Begini Cara Bertahan Hidup Jika Tersesat di Pendakian

Bandung - TemanBaik, di balik keseruan dan kebanggan yang didapat saat mendaki gunung, ada sejumlah potensi hal yang enggak kita inginkan pun bisa menghantui. Ya, salah satunya adalah risiko hilang di tengah pendakian.

Nah, kasus hilangnya pendaki gunung ini menjadi cerminan buat kita kalau rupanya aktivitas mendaki gunung alam itu enggak hanya membutuhkan kesiapan fisik, melainkan juga kesiapan mental. Oleh karenanya, pengetahuan tentang cara bertahan hidup di alam lepas atau survival sangat diperlukan oleh seorang pendaki.

Hal itu juga dipertegas oleh Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ir. Ildrem Syafri, DEA. Berkaca dari kasus hilangnya pendaki, ia menyarankan agar kita membekali diri dengan kemampuan bertahan hidup di alam bebas apabila hendak naik gunung. Pasalnya, kemungkinan untuk tersesat dan hilang saat kita berada di wilayah pegunungan itu nyata dan ada loh!

Secara teknis, Ildrem menyebut pertama-tama kita perlu tahu dulu jalur pendakian yang akan dituju. Dengan mengetahui medan dan jalur pendakian, maka kita bisa mengambil keputusan kalau-kalau terjadi sesuatu yang enggak diinginkan. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga sangat membantu kita dalam perjalanan mendaki tersebut, sehingga meskipun ada potensi hal yang tidak diinginkan, namun kita perlu sedikit bersyukur dengan hadirnya teknologi yang memudahkan itu.

Selanjutnya, seorang pendaki juga mesti paham topografi agar ia membuat perhitungan sepanjang perjalanannya. Pengetahuan topografi ini meliputi terjal atau landainya medan perjalanan, dan masih banyak lagi hal yang berkaitan dengan pengetahuan wilayah. Salah satu contoh manfaat memahami topografi antara lain saat bertemu medan yang landai, maka kita bisa menggunakannya sebagai tempat istirahat dalam perjalanan. Selain itu, pengetahuan akan wilayah ini berguna untuk mengetahui jenis flora dan fauna yang hidup di wilayah tersebut. Kalau sudah paham hal ini, kita bisa meminimalisir kemungkinan bertemu dengan binatang liar.

Seandainya kita keluar dari jalur pendakian atau katakanlah tersesat, hal pertama yang harus ada di benak kita adalah tetap tenang, kuatkan mental, dan tingkatkan kemampuan survival ini. Sebab, jika kita menjaga ketiga hal tersebut, kans kita untuk selamat masih tinggi.

“Kalau mental tidak kuat, panik, menyerah, dan tidak ada upaya untuk bertahan hidup, ini yang membuat orang bisa hilang di gunung,” terang Ildrem.

Setelah merasa cukup tenang dan siap untuk bertahan, hal penting yang perlu diingat adalah dengan mencari aliran sungai terdekat. Menurut Ildrem, hakikatnya sungai akan terus mengalir hingga ke hilir. Semakin ke hilir, sungai akan menemui lokasi perkampungan terdekat. Namun, catatan penting untuk kamu sebagai pendaki adalah kamu perlu waspada terhadap kontur tepian sungai. Kalau tiba-tiba bertemu air terjun, kamu disarankan untuk tidak langsung menuruni tebing, apalagi kalau kamu enggak memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai panjat tebing.

Sebagai alternatif cara lainnya, kamu bisa menuruni tebing dengan cara memutarinya. Caranya adalah dengan mencari area yang lebih landai untuk turun, tetapi tetap berpatokan pada jalur air. Menurut Ildrem, cara ini relatif aman untuk menghindari risiko terpeleset saat menuruni tebing.

Kiat penting lainnya adalah dengan memahami pengetahuan seputar botani dan zoologi atau flora dan fauna. Dengan memperhatikan kiat ini, kamu bisa memilih tumbuhan mana saja yang bisa dimakan atau tidak. Sebab, banyak sekali tumbuhan yang bisa dimakan, ternyata di dalamnya mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh. Ada kiat sederhana untuk menghindari kemungkinan keracunan, yaitu jangan makan hanya dari satu jenis tumbuhan saja. Sebab, boleh jadi, jenis tumbuhan yang kita makan terus-terusan itu akan mengeluarkan racun di dalam tubuh.

“Coba makan banyak jenis tumbuhan untuk menghindari kalau-kalau ada yang beracun,” ujar anggota Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri sejak 1981 ini.

Terakhir, karena kita hidup di era teknologi dan komunikasi, maka kita juga perlu membawa perlengkapan alat komunikasi. Baterai ponsel cadangan dan pengisi daya portabel adalah alat wajib yang mesti kamu siapkan. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah menjalin komunikasi saat dalam posisi survival tadi. Dan perlu kamu catat juga nih, saat berada di wilayah dengan sinyal telepon seluler yang baik, segera kirimkan lokasi tersebut kepada petugas guna mempermudah pelacakan posisimu.

TemanBaik, kegiatan mendaki gunung akan jadi sesuatu yang menyenangkan dan melekat dalam ingatan. Namun, tetap perhatikan aspek keselamatan yang tadi disebut, ya. Dalam kondisi yang belum menentu seperti sekarang, kita perlu banyak berdoa agar situasinya kembali pulih, agar kita bisa menikmati keindahan alam Indonesia. Sehat-sehat selalu, ya!


Foto: Unsplash/Elijah Hiett

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler