Mengenal Edible Flower, Bunga yang Bisa Dimakan

Bandung - TemanBaik, jika kamu melihat aneka bunga, pernah terlintas enggak dalam pikiran untuk memakannya? Faktanya, ada loh bunga yang bisa dimakan yang disebut edible flower. Namun, tak semua jenis bunga bisa dimakan atau tak dikategorikan edible flower.

"Edible flower adalah jenis bunga yang bisa dimakan. Syaratnya, ia tak beracun, baik dari jenis tanaman maupun cara penanamannya," ungkap Owner IJO Hydro Eva L.A. Madarona di laman Disdik Jabar.

Di kebun hidroponiknya yang berlokasi di kawasan Cipaku, Kota Bandung, Eva memproduksi edible flower dan produk organik lainnya. Ada 10 jenis edible flower yang dibudidayakan di kebun rooftop tersebut. Di antaranya, bunga viola, dianthus, teroni, hingga mini rose.



Menurutnya, sebagian besar edible flower dimanfaatkan sebagai garnis atau hiasan untuk mempercantik tampilan masakan. Selain itu, edible flower juga bisa dikreasikan menjadi beragam makanan. "Bisa dimanfaatin juga menjadi usaha rumahan, seperti membuat cookies dan puding," ungkapnya. 
Mudah, tapi Harus Tekun
Perempuan yang mulai membudidayakan edible flower pada 2016 itu mengatakan, budidaya edible flower cukup mudah. Selain Indonesia beriklim tropis, edible flower juga tak memerlukan suhu khusus. Namun, pembudidaya harus memiliki ketekunan.

"Harus bener-bener tekun, kalau meleng dan enggak diurus akan berantakan juga akhirnya," sarannya.

Ketekunan tersebut berupa perhatian pada detail-detail kecil saat bertanam. Ia mencontohkan, jika melihat bunga layu atau daun yang kering, maka pembudidaya harus langsung memetiknya.

"Semakin sering kita petik (bunga yang layu), semakin banyak (bibit) bunga yang nantinya dihasilkan," ungkapnya.



Penaburan pupuk secara berkala pun harus diperhatikan guna memberi nutrisi pada tanaman. Sementara bagi Eva, kegiatan berkebunnya memberi ragam manfaat. Selain hasil bercocok tanam bisa dikonsumsi dan dijual, kegiatan yang dilakukan membuat pikirannya nyaman.

"Mengurus dan melihat mereka tumbuh, dari tadinya kecil hingga besar kemudian bisa menghasilkan itu jadi kepuasaan tersendiri," tutur lulusan Universitas Indonesia tersebut. 

Dalam ragam penelitian pun sudah banyak yang membuktikan. Jika dilakukan secara rutin, kegiatan berkebun bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks dan menurunkan risiko stres. 

Eva pun mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan menanam dan merawat tanaman, khususnya edible flower. Sebab, menanam edible flower bisa dengan mudah dilakukan.

"Dengan iklim Indonesia yang tropis, sayang banget kalau generasi muda melupakan kegiatan menanam yang bisa dilakukan kapan dan di mana saja serta bisa bermanfaat sebagai ketahanan pangan kita," pungkasnya.

Foto: dok. Disdik Jabar
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler