'Eating Disorder', Bahayanya Tak Berkawan Baik dengan Pola Makan

Jakarta - TemanBaik, ternyata selain perlu memiliki hubungan baik dengan diri sendiri maupun orang sekitar, kita juga perlu memiliki hubungan baik dengan pola makan loh! Jangan sampai keinginan untuk memiliki tubuh yang bagus justru mengarahkan kita pada keadaan 'memusuhi' makanan. 

Rupanya pola makan juga dapat mempengaruhi kesehatan mental kita. Hal ini dikenal dengan istilah eating disorder atau gangguan makan, kondisi saat seseorang mengalami gangguan berat pada perilaku makan yang berhubungan dengan pikiran dan perasaan. 

Parahnya lagi ternyata eating disorder ini dapat menyerang seseorang sejak usia 8 tahun dan bisa terus bertambah parah hingga dewasa jika tak segera ditangani dengan baik. 

Nah, guna membahas lebih jauh soal eating disorder terutama pada anak usia remaja, Tiny Hopes Indonesia sebuah komunitas sosial yang memiliki fokus menyebarkan informasi seputar gizi, membuat webinar 'Eating Disorder pada Remaja Putri'. 

Menurut Michelle Tania, psikolog dari Asosiasi Psikolog Lingkar Psikologi, sebenarnya eating disorder bisa terjadi pada perempuan dan laki-laki. Salah satu penyebabnya adalah adanya ketidakpuasan akan tubuh. 

"Body image itu persepsi seseorang atas tubuhnya sendiri. Dia tidak memiliki kepuasan akan bentuk tubuh, atau warna kulit, dan sebagainya," tambah Michelle. 

Selain itu menurut Nindhita Priscilla, lulusan magister Eating Disorders and Clinical Nutrition University College London, faktor lain yang dapat memicu adanya eating disorder pada remaja adalah tidak menerapkan mindful eating, perubahan gaya hidup, hingga mudah ikut tren diet instan yang menyebabkan stres jika gagal. 

"Keadaan eating disorder pada remaja di Indonesia dipengaruhi kesadaran perilaku makan menyimpang yang rendah, ketakutan mencari bantuan profesional karena stigma yang ada, belum ada alur pengobatan yang jelas, hingga belum ada tes tervalidasi yang dilakukan untuk populasi di Indonesia," terang Nindhita.


                                            Foto: Tangkapan layar webinar Tiny Hopes Indonesia 'Eating Disorder pada Remaja Putri'

Baca Ini Juga Yuk: Bukan Sekadar Lucu, Siapkan Hal Ini untuk Jadi Pelawak Tunggal

Lantas apa saja ya jenis-jenis eating disorder ini? Baik Michelle maupun Nindhita mengakui jika sebenarnya jenis dari eating disorder sangat banyak. Namun ada tiga jenis yang paling sering dialami.

Pertama, anorexia nervosa. Merupakan pola makan yang membatasi asupan makanan secara ekstrim. Kita tentu memiliki jumlah minimal asupan kalori per hari ya, TemanBaik. Nah, seseorang yang mengalami anorexia nervosa akan makan jauh dibawah kebutuhan tersebut. 

Kedua, bulimia nervosa. Hal ini terjadi ketika seseorang makan seperti biasa namun setelahnya ia akan berupaya untuk mengeluarkannya kembali. Bisa dengan memuntahkan atau meminum obat pencahar. 

Ketiga, binge eating. Kebalikan dari anorexia nervosa, pada pengidap binge eating seseorang akan makan jauh diatas porsi wajarnya. Ia sulit merasa kenyang dan selalu memiliki keinginan untuk makan. 

Jadi eating disorder tak melulu dialami oleh seseorang yang memiliki kekurangan berat badan, tapi juga bisa dialami oleh mereka yang memiliki berat badan normal bahkan obesitas. 

Tentu saja eating disorder dapat memberikan dampak buruk secara fisik maupun mental. Secara fisik, pengidap gangguan ini bisa mengalami terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan fisik, gangguan masa pubertas, hingga gangguan siklus menstruasi. Sedangkan secara psikologis, eating disorder bisa menyebabkan depresi, kecemasan, sulit berkonsentrasi, hingga sulit beradaptasi. 

Namun, selayaknya gangguan mental yang ada, eating disorder pun tidak boleh kita simpulkan sendiri ya, TemanBaik! Tapi harus melalui diagnosa ahli, seperti psikolog maupun ahli gizi. 

"Eating disorder itu gangguan pola makan yang terjadi secara persisten atau terus menerus. Jadi gak bisa dilihat dalam waktu singkat. Ketika ini terjadi, ada perubahan konsumsi makanan dan secara signifikan bersamaan pada kesehatan fisik dan psikososial," terang Michelle. 

Jadi, jangan sepelekan pola makanmu ya, TemanBaik. Jika merasa ada yang salah, langsung saja konsultasikan pada ahlinya. Jangan takut pada makanan, tapi aturlah pola makan dengan gizi seimbang!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Tamas Pap

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler