Ini Tips Penting untuk Kamu yang Menulis Cerpen untuk Lomba

Bandung - TemanBaik, ada yang hobinya menulis cerita pendek alias cerpen? Menulis cerpen memang menjadi hobi menulis yang menyenangkan, karena bisa menceritakan berbagai macam hal. Tapi pernahkah TemanBaik terpikir untuk mengikuti sebuah lomba menulis cerpen?

Setelah percaya diri dengan karya tulisan TemanBaik, ikut lomba menulis cerpen bisa jadi tujuan lainnya, biar tulisan tidak hanya dipublikasi di sosial media saja. Tentunya selain mendapat pengalaman, mengikuti lomba menulis cerpen juga bisa mendapatkan hadiah, loh!

Tapi TemanBaik tahu tidak, sebenarnya ada tips dan trik dalam mengikuti lomba menulis cerpen. Pada Rabu (20/1) kemarin, penulis M. Ginanjar Eka Arli atau yang akrab disapa Ginanjar ini membagikan tips dan triknya pada sebuah webinaryang diadakan oleh Prestasi Kita dengan judul 'Nulis Cerpen, Yuk!'.


                                                                    Foto: Tangkapan Layar Webinar 'Nulis Cerpen, Yuk!'

Ginanjar menjelaskan bahwa mengikuti lomba menulis cerpen memang menjadi salah satu tantangan sebagai seorang penulis cerpen. Bila TemanBaik ingin menang, tentu banyak faktor yang harus diperhatikan ketika menulis cerpen tersebut. Salah satu faktor yang paling penting adalah mengetahui kriteria penilaian dari lomba tersebut.

"Gimana sih, tips dan trik untuk menulis cerpen bagi teman-teman yang ingin memenangkan sayembara penulisan tersebut? Salah satunya adalah dengan mengetahui kriteria penilaiannya," ujar Ginanjar.

Hal ini menjadi cukup krusial, karena biasanya para penulis yang mengikuti lomba belum menyadari poin apa saja yang dinilai dan menjadi perhatian juri nantinya. Secara garis besar, poin penilaian ini dibagi menjadi tiga, yaitu orisinalitas karya, penyajian, dan juga kebahasaan. Ginanjar telah menerapkan tiga poin ini ketika menilai sebuah cerpen sejak tahun 2014.

Baca Ini Juga Yuk: Mengulik 'Cybrarian', Pustakawan di Era Siber

Poin yang pertama adalah orisinalitas karya. Dari poin ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu tema, judul, ide cerita. Ketiga bagian tersebut jadi hal dasar yang akan menjadi penilaian juri. Biasanya lomba menulis cerpen mengusung tema yang ditentukan oleh panitia, alangkah baiknya untuk para penulis mengikuti tema tersebut namun tetap mengedepankan orisinalitas ide cerita.

"Jadi gini, kalau dalam lomba kepenulisan biasanya itu yang selalu jadi poin utama adalah kesesuaian cerpen itu dengan tema yang diusung  oleh panitia," ungkap Ginanjar.

Kedua adalah poin tentang penyajian. Di poin ini, alur dan plot, konflik, dan juga deskripsi cerita harus diperhatikan sebaik mungkin oleh penulis. Jangan sampai ada alur cerita yang kurang jelas, konflik yang berlebihan dan tertebak, dan deskripsi cerita yang kurang. Hal tersebut bisa membuat juri kurang nyaman dengan cerita yang ada dan menurunkan nilai TemanBaik.

"Ketika menuliskan itu, benar-benar coba pikirkan sudut pandang pembaca, dalam arti ketika kita bikin alur jangan sampai ada plotholePlothole itu adalah ketika suatu kejadian terjadi tiba-tiba, dan itu tidak bisa diterima oleh pembaca," tutur Ginanjar.

Ketiga dan terakhir adalah poin kebahasaan. Kebahasaan di sini meliputi diksi dan juga penggunaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) pada karya cerpen TemanBaik. Hal ini bisa memperkaya kosakata dalam cerpen, sehingga cerpen tersebut memiliki ragam kata yang tidak membosankan. Tentu hal ini semakin menarik perhatian juri untuk memberikan nilai lebih tinggi lagi pada karya TemanBaik.

"Kebahasaan di sini meliputi diksi dan PUEBI, diksi itu adalah bagaimana teman-teman memperkaya kosakata dalam ceritanya, misalkan dari sisi percakapan, percakapan itu kan biasanya kita cuma nulis kata Ani, jawab Budi, kita bisa bikin supaya itu percakapannya itu lebih variatif," jelas Ginanjar.

Nah TemanBaik, sekarang sudah tahu dong poin apa saja yang menjadi kriteria penilaian dalam lomba penulisan cerpen. Dari tips dan trik ini, semoga TemanBaik bisa menulis cerpen lebih baik lagi, bahkan bisa memenangkan sebuah lomba. Semoga berhasil, TemanBaik!Foto: Ilustrasi Unsplash/Cathryn Lavery


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler