Ngobrol Santai Bisnis Ikan Cupang Bersama Diggy Betta

Bandung - TemanBaik, meski mulai redup dari keramaian, bisnis ikan cupang nampaknya masih bisa dijadikan sumber penghidupan. Memangnya, seperti apa sih keseharian pebisnis dan pembudidaya ikan cupang ini?

Kami punya kesempatan untuk main ke Diggy Betta dan ngobrol dengan Ogy Mahendra, pemilik sekaligus pembudidaya ikan cupang. Ia mulai membuka bisnis ikan cupangnya sejak September 2020 silam. Sejak menggeluti bisnis dan hobinya ini, Ogy menghabiskan waktunya seharian untuk bermain-main dengan ikan cupang.

Saban hari, ia mengurusi ratusan ekor ikan cupang yang sedang diternaknya. Terlihat sepele memang kegiatan Ogy. Namun, siapa sangka, pemasukkan harian hingga bulanannya didapat dari kegiatan yang terlihat sederhana ini.

"Rezeki mah kadang dari mana aja sih. Tapi, yang jelas ya, ini ada ikan harga 60-70 ribuan, itu kalau laku ya lumayan buat jajan sehari-hari," terangnya.

Kami kemudian tertarik membahas seluk beluk bisnis ikan cupang bersama Ogy. Barangkali ada di antara kamu yang tertarik juga untuk menggelutinya. Simak obrolan kami yuk!

Modal Awal yang Lumayan
Pertama kali memutuskan berbisnis dan membudidaya ikan cupang, Ogy mengeluarkan bajet sekitar Rp7 Juta. Ia kemudian beternak dari satu indukan. Dari satu kali periode ternak, ada sekitar 100 anakan yang kemudian dikembangkan oleh Ogy sebagai produk yang dijual.

"Jadi setelah modal awal itu, anakan lah. Ini tuh anakan jilid pertama. Nah kalau jilid keduanya masih dalam bak besar," kata Ogy.

Dalam satu buah bak besar, ada sekitar 100 ekor ikan cupang. Dari 100 ekor tersebut, Ogy bakal memilih calon-calon ikan yang berpotensi punya keunikan sehingga punya daya jual tinggi. Ikan yang sudah dipilihnya itu kemudian dijajarkan ke atas rak. Semacam galeri dengan bejana-bejana berisi air.



Baca Ini Juga Yuk: Pertama di Asia, Kompetisi Biji Kopi Terbaik Ada di Indonesia

Perawatan dan Proses Mutasi
Selama beternak ikan cupang, Ogy begitu memperhatikan perawatannya. Mulai dari kadar air hingga pakannya. Hal ini disebutnya bakal mempengaruhi proses mutasi warna pada ikan cupang.

Proses mutasi warna itu sendiri merupakan pembentukan pola warna pada tubuh ikan cupang. Nantinya, ikan cupang yang terus tumbuh dan berkembang bakal punya pola warna tertentu. Keunikan dari pola warna inilah yang menentukan harga ikan tersebut.

"Balik lagi ke selera ya sebetulnya. Hanya saja, ada beberapa pola warna yang bikin harganya jadi mahal. Sayang banget nih, si ikan yang harganya mau dijual 7 juta lagi dipinjam teman," ujarnya sembari tertawa.

Ogy menjual ikan cupang di galerinya dengan harga mulai Rp60 ribu. Varian harga itu berkembang hingga angka Rp5,3 juta, dan yang terbaru dengan harga Rp7 juta.

Air yang direkomendasikan untuk menjadi tempat hidup ikan cupang adalah air dengan kadar pH tertentu. Intinya, Ogy menyebut, semakin layak minum air tersebut, semakin baik untuk ikan cupang.

Pemberian Makan untuk Ikan
Sebetulnya pemberian makan ikan cupang bisa mengadaptasi gaya kita makan sehari-hari. Jadi begini: ada beberapa pilihan makanan untuk ikan cupang. Pertama, ada kutu air atau udang. Dua jenis makanan ini cocok untuk merangsang proses mutasi warna. Sedangkan jentik, disebut Ogy cocok untuk merangsang birahi ikan cupang.

Lalu bagaimana dengan pelet ikan? Nah, terkait hal ini, Ogy menyebut pemberian pelet sebagai pakan ikan enggak ada bedanya dengan manusia yang terus diberi makanan instan.

"Kalau dikasih makannya kutu air, udang, atau jentik, sama aja kayak manusia makan daging sapi, ayam, atau makanan bergizi tinggi lah," katanya.

Harga yang Mahal, Kok Bisa?
Harga ikan cupang memang enggak bisa ditebak. Di pinggir jalan, kita bisa mendapat ikan cupang dengan harga Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Namun dalam acara lelang ikan cupang, kita bisa menambahkan tiga hingga enam lagi angka nol di belakang harga yang tadi kita sebutkan. Fantastis bukan!

Ogy menyebut, faktor harga tersebut bisa ditentukan dari mutasi warna pada ikan cupang itu sendiri. Selain itu, perawatan ikan cupang juga bisa menentukan harga ikannya.

Bisnis yang Seru
Sejauh ini, Ogy menyebut bisnis ikan cupang yang digelutinya adalah hal yang menyenangkan. Pasalnya, ia jadi punya teman baru dan pengalaman baru. Pada awalnya, Ogy pun kerap mendapat kritik terkait pilihannya mengambil jalur menjadi pebisnis ikan cupang. Namun, ia sama sekali enggak ambil pusing.

"Potensi gagal sih selalu ada. Mau produk franchise sekalipun, kalau manajerialnya enggak benar bisa aja bangkrut kan,” tegasnya.

Sebagai penutup, Ogy menyebut sebaik-baiknya profesi adalah apapun yang kita gemari. Sebab Ia sendiri sudah gemar berdagang sejak masih kelas 2 SMP. Oh ya, jika kamu tertarik ngobrol lebih banyak terkait ikan cupang atau hendak mencari ikan cupang, kamu bisa mengunjungi akun @diggybetta.

Semoga akhir pekanmu menyenangkan, ya!

Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler