Ini 3 Langkah Penting Perencanaan Keuangan bagi Mahasiswa

Bandung - Setiap hari tentu kita tak lepas dari urusan keuangan ya, TemanBaik. Entah mendapat pemasukan dari hasil pekerjaan atau uang saku dari orang tua, hingga soal biaya pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan.

Nah, agar masuk dan keluarnya uang yang kita miliki jelas dan teratur, penting untuk memiliki rencana keuangan loh, TemanBaik.

Ternyata memiliki perencanaan keuangan tidak hanya untuk mereka yang sudah bekerja dan memiliki penghasilan tetap. Tapi juga penting untuk kamu yang masih berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, dan belum memiliki penghasilan sendiri.

Sebelum membahas lebih jauh soal cara mengatur keuangan walau belum mandiri secara penghasilan. Kita perlu tahu dulu soal hal penting yang tak boleh terlewat saat hendak menyusun rencana keuangan. Simak yuk!

Dalam webinar 'Youthnificant: How to Start Financial Planning and Investment in Digital Era' yang diselenggarakan oleh AIESEC Universitas Sriwijaya (23/1), Sarah Aulia, seorang financial performance management Unilever Indonesia menjelaskan bahwa pentingnya memiliki rencana keuangan adalah cara untuk mencapai tujuan keuangan.

"Apapun yang kita mau, perlu disokong pakai uang. Misal mau punya rumah, harus beli rumah. Kalau tahu tujuan keuangan, kita jadi tahu harus nabung berapa, siapin berapa untuk capai tujuan itu," ujar Sarah.

Agar lebih mudah dalam menyusun rencana keuangan, penting untuk mengenal kondisi diri sendiri terlebih dahulu. Menurut Sarah, ada tiga langkah yang bisa menjadi fondasi untuk membuat rencana keuangan.



Baca Ini Juga Yuk: Mengulik 'Cybrarian', Pustakawan di Era Siber

Langkah pertama adalah tahu profil risiko. Apakah kita termasuk tipe konservatif atau orang dengan tingkat penerimaan risiko rendah. Tipe moderat atau orang dengan penerimaan risiko menengah atau bisa menerima risiko keuangan dengan batasan tertentu. Atau justru termasuk tipe agresif, tipe yang berani mengambil risiko tinggi.

Setelah itu, TemanBaik perlu tahu tujuan keuangan yang hendak dicapai. Menurut Sarah, jika menabung tanpa tahu tujuan dan hanya sekadar untuk punya uang, maka biasanya uang tersebut akan terus terpakai.

Kemudian barulah cek kondisi keuangan kita. Hal yang dapat dilakukan untuk adalah dengan membuat neraca keuangan dan rutin mencatat pemasukan dan pengeluaran uang yang kita miliki.

"Neraca keuangan itu bisa nunjukin kita punya harta berapa. List semua aset mulai dari uang, rumah, sampai kendaraan. Terus kita punya hutang gak? Nah dari sini nanti kita bisa lihat net worst. Kalau angkanya masih positif itu aman. Tapi kalau sudah lebih besar hutang harus hati-hati," terang Sarah.

Selain itu rutin memantau pemasukan dan pengeluaran uang juga perlu dilakukan. Hal ini akan membuat kita tahu untuk apa dan seberapa banyak uang yang digunakan. Tentu kita juga bisa membuat anggaran yang jelas untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kita catat dulu semua pemasukan, dari pekerjaan, beasiswa, atau dari orang tua. Setelah itu kita bisa bagi-bagi untuk kebutuhan sehari-hari, nabung, dan sebagainya," tambah Sarah.

Nah, penting juga untuk TemanBaik menandai mana pengeluaran yang merupakan kebutuhan dan keinginan. Hal ini bertujuan agar kita bisa meminimalisir pengeluaran dari keinginan dan menyisihkannya untuk tabungan.

Lalu jangan lupa untuk memproteksi diri ya, TemanBaik! Hal ini bisa dilakukan dengan memiliki dana darurat dan asuransi. Menurut Sarah, dana darurat sangat penting dimiliki untuk keadaan yang mendesak agar tidak mempengaruhi anggaran yang sudah kita buat untuk hidup sehari-hari.

"Asuransi setidaknya dua, kesehatan dan jiwa kalau punya orang yang bergantung hidupnya sama kita. Karena asuransi banyak, coba awali dengan tahu harus bayar berapa dan dapat apa aja dari asuransi tersebut," tambah Sarah.

Rencana Keuangan untuk Pelajar dan Mahasiswa
Sebenarnya tak ada perbedaan yang jauh untukmu yang masih menjadi pelajar atau mahasiswa yang umumnya mendapat pemasukan dari uang saku orang tua untuk membuat rencana keuangan kok.

Tentu saja dimulai dari mentotal semua pemasukan dan lihat apa saja kebutuhanmu. Rajinlah mencatat secara detail hal tersebut walau hanya jajan makanan ringan atau naik kendaraan umum ya, TemanBaik!

Nah masalah asuransi juga tak boleh terlewat. Tapi coba cari tahu dulu apakah orang tua kita sudah menyiapkan asuransi? Jika belum, Saran menyarankan untuk mencari asuransi yang sesuai dengan kita atau mencari rumah sakit yang memiliki kerja sama dengan kampus kita saat ini.

Setelah semua kebutuhan tercukupi, jangan lupa tetap sisihkan uang untuk dana darurat dan tabungan ya, TemanBaik. Tentu kita tetap harus berjaga-jaga, siapa tahu ada hal-hal mendesak yang terjadi.

"Tabungannya masukkan dulu aja ke dana darurat. Baru nabung untuk kebutuhan yang lain," ujar Sarah.

Intinya sesuaikan saja rencana keuanganmu dengan kemampuan ya. Jangan sampai rencana keuangan yang kamu buat justru berakhir memberatkan.

Jadi mulai sekarang jangan berpikir kalau rencana keuangan hanya untuk mereka yang sudah memiliki penghasilan tetap. Walau pemasukan hanya uang saku dari orang tua, tetap penting loh untuk punya rencana keuangan.

"Gak ada terlalu terlambat atau terlalu cepat untuk merencanakan keuangan. Rencana keuangan itu journey bukan tujuan akhir. Ini hal yang akan dijalankan terus. Jadi semakin cepat mengerti dan mulai menjalankannya, tentu lebih baik," tutup Sarah.  

Foto: Ilustrasi Unsplash/Chiritine Roy

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler