Ingin Tubuh Lebih Sehat & Bugar? Coba Pola Makan Ini Yuk!

Bandung - TemanBaik, pola makan adalah salah satu cara kita mencintai tubuh. Hal itu disampaikan olah Atlet Ni Nengah Widiasih. Nah, kalau pola makan kita masih sembarangan, enggak ada salahnya loh kita belajar dari pola makan sang atlet.

Dalam sebuah sesi diskusi daring bertajuk 'Kenali Profesi Atlet Paralympiade' yang digelar oleh DNetworks Indonesia, atlet asal Karangasem, Bali ini membagikan pola makan yang biasa dijalaninya setiap hari. Sebagai atlet profesional, sudah barang tentu pola makan adalah sesuatu yang harus diperhatikan untuk mencapai fisik yang bugar.

Pertama, Widiasih menyarankan agar kita sadar dan paham akan apa yang kita makan. Sadar dan paham ini berkaitan dengan bagaimana dampak makanan tersebut saat dicerna oleh tubuh. Lebih mendalam lagi, Widiasih sendiri mengaku bagi dirinya makanan itu bukan perkara enak atau tidak enak di lidah, namun juga harus bermanfaat untuk tubuhnya.

"Makanan yang enak di lidah itu kadang belum tentu bagus untuk tubuh. Makanya, saya sih mencari tahu dulu makanan itu sehat atau enggak. Dan sekiranya enggak sehat, ya enggak usah, walaupun itu enak," terangnya.

Atlet profesional yang pernah mengibarkan bendera Merah Putih dalam berbagai helatan turnamen paralimpik dunia ini juga menjelaskan kalau menjaga pola makan adalah salah satu bentuk komitmen yang enggak bisa ditawar. Beberapa jenis makanan yang bagi sebagian orang dianggap makanan yang begitu nikmat sekali, hanya dikonsumsi satu atau dua kali dalam setahun. Itu pun dipertimbangkannya berkali-kali sebelum disantap.

Baca Ini Juga Yuk: Cerita Yuna dan Yucinta Patahkan Stereotip Pemimpin Perempuan

Sehari-hari, Widiasih menyebut kalau makanannya enggak jauh dari unsur protein seperti ayam, ikan, dan sayur-sayuran. Ia mengonsumsi karbohidrat dari nasi putih atau merah, singkong rebus atau tela rebus. Namun menariknya, Ia hanya akan mengonsumsi karbohidrat satu atau dua kali dalam sebulan.

"Bumbu-bumbuan saya makan kok, tetapi yang jelas enggak pakai penyedap rasa. Dan makanan saya itu pola pembuatannya antara direbus atau dipanggang," ujar runner up cabang olahraga angkat beban pada Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro ini.

Ia menambahkan, dirinya juga membatasi unsur gula dan garam saat makan. Tiap Widiasih sedang makan di luar, biasanya akan memesan makanan dengan jumlah garam yang sedikit, dan biasanya ia memesan minuman dengan kadar gula yang sedikit atau bahkan enggak pakai gula sama sekali.

Lalu bagaimana dengan tren ngopi yang mungkin banyak digandrungi teman-teman seangkatan Widiasih? Ia menjelaskan, dirinya masih suka meminum kopi, namun dalam batas tertentu. Menurutnya, badan kita tetap memerlukan kafein, namun yang perlu kita ingat adalah batasan wajar. Meski suka ngopi, dirinya mengaku bukan pecandu kopi yang enggak bisa lepas.

"Badan kita tetap perlu kafein kok, selama dalam batas wajar. Dan kalau makanan atau minuman manis, untungnya saya dari kecil memang jarang makan yang manis-manis, jadi sudah terbiasa," ujarnya.

Sebagai penutup, ia mengingatkan kepada kita untuk menjaga pola makan sehari-hari. Sebab menurut Widiasih, pola makan yang dilakukan kita merupakan salah satu bentuk kasih sayang terhadap tubuh. Dengan menjaga pola makan, artinya kita mencintai tubuh kita.

TemanBaik, bagaimana dengan pola makanmu sehari-hari? Yuk cintai tubuh kita dengan menjaganya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/The5th

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler