Biar Makin Sehat, Yuk Pahami Kiat Bersepeda Ini!

Bandung - TemanBaik, bersepeda adalah aktivitas yang menyenangkan. Namun, beberapa hal penting ini jangan sampai kamu lewatkan karena tujuan bersenang-senang semata, ya.

Bagi sebagian orang, bersepeda mungkin sudah menjadi rutinitas sejak lama, sehingga tubuh pun sudah terbiasa dengan rutinitas tersebut. Namun, ada juga sebagian orang yang bahkan baru memulai kebiasaan ini saat masa pandemi.

Mana yang lebih baik antara pesepeda lama atau pesepeda baru bukanlah sebuah masalah. Hanya saja, untuk pesepeda baru, mesti ada beberapa penyesuaian dan tantangan nih agar tubuhmu bisa beradaptasi dengan aktivitas ini. Menurut Ahli Fisiologi yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Dr.med. Setiawan, dr., menyebutkan, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan apabila kamu adalah seorang pesepeda pemula.

“Prinsipnya start small dan progresif. Karena setiap orang punya masanya, yang penting konsisten,” ujar Setiawan. Pria yang merupakan Ketua Ikatan Goweser (I-Go) Unpad juga menambahkan pesepeda pemula diharapkan jangan terpaku pada kemampuan penggowes yang sudah rutin. Mereka bisa memulai bersepeda dengan jarak yang kecil dan durasi yang singkat. Kombinasi jarak dan durasi ini penting untuk dilakukan secara rutin.

Lebih lanjut lagi, ia menyarankan agar pemula menerapkan metode FIT, yang merupakan singkatan dari Frecuency (Frekuensi), Intensity (Intensitas), dan Time (Waktu). Ketiganya harus diperhatikan. Misalnya pada aspek frekuensi. Apabila kamu merupakan pemula, maka disarankan kamu memulai frekuensi bersepeda tiga kali dalam seminggu. Pola frekuensi ini harus terus konsisten dilakukan. Semakin sering dilakukan, Setiawan yakin frekuensi bersepeda akan meningkat tiap minggunya.

Selanjutnya untuk mencapai intensitas yang ideal, Setiawan menyarankan agar pesepeda pemula memilih metode moderat. Maksudnya bagaimana sih? Jadi, secara subjektif, metode moderat terlihat tatkala pemula merasa terengah-engah saat bersepeda, namun ia masih bisa untuk berbicara.

Selain itu, coba gunakan aplikasi pemantau intensitas bersepeda. Aplikasi itu sudah tersedia di ponsel atau jam tangan pintar. Tetap perhatikan dan sesuaikan dengan porsinya ya, TemanBaik!

Sementara itu membahas aspek waktu, Setiawan menyarankan agar pesepeda pemula idealnya menjalankan aktivitas ini selama 30 menit. Namun, pemula juga bisa menyesuaikan waktu bersepedanya kurang dari 30 menit, semua itu bergantung pada kondisi tubuh. “Pokoknya mulai dulu. Tanpa memulai kita tidak akan bisa,” jelasnya.

Hal penting yang tidak boleh dilewatkan yaitu proses pemanasan. Pemanasan dilakukan dengan mengayuh pedal secara konstan dan santai dan secara bertahap mulai meningkat kecepatannya. Jika dirasa sudah cukup, pengguna melakukan pendinginan dengan cara menurunkan kecepatan kayuhnya secara perlahan.

Perlu diingat juga, TemanBaik, bersepeda itu layaknya kamu berkendara sepeda motor juga, ya. Jadi, kamu wajib memperhatikan kelengkapan untuk memulai bersepeda. Seperti misalnya helm, mengenakan sarung tangan, pelindung siku, kaos yang mampu menyerap keringat, celana dengan bantalan, menggunakan tabir surya, serta sepatu yang nyaman untuk bersepeda.

Untuk menyiasati andai terjadi hal-hal yang enggak kamu inginkan saat menggowes, kamu juga perlu menyiapkan ban dalam cadangan, hingga alat pembuka ban dan pompa praktis. Selain itu, pasanglah lampu di sepedamu. Terakhir, jangan lupa bawa minum, ya. Menurut Setiawan, air minum dengan volume 500ml perlu kamu bawa untuk memenuhi kebutuhan cairan selama 2 jam bersepeda.

Bagaimana, TemanBaik? Cerahkah cuaca di tempatmu sekarang? Jika iya, tunggu apa lagi untuk bersenang-senang di akhir pekan dengan sepeda kesayangan? Semangat, ya!


Foto: Unsplash/ Guillaume Techer

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler