Mengenal Variegata, Kelainan pada Tanaman dengan Harga Selangit

Bandung - TemanBaik, familiar dengan tanaman variegata? Ya, "tanaman albino" ini kabarnya punya harga yang lebih mahal dari tanaman biasa. Kok bisa ya?

Beritabaik.id punya kesempatan ngobrol dengan Alkemis di Fioracasa, Sebastian Samuel. Fioracasa itu sendiri merupakan ritel tanaman hias yang berdomisili di Jakarta, Tanggerang, dan Bandung.

Sebelumnya, istilah variegata itu sendiri muncul karena kelainan mutasi di alam yang menyebabkan daun pada tumbuhan seperti punya corak warna yang berbeda dengan warna asli daun, yaitu hijau. Kabarnya, berbagai jenis tanaman bisa menjadi variegata apabila terjadi kelainan mutasi alam pada tubuhnya.

Tetapi apabila bentukan variegatanya tumbuh secara alami, belum tentu keturunan dari tumbuhan ini bakal mengalami variegata seperti pendahulunya. Corak warna berbeda pada tanaman variegata itulah yang memiliki daya tarik dan dianggap meningkatkan harga tanaman itu sendiri.

Lebih lanjut lagi, jenis-jenis variegata pada daun itu sendiri bisa terjadi karena dua faktor. Pertama, karena memang mutasi alam, yang merupakan faktor alamiah terjadinya variegata. Namun, variegata juga bisa terjadi karena proses pemberian zat kimia di laboratorium. Nah, untuk daun variegata yang "non-alami" ini, menurut Sebastian, umur variegatanya itu sendiri biasanya enggak permanen. Artinya, dalam waktu 6 hingga 8 bulan, warna daun akan kembali seperti semula yakni hijau. Lalu, bagaimana ya caranya membedakan daun variegata yang palsu dan asli?

Baca Ini Juga Yuk: Ini Pentingnya Punya Konsep Bahagia Sebelum Menikah

Sebastian kemudian menjelaskan, daun variegata asli biasanya memiliki corak warna unik di hampir tiap bagian daunnya atau tersebar di tiap bagian daun. Berbeda dengan variegata buatan, yang mana corak warna albino pada daun hanya ditemui di bagian ujung saja.

"Jadi pucuk paling muda tuh warnanya pink, ungu, atau agak pupus gitu. Kalau variegata alami tuh albino-nya terjadi enggak hanya di satu bagian aja," terangnya.

Fakta menarik lainnya adalah beberapa jenis tanaman bisa mati apabila dipaksakan diberi bahan kimia untuk menjadikan daunnya mengalami variegata. Selain itu, daun variegata non alami juga enggak semuanya hanya bertahan 6 sampai 8 bulan saja. Laboratorium yang disebut paling sukses mengembangkan variegata buatan adalah Thai Constellation di Thailand. Kabarnya, hasil tanaman hias dengan daun variegata di sana bisa bertahan permanen.

Perawatan Khusus di Iklim Tropis
Daun variegata punya perawatan khusus di negara dengan intensitas cahaya matahari tinggi seperti di Indonesia. Sebastian menyebut, perawatan yang paling utama ialah dengan menjauhkan tanaman ini dari paparan sinar matahari langsung. Pasalnya, daun variegata tidak memiliki klorofil atau zat hijau daun. Hal ini membuat cahaya matahari yang idealnya menjadi vitamin, justru bisa tidak baik untuk tanaman variegata ini.

"Ibarat orang tuh kayak kena panas matahari terik, tapi enggak pakai lotion. Nah, bisa gosong deh tuh kulitnya," ujar Sebastian.

Cara pemaparan sinar matahari yang dianggapnya baik adalah dengan menggunakan "tahap kedua", atau pantulan cahaya matahari. Singkat kata, bukan cahaya matahari langsung, ya.

Mengenai penyiramannya, perlakuan untuk tanaman ini sama saja seperti tanaman biasa. Artinya, jangan terlalu banyak air karena akarnya bisa busuk, serta jangan kekurangan air agar tidak kering.

Harga yang Melonjak
Melonjaknya harga tanaman hias dengan daun variegata disebut oleh Sebastian terjadi karena permintaan pembeli yang tidak sebanding dengan ketersediaan barang. Pasalnya, belakangan ini tanaman hias begitu digemari oleh orang-orang di dunia. Meski begitu, harga tanaman dengan variegata itu sendiri menurut Sebastian memang punya nilai lebih tinggi ketimbang tanaman yang tidak mengalami variegata pada daunnya. Perbandingannya bisa mencapai 5 hingga 10 kali lipat.

"Malah kalau yang langka banget dari jenis karakteristik tumbuhnya itu bisa mencapai 50 kali lipat (dibanding tanaman dengan daun normal)," terangnya.

Menariknya, ia menyebut tanaman hias dengan daun variegata biasanya diminati oleh pecinta tanaman yang baru meminati tanaman hias. Sedangkan orang-orang yang dianggap "orang lama" cenderung mencari tanaman hias berdasarkan karakteristik tumbuh si tanaman tersebut.

"Orang-orang lama tuh kayak cenderung nyari ke tekstur daun atau karakter tumbuh si tanamannya," pungkasnya.

Nah, TemanBaik, sudah punya tanaman variegata belum? Jenis tanaman apa yang kamu punya di rumah?

Foto: Ilustrasi Unsplash/Magali Merzougui

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler