Alasan Orang Tua Perlu Kenalkan Permainan Tradisional

Bandung - TemanBaik, permainan tradisional sudah banyak ditinggalkan dan tak lagi dipakai anak-anak saat ini. Mereka lebih akrab dengan gawai seperti ponsel yang dianggap jauh lebih modern dan menyenangkan.

Padahal, penggunaan gawai, apalagi secara berlebihan, bakal menimbulkan dampak negatif. Oleh karena itu, anak-anak sebaiknya lebih diakrabkan dengan permainan tradisional.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat Siska Gerfianti mengatakan permainan tradisional punya beragam manfaat. Meski banyak yang terlihat sederhana, tapi permainan tradisional akan berguna untuk tumbuh kembang anak.

Ia pun menyarankan orang tua untuk mengajak anak bermain tradisional sedini mungkin. Namun, permainan yang dilakukan tentu disesuaikan dengan umur dan kondisi anak. Contoh permainan tradisional yang bisa dilakukan orang tua dengan anak adalah 'cilukba'.

"Cilukba itu sebenarnya sudah berlatih bermain sebetulnya," ujar Siska dalam 'Ngobrol Seputar Permainan Tradisional Jawa Barat Kini & Nanti'.

Lewat cilukba, bayi diajak untuk bersenang-senang. Bahkan, bagi bayi, permainan sesederhana itu membahagiakan loh.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk, Hindari 'Eating Disorder' dengan Cara Ini!

Setelah bisa memainkan berbagai permainan tradisional, anak-anak bisa diajak orang tuanya melakukan permainan lain. Di kalangan orang Sunda misalnya ada permainan 'paciwit-paciwit lutung', 'perepet jengkol', 'congklak', dan ragam permainan lainnya.

Disadari atau tidak, menurutnya permainan tradisional sarat akan makna dan manfaat. Sebab, permainan tradisional bukan hanya sekadar main-main semata.

"Permainan tradisional itu menanamkan budi pekerti, kecerdasan sosial, empati, sportivitas juga dilatih," ungkapnya.

Dalam permainan tradisional, mereka yang bermain biasanya harus antre, mengalah, tidak, hingga tidak mengejek yang kalah. Bahkan, ada banyak permainan yang akan membuat anak-anak banyak melakukan gerakan sehingga tentu akan menyehatkan. Coba deh bandingkan dengan anak yang memainkan gawai, pasti bakal lebih banyak diam dan menyendiri.

Namun, ia mengingatkan agar orang tua mau mengajak anaknya bermain. Sehingga, anak-anak tidak hanya bermain dengan orang sebaya dengannya. Sebab, bermain dengan orang tua akan membangun keakraban dan ikatan antara keduanya. Jadi, jangan ragu mengajak anak bermain, bahkan sejak masih bayi.

"Ada riset menunjukkan kalau anak sudah diajak main dari bayi, itu kecerdasarannya di atas rata-rata biasanya. Anakk-anak yang dilatih sensoriknya dengan permainan dari kecil rata-rata akan lebih cerdas dibandingkan anak-anak yang tidak sama sekali atau jarang diajak main," tutur Siska.

Foto: Ilusrtasi/Djuli Pamungkas - Beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler