Begini Cara Tepat Membuang Bubble Wrap

Bandung - TemanBaik, jika kamu membeli barang, terutama secara daring, pasti familiar banget deh dengan bubble wrap atau plastik gelembung. Itu loh plastik yang di dalamnya terdapat bulatan berisi udara.

Bahkan, bubble wrap ini kerap jadi mainan dengan cara 'dipletek' alias dipencet. Hayo, kamu suka ngelakuinnya enggak?

Penggunaan bubble wrap sendiri bertujuan untuk membungkus barang. Sehingga, potensi rusak akibat terguncang dalam perjalanan bisa lebih diminimalisir.

Namun, ada masalah besar di balik penggunaan bubble wrap. Sebab, bahan bakunya merupakan plastik yang sangat sulit diurai. Ujung-ujungnya, jika dibuang sembarangan, bubble wrap ini bisa berkontribusi pada pencemaran lingkungan.

Demi meminimalisir pencemaran lingkungan, ada hal yang bisa kamu lakukan kok dengan bubble wrap ini. Caranya adalah dengan tidak membuangnya bersamaan dengan sampah lain.

Baca Ini Juga Yuk: Laki-laki Perlu Berkontribusi untuk Lawan Kekerasan Seksual Loh!

Sebaiknya, bubble wrap dikemas dalam kemasan yang hanya khusus berisi bubble wrap saja. Kenapa harus seperti itu? Tujuannya agar sampah bubble wrap ini bisa diolah atau didaur ulang.

Di Bandung misalnya, sampah bubble wrap ini bisa didaur ulang karena ada pihak yang biasa mengolahnya. Ujungnya, sampah bubble wrap ini bisa jadi bahan baku untuk pembuatan plastik.

"Itu bisa dimanfaatin lagi, asal terpisah (dengan sampah lain). Itu sudah ada yang menangani, si sampah itu dibikin jadi bahan baku plastik baru. Kemarin saya baru bertemu sama pengusahanya," kata Direktur PD. Kebersihan Kota Bandung Gun Gun Saptari kepada BeritaBaik.id, Senin (22/2/2201).

Karena itu, ia mengimbau pemilahan sampah bubble wrap benar-benar dilakukan warga. Sehingga, ketika tiba di tempat pembuangan sampah, petugas bisa dengan mudah memilahnya lagi untuk kemudian didaur ulang.

"Kata kuncinya dipisah, biar pemulung (atau petugas kebersihan) bisa misahin buat didaur ulang," ungkap Gun Gun.

Foto: Ilustrasi Unsplash/David Maier
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler