jalan biasanya akan membuat kita merasa tidak aman dan cenderung berorientasi menghindari lubang karena takut mobil rusak. Nah, sebaiknya kita tetap waspada namun tetap pastikan kenyamananmu, ya. Dan saat lubang di jalan itu dirasa sudah enggak terhindarkan, tidak apa-apa. Enggak perlu dihindari lagi.

Ya, lebih baik kaki-kaki mobil kita rusak ketimbang upaya menghindari lubang jalan tersebut justru malah memicu kecelakaan. Betul tidak?

6. Pastikan Ban Mobil Sehat
Ban mobil yang tidak sehat bisa memicu hal-hal yang tidak kita inginkan. Misalnya ban mobil yang gundul berisiko sangat licin saat menghadapi medan jalan tertentu. Atau ban mobil yang sudah keras biasanya akan membuat mobil relatif sulit dikendalikan.

Wahid dalam video tutorial di kanal YouTube-nya membahas penggantian ban idealnya dilakukan saat usia ban mencapai lima tahun. Menurutnya, tidak apa-apa merogoh kocek lebih dalam ketimbang mengorbankan keselamatan.

7. Jangan Nyalakan Hazard
Hal ini dianggap penting oleh Wahid, atau mungkin oleh kamu juga. Suka risih enggak sih saat berkendara dalam cuaca buruk, eh, mobil belakang atau depan malah menyorot wajah kita dengan lampu hazard. Nah, kita jangan melakukan hal yang sama ya, TemanBaik. Menyalakan lampu hazard saat hujan justru mengganggu konsentrasi pengemudi lainnya dan boleh jadi bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

8. Jangan Menempel Orang yang Tidak Kenal
Merasa takut berkendara di cuaca buruk dan di tempat asing yang enggak familiar? Biasanya, menempel mobil yang ada di depan seolah jadi cara yang kita anggap ampuh agar tetap merasa aman.

Tahan dulu, TemanBaik! Menempel pengemudi di depan, apalagi yang tidak kita kenal, justru malah memicu faktor kecelakaan lainnya. Ya, sebab kita enggak mengenal karakter mengemudi orang tersebut. Boleh jadi dia adalah tipikal pengemudi ugal-ugalan yang suka lupa menyalakan lampu sein, atau kerap menginjak rem mendadak.

Selanjutnya, Wahid menyarankan agar kita tetap berjalan sendiri saja. Tetap tenang dalam mengemudi, dan enggak perlu terburu-buru. Mengemudi di tengah cuaca buruk perlu mengedepankan keselamatan ketimbang kecepatan.

9. Pastikan Stamina Oke
Semua kiat-kiat di atas tentu percuma jika pengemudi tak memiliki stamina yang oke. Maka dari itu, jaga stamina dalam berkendara, ya! Apalagi jika kamu berkendara lintas kota dalam rangkaian pulang kampung menyambut akhir pekan yang panjang, misalnya. Stamina jadi faktor utama loh.

"Kalau benar-benar takut (berkendara di tengah cuaca buruk) jangan dipaksakan. Berhenti saja di tempat istirahat, dan lanjutkan perjalanan saat kita sudah siap," ujar Wahid.

TemanBaik, kita tidak pernah tahu apa yang terjadi saat berkendara di tengah cuaca buruk. Oleh karenanya, tidak ada cara lain selain tetap berhati-hati dan senantiasa mengutamakan keselamatan. Selain itu, jangan lupa berdoa sebelum kita memulai perjalanan.

Bagaimana? Sudah punya rencana bepergian saat libur panjang pekan depan? Tetap jaga keselamatan dan protokol kesehatan ya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Seadil Hakim

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler