Ini Manfaat Luar Biasa dari Lendir Keong untuk Skincare

TemanBaik, apa yang terlintas dalam pikiranmu jika mendengar nama keong? Pasti ada yang menganggapnya menjijikan, tapi tentu ada yang menganggapnya biasa aja.

Salah satu yang membuat keong dianggap menjijikan biasanya karena lendirnya. Namun, di balik lendir keong yang oleh sebagian orang dianggap menjijikan itu, justru kaya manfaat loh.

Bahkan, tahu enggak jika lendir keong ini bisa digunakan sebagai bahan baku produk kecantikan? Ya, beneran kok lendir keong ini jadi bahan baku produk kecantikan, seperti masker, serum, atau produk kecantikan lainnya. Kenapa ya lendir keong ini bisa dimanfaatkan untuk bahan baku produk kecantikan?

"Lendir keong memiliki banyak kolagen. Fungsinya untuk mengencangkan kulit, mempercepat pembentukan sel-sel baru, termasuk cepat mengobati luka dengan menstimulus sel-sel baru benang fibrin," tutur peneliti Moluska Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ayu Savitri Nurinsiyah di laman resmi LIPI.

Baca Ini Juga Yuk: 'Mau Gak Mau' Sesi Kedua Siap Temani Ngabuburitmu Nanti

Menurutnya, Thailand sudah mengembangkan produk kosmetik berbahan dasar lendir keong. Bahkan Thailand mengklaim produk-produk yang dikeluarkan di Korea menggunakan lendir keong mereka.

"Thailand sudah memanfaatkan keong asli mereka, jadi bukan keong invasif atau keong impor yang dikembangkan di negara mereka," ungkap Ayu.

Ayu mengungkapkan, saat ini peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI tengah berkolaborasi dengan peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI dan peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Mereka ingin mengembangkan agar ke depan keong di Indonesia bisa digunakan untuk produk kecantikan.

"Kita tidak menggunakan bekicot, tetapi menggunakan keong asli Indonesia untuk mengetahui konten yang ada di lendir supaya ke depannya dapat dimanfaatkan untuk nutricosmeceutical. Sehingga kita tidak perlu impor untuk mengembangkan skincare dari lendir keong atau mungkin kita bisa membuat yang lebih istimewa dari yang mereka buat," jelas Ayu.

Hingga kini, Ayu sedang melakukan penelitian lendir keong asli Indonesia yang bisa dijadikan bahan skincare. "Yang pasti, keong asli Indonesia yang digunakan. Alasannya adalah bekicot hidup di bermacam-macam tempat, adaptif dan pemakan segala. Kalau keong asli spesifik, memakan makanan tertentu sehingga kandungan-kandungan yang ada di badannyapun spesifik," tutur Ayu.

"Sudah ada beberapa kandidat kelompok keong dimana salah satunya masih bersaudara dengan yang digunakan di Thailand. Dari segi jumlah lendir yang dihasilkan cukup banyak, dapat bertahan hidup dalam kondisi laboratorium, dan saat ini masih dalam kondisi meneliti kandungan lendirnya. Jika efektif dan baik mudah-mudahan kedepannya ada titik terang untuk dikembangkan," kata Ayu mengakhiri. 

Fungsi Lendir Bagi Keong
TemanBaik, mungkin ada yang belum tahu, kenapa sih keong mengeluarkan lendir? Lendir ini tentu ada fungsinya bagi keong. Lendir ini berguna untuk membantu keong dalam bergerak.

Selain itu, lendir yang dikeluarkan juga merupakan ungkapan perasaan keong. Loh, kok bisa? Pada saat keong merasa dirinya tidak nyaman atau terancam, mekanisme untuk mempertahankan diri adalah dengan mengeluarkan lendir. Begitu juga pada saat keong merasa nyaman atau bahagia, lendir akan keluar.

Perbedaan Bekicot dan Keong
Nah, ini mungkin jadi pertanyaan banyak orang, apa sih bedanya keong, bekicot, dan siput? Ayu pun memberi penjelasan.

"Bekicot adalah keong, tetapi keong belum tentu bekicot. Keong dan siput hampir sama, siput termasuk keong, tetapi keong belum tentu siput," jelas Ayu.

Bekicot merupakan jenis keong darat dan termasuk salah satu spesies invasif di dunia. Bekicot atau keong umumnya memiliki cangkang. Bagaimana dengan siput?

"Siput adalah keong yang tidak bercangkang. Bentuknya seperti lintah, sering muncul pada saat hujan di halaman rumah," ucap Ayu.

Ayu mengataian, di Jawa terdapat 242 jenis keong darat dan yang invasif ada 12 jenis, tiga di antaranya umum dijumpai seperti keong pada kol yang berbentuk bulat, keong sumpil, dan keong yang berbentuk panjang.

"Keong asli dan endemik sangat sensitif terhadap perubahan habitat. Mereka tidak dapat hidup di lahan terbuka. Sehingga, manusia tidak boleh serampangan merusak lahan. Lahan terbuka mengakibatkan kematian yang tinggi, hanya keong-keong invasif yang bertahan hidup," tandas Ayu.

Foto: id.wikipedia.org/attribution - Alexander R. Jenner
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler