Yuk! Menjaga Pola Pikir dengan 'Cognitive Behavioral Therapy'

Bandung - TemanBaik, tahu tidak? Ternyata pola pikir sangat berpengaruh terhadap perilaku kita sehari-hari loh. Jadi, reaksi kita saat menghadapi setiap peristiwa adalah hasil dari apa yang kita pikirkan. 

Nah, alangkah lebih baiknya jika kita bisa mengontrol pola pikir agar perilaku kita pun ikut terkontrol dengan baik. Bagaimana ya caranya? 

Ternyata ada terapi yang bisa membantu kita untuk mengolah pola pikir yang kita miliki, TemanBaik. Cara ini bernama Cognitive Behavioral Therapy atau biasa disingkat 'CBT'. Mudahnya, CBT adalah sebuah bentuk terapi yang berkaitan dengan cara berpikir yang dapat mempengaruhi pola perilaku kita. 

Menurut Firman Ramdhani, seorang psikolog yang juga aktif dalam menerapkan CBT di Indonesia, seringkali kita menghadapi masalah dengan mengedepankan emosi. Padahal, emosi adalah produk atau hasil dari cara pikir kita memaknai situasi. 

"Misal kita dengar suara 'hihihi' terus jadi takut karena berpikir itu suara hantu. Lalu kita berpikir jauh kalau hantu itu mau mencelakakan kita, karena kalau di film hantu itu mencelakai," terang Firman. 

Jika kita terbiasa untuk mengolah pola pikir dengan CBT, diharapkan yang aktif adalah otak berpikir yang kita miliki, bukan sekadar emosi. Bicara soal otak berpikir, hal tersebut adalah salah satu bagian dari otak yang eksklusif hanya dimiliki manusia. Diakui oleh Firman, berdasarkan penelitian yang ada, jika otak berpikir kita semakin aktif maka emosi kita akan semakin terkontrol.



Baca Ini Juga Yuk: 

Tidak hanya berkaitan dengan terapi pola pikir yang baik untuk kesehatan mental, ternyata CBT juga berkaitan dengan salah satu cabang keilmuan yang lain dalam dunia psikologi, yaitu neuropsikologi. 

"Semua yang bersifat biologi itu ada unsur psikologinya. Mudahnya neuropsikologi itu penggabungan keduanya. Sekarang yang menjadi center masih di otak, tapi ternyata mulai ada penelitian yang membuktikan bukan hanya otak pusatnya. Misal detak jantung kita gak stabil, itu bisa berkaitan dengan level stres," terang Firman. 

Keterkaitan antara CBT dan neuropsikologi ini lah yang membuat banyak peneliti melakukan penelitian tentang keefektifan CBT dengan neuropsikologi dan terbukti bahwa cara kerja CBT efektif hingga saat ini. 

Tentu saja mengimplementasikan CBT dalam mengelola pola pikir kita sehari-hari tidaklah mudah. Hal ini karena diri dan pikiran kita yang sudah terbentuk. Sebagai manusia, kita akan melihat sesuatu berdasarkan apa yang kita percaya. 

"Misal kita sudah punya pikiran gak ada orang yang sayang sama kita. Mau 1000 orang datang dan bilang sayang juga gak keliatan," ujar Firman.

Lantas bagaimana ya cara kita bisa menerapkan CBT? Tentu cara yang paling tepat dan efektif adalah dengan melakukan konseling terlebih dahulu pada psikolog ya, TemanBaik. Karena merekalah ahlinya dan tentu akan lebih mengerti.

Tapi, Firman memberikan satu cara untuk bisa melatih pola pikir kita secara mandiri. Tidak perlu melakukannya di semua kejadian kok, tentu akan memakan waktu yang lama. Tapi coba fokus dulu dengan kejadian yang membuat emosi kita mencuat. Caranya adalah dengan melatih diri untuk menyadari emosi yang kita rasakan. 

"Orang awam biasanya susah untuk fokus lagi memikirkan apa, jadi coba fokus sedang merasakan emosi apa. Saat sudah tahu emosinya, baru pikirannya kita analisa. Saat merasakan emosi itu, apa yang kita pikirkan?" terang Firman. 

Jadi setiap muncul emosi yang mengganggu hati dan pikiran, coba untuk diam dan tenang sejenak ya, TemanBaik. Analisa dan sadari dulu emosi dan pikiran kita. Jangan gegabah untuk langsung bertindak. 

Nah, untuk memudahkan kita tahu lebih jauh soal CBT dan neuropsikologi yang memang belum banyak dipraktikkan di Indonesia, Firman membuat sebuah media edukasi bernama Mind and Brain Indonesia. Jika TemanBaik ingin belajar dan tahu lebih banyak soal kedua hal tersebut, langsung saja cek di Instagram @mindandbrain.id ya!

Yuk mulai manfaatkan otak kita untuk dapat mengontrol pikiran sehingga dapat menghasilkan perilaku yang tepat. 

Foto: Ilustrasi Unsplash/Jesse Martini

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler