Ini Cara Efektif untuk Ajarkan si Kecil Membaca

Bandung - TemanBaik, mendampingi si kecil saat belajar membaca tentu punya tantangan masing-masing. Lalu, bagaimana ya caranya melakukan pendampingan terhadap proses belajar si kecil?

Saat mendampingi si kecil belajar membaca, yang kita perlukan adalah kesabaran dan konsistensi. Di samping dua hal itu, kita juga perlu beberapa teknik mengajarkan dan memperkenalkan anak terhadap bacaan. Kami merangkum beberapa kiat dan teknik yang mungkin cocok untuk diterapkan pada si kecil yang sedang belajar membaca. Yuk simak ulasan di bawah ini!

Belajar Membaca Tanpa Mengeja
Mungkin kamu pernah melewati fase belajar membaca dengan cara dieja. I-en-i, Ini.. Be-U-Bu, De-I-Di, Budi. Dibaca Ini Budi. Meskipun terkesan legendaris, rupanya cara belajar membaca ini dianggap kurang efektif loh.

Di KAMUN Arunika, Sugi dan sejumlah relawan pendamping anak menerapkan metode langsung membaca tanpa mengeja. Jadi, anak langsung dikenalkan pada huruf dan cara membaca. Menarik ya!

"Cara ini cukup efektif untuk mengajari anak membaca," ujar Sugi.



Baca Ini Juga Yuk: Pentingnya Pemahaman Orang Tua soal Kanker pada Anak

Terapkan Ke dalam Soal Cerita
Kegiatan membaca ini bisa kamu hubungkan dengan latihan disiplin ilmu lain, misalnya berhitung. Caranya mudah: buat soal matematika dengan cara soal cerita.

Ya, apabila biasanya belajar berhitung dilakukan dengan metode berhitung saja atau bila dipraktikkan kurang lebih: satu tambah satu sama dengan dua, dan seterusnya, maka dengan soal cerita, sang anak juga bisa sembari diajarkan membaca. Selain itu, lewat soal cerita, kita juga bisa melatih logika anak dalam memecahkan masalah. Wah, keren ya!

Membaca Nyaring
Pernah dengar istilah membaca nyaring atau read alloud? Nah, read alloud merupakan teknik membacakan cerita kepada anak yang dilakukan dengan menggambarkan isi ceritanya secara utuh. Teknik ini tidak mengharuskan kita sebagai pemimbing anak membacakan cerita dari a sampai z, namun kita dianjurkan menikmati proses membacakan cerita tadi.

Selain mengajarkan anak membaca, teknik read alloud ini juga bisa menumbuhkan nilai kritis pada anak. Hal penting lainnya adalah imajinasi dan pemahaman anak akan sebuah bentuk atau makna kata bisa terasah lewat teknik ini.

"Proses belajar membaca ini harus dipersiapkan. Jangan salah, rendahnya literasi kita karena orang dewasa enggan membaca. Rasa enggan tersebut dipupuk dari pola belajar membaca yang saya rasa keliru," ujar Roosie Setiawan selaku pakar dan pengajar read alloud, dalam sebuah sesi wawancara dengan Beritabaik.id.

Roosie menyebut kalau usia 0 hingga 6 tahun adalah saat tepat bagi anak mendapat pembelajaran membaca dengan metode read aloud. Pasalnya, di usia tersebut, fungsi pendengaran anak sedang bekerja maksimal. Selain itu, ia menyoroti fenomena yang terjadi pada umumnya adalah anak bisa membaca karena secara tak langsung diminta menghafal. Padahal, idealnya proses belajar membaca harus dibarengi dengan rangsangan agar anak benar-benar memahami apa yang ia baca.

Pahami Garis Waktu (Timeline)
Di luar kiat tadi, ada juga catatan penting yang mesti kamu ingat mengenai garis waktu atau timeline tahapan membaca seseorang. Masalahnya, enggak jarang, kita merasa bangga saat anak kita sudah lancar membaca, padahal usianya baru dua tahun. Nah, padahal itu merupakan hal yang keliru loh, TemanBaik.

Kami pernah merangkum waktu dan tahapan membaca seorang manusia. Tahapan itu antara lain: tahap pra-membaca (0-3 tahun), tahap membaca dini (3-6 tahun), tahap membaca lancar (6-9 tahun) tahap membaca lanjut (12-15 tahun), tahap membaca mahir (15-18 tahun), dan tahap membaca kritis untuk usia di atas 18 tahun.

"Menerapkan metode read aloud yang benar dapat membangun kemampuan membaca pada diri anak," jelas Roosie.

TemanBaik, cara-cara di atas dianggap cukup ampuh dalam mendampingi proses si kecil belajar membaca. Lalu, manakah yang kiranya cocok dengan karakter si kecil? Atau mungkin kamu masih ingat enggak bagaimana polamu belajar membaca?

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler