Sayangi Ikan Hiasmu dengan Cara Perawatan Ini Ya!

Bogor - TemanBaik, memelihara ikan hias merupakan salah satu cara meredakan stres. Dalam proses memelihara, kita pasti enggak mungkin melewatkan tahap perawatan dong.

Tentunya, agar ikan hias sehat dan indah dipandang, maka pemilik harus telaten dalam melakukan perawatan. Nah, berkaitan dengan ini, Dr. Wiyoto selaku Dosen Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya pada Sekolah Vokasi IPB University memberikan beberapa kiat dalam merawat ikan hias.

Wiyoto memaparkan, agar ikan hias yang kita pelihara tetap sehat dan lincah sehingga tetap terlihat cantik, sebetulnya perawatannya pun begitu sederhana. Kita hanya perlu memperhatikan wadah yang digunakan, proses aklimatisasi, hingga pengamatan kesehatan ikan.

Dalam praktiknya, pertama-tama kita harus memperhatikan keadaan akuarium. Pada penggunaan pertama, akuarium untuk ikan hias dibersihkan dan didisinfeksi menggunakan cairan klorin. Setelah itu, akuarium kemudian dibilas dengan air bersih dan dikeringkan. Nah, apabila akuarium yang sudah ditempati ikan, maka kamu bisa membersihkannya setiap satu minggu sekali dengan menggosok bagian dinding dan dasarnya menggunakan spon halus.

Selain memperhatikan kondisi akuarium, selanjutnya kita perlu melakukan proses aklimatisasi untuk ikan hias yang baru mau 'bergabung' ke akuarium tersebut. Memangnya apa sih proses aklimatisasi tersebut? Ya, aklimatisasi adalah kegiatan adaptasi ikan terhadap lingkungan baru.

Baca Ini Juga Yuk: Empat Produk Olahan dari Lebah Madu Ini Perlu Kamu Coba

Jadi, ikan yang baru didatangkan dari tempat lain sebaiknya diaklimatisasi terlebih dahulu kurang lebih 30 menit dengan cara meletakkan kantong plastik yang berisi ikan ke dalam akuarium yang telah disiapkan. Setelah didiamkan selama 30 menit, selanjutnya kantong plastik dibuka dan air dalam akuarium dimasukkan secara perlahan ke dalam kantong plastik, setelah itu baru ikan dapat ditebar ke dalam akuarium.

Selanjutnya, kita perlu memastikan kualitas air. Pada tahap awal pemeliharaan ikan hias, air sebaiknya diendapkan selama tiga hari berturut-turut sebelum dimasukkan ke dalam akuarium. Pada pemakaian selanjutnya air cukup diendapkan dan diaerasi atau diberi udara agar tetap jernih selama satu hari. Kualitas air juga dijaga dengan melakukan "penyiponan" (penyedotan untuk membuang kotoran dalam akuarium) setiap hari dan mengganti air akuarium sebanyak 30 hingga 50 persen setiap minggunya.

"Setiap akuarium sebaiknya memiliki peralatan tersendiri. Penggunaan peralatan seperti seser dan selang sifon secara bersamaan akan berisiko terjadinya transmisi penyakit dari satu wadah ke wadah lainnya," terang Wiyoto.

Nah, sebaiknya kita juga memiliki alat pendukung perawatan ikan hias seperti aerator, batu aerasi, dan filteraerator. Seluruh alat ini juga perlu diperiksa dan dibersihkan secara rutin agar air akuarium tetap bersih dan jernih. Cara pembersihannya pun berbeda-beda. Misalnya pembersihan batu aerasi yang dapat dibersihkan dengan cara disikat dan dijemur. Sedangkan filter (saringan) dibersihkan sesuai kebutuhan, misalnya filter dengan ukuran kecil harus lebih sering diperiksa dan dibersihkan.

Alat pendukung perawatan ini juga berpengaruh pada hasil perawatan ikan. Sebab, tiap jenis ikan memiliki standar perawatan tersendiri seperti kebutuhan tingkat keasaman (pH), oksigen terlarut, suhu, dan jenis makanan dapat berbeda antara satu jenis ikan dengan ikan yang lainnya. Untuk jenis ikan yang memerlukan oksigen yang cukup, maka perlu dipastikan bahwa aerator yang digunakan sudah sesuai. Demikian juga untuk ikan dengan kebutuhan suhu tertentu, maka dapat menggunakan heater (pemanas suhu air).

Hal lainnya yang enggak kalah penting adalah pakan ikan. Untuk pemberian pakan ikan ini, sebaiknya kita perlu menyesuaikan dengan ukuran ikan yang dipelihara.

"Hindari pemberian pakan yang berlebihan. Hal itu dapat menyebabkan air cepat kotor dan berdampak pada penurunan kualitas air," jelas Wiyoto.

Terakhir, kita perlu melakukan pengamatan kondisi ikan secara rutin. Kondisi kesehatan ikan dapat diprediksi dari tampilan visualnya. Selain itu, penurunan nafsu makan ikan dapat menjadi salah satu tanda ikan dalam kondisi sakit. Apabila kamu menemui ciri ini, maka pisahkan Ikan yang tampak sakit ke dalam akuarium yang berbeda untuk selanjutnya dilakukan pengobatan.

Mengasyikkan ya, dapat meredakan stres dengan melakukan kebaikan terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan? Adakah di antara kamu yang gemar memelihara ikan hias? Ikan hias jenis apa yang kamu punya di rumah?

Foto: Ilustrasi Unsplash/Luis Cortés

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler