Ini Fakta Menarik di Balik Ikan Cupang yang Hits

Bandung - TemanBaik, dalam setahun terakhir, pamor ikan cupang kembali hits. Banyak orang kini memelihara ikan yang juga punya nama lain Betta Fish tersebut.

Nah, bicara soal ikan cupang, ada beberapa fakta menarik di baliknya loh. Simak ulasannya, yuk!

Warna dan Bentuk yang Indah
Salah satu yang membuat orang tertarik memelihara ikan cupang adalah karena bentuknya. Ikan ini punya sirip dan ekor yang sedap dipandang. Warna ikan cupang pun menambah kecantikannya.

Dilansir di laman resmi LIPI, peneliti ikan Pusat Penelitian Biologi LIPI Gema Wahyudewanto mengungkap kenapa ikan cupang bisa punya warna dan bentuk yang indah.

"Warna tersebut diperoleh dari kepiawaian para petani ikan dalam mengawinsilangkan jenis 'Betta spp.', dan juga yang tidak kalah penting adalah genetik dari cupang itu sendiri," ujar Gema.

Untuk mendapatkan indukan cupang dengan genetik baik, umumnya bisa diperoleh dari importir ikan hias. Sehingga, anakan hasil pemijahan lebih berkualitas dan menghasilkan ikan cupang dengan warna dan bentuk menarik.

"Selain itu, perawatan cupang juga menjadi faktor pendukung agar ikan lebih sehat dan indah," ucapnya.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Tips Penting untuk Kamu yang Menulis Cerpen untuk Lomba

Punya Banyak Jenis
Ikan cupang terdiri dari beragam jenis loh, TemanBaik. Ada lebih dari 70 jenis ikan cupang di seluruh dunia dan mayoritas ada di Indonesia.

"Di dunia, cupang tercatat sebanyak 73 jenis dengan 52 jenis tersebar di perairan umum di Indonesia. Salah satu jenis Betta yang umum tealh dikenal di masyarakat adalah Betta splendens," jelas Gema.

Ikan cupang Betta splendens itu merupakan ikan introduksi yang didatangkan dari Thailand antara tahun 1980 hingga 1990-an. Hadirnya jenis cupang itu di Indonesia pada akhirnya turut memperkaya jenis-jenis ikan cupang yang ada sampai sekarang.

Dulunya Ikan Liar
Menurut Gema, pada awalnya cupang adalah ikan liar. Namun, ikan itu kemudian dibudidayakan karena punya tarik tersendiri. Di alam liar, habitat ikan cupang adalah di sungai, danau, rawa, kolam, parit, sawah, dan selokan.

"Umumnya cupang menyukai habitat dengan vegetasi tumbuhan air, dimana terlihat gelembung-gelembung udara saat cupang mengambil oksigen dari permukaan air, selain itu untuk melindungi dari pemangsanya," tutur Gema.

Punya Kemampuan Adaptasi yang Baik
Ikan cupang punya kemampuan adaptasi yang baik. Cupang mampu bertahan di air yang miskin oksigen.

"Dalam hal beradaptasi, cupang termasuk ikan yang mampu hidup di perairan yang miskin oksogen. Hal ini dikarenakan adanya alat pernapasan tambahan yaitu labirin. Labirin mampu menyimpan udara dari permukaan air," paparnya.

Cara Reproduksi
Kamu mungkin terbiasa melihat ikan cupang dalam bentuk 'jadi', tapi tahu enggak bagaimana proses ikan cupang bisa menghasilkan anak? Dalam bereproduksi, ada dua tipe pemijahan yang dilakukan cupang, yaitu melalui sarang busa (bubble nester) dan pengeram mulut (mouth brooder).

"Pemijahan dengan sarang busa adalah dimana induk jantan yang telah matang kelamin (gonad) akan segera membangun sarang busa yang umumnya seperti terlihat menempel pada substrat, dedaunan, atau benda lain yang mengambang di permukaan air," kata Gema.

Setelah sarang busa selesai terbentuk dalam satu sampai dua hari, induk jantan akan mengejar betina untuk melangsungkan pemijahan. Si jantan akan memamerkan keindahan sirip-siripnya untuk menarik perhatian betina.

"Setelah itu, jantan akan melipatkan seluruh tubuhnya ke tubuh betinanya dan terjadi proses pemijahan. Telur-telur hasil pemijahan akan diletakkan oleh ikan jantan ke dalam sarang busa," jelasnya.

Sedangkan pada proses pemijahan dengan cara mengerami di mulut, induk betina akan melepaskan telur-telur yang telah dibuahi. Selanjutnya, indukan jantan akan mengambil atau memunguti telut-telur tersebut dan dimasukkan ke dalam mulut.

"Selama proses pengeraman, kurang lebih tiga sampai empat hari induk jantan akan berpuasa. Setelah menetas barulah anakan cupang dikeluarkan dari mulut jantan," tutur Gema.

Namun, jika anakan itu terancam bahaya, induk jantan akan kembali memasukkannya lagi ke dalam mulut. Hal ini biasanya akan terjadi ketika anakan cupang belum berumur satu minggu.

"Setelah berumur satu minggu, induk jantan akan tetap mengawasi di sekitar anaknya sampai berumur kurang lebih satu bulan dan dapat mencari makan sendiri," tandas Gema.

Foto: Ilustrasii Pexels/Chevanon Photography


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler