5 Permainan Tradisional yang Bisa Kamu Lakukan Saat Ngabuburit

TemanBaik, biasanya apa yang dilakukan saat ngabuburit? Mungkin dengan kondisi pandemi seperti sekarang, kegiatan ngabuburit keluar rumah masih dibatasi. Tetapi, TemanBaik pasti ingat dong dulu ada beberapa permainan tradisional yang mengisi waktu ngabuburit semasa kecil?

Permainan tradisional ini tentunya berbeda dengan permainan yang ada sekarang. Dulu, permainan tidak bergantung kepada gawai, tetapi bertemu langsung dengan teman-teman di lapangan atau gang rumah.

Hanya bermodalkan alat-alat sederhana seperti batu atau batang kayu, permainan tradisional ini sudah bisa dilakukan. Bahkan, ada beberapa permainan yang tidak membutuhkan alat apa pun sama sekali, loh! Nah, permainan tradisional apa sajakah itu?

Gatrik
Permainan ini merupakan permainan yang dimainkan oleh dua tim, dengan jumlah pemain yang genap yaitu 2 sampai 4 orang. Permainan ini membutuhkan dua batang bambu panjang, satu batang bambu kecil, dan dua buah batu penyangga yang biasanya batu bata.

Cara bermainnya ada yang menjadi tim pemukul dan tim penangkap, tim pemukul bertugas memukul batang bambu kecil yang disimpan di antara batu penyangga dengan batang bambu panjang, lalu tim penangkap bertugas untuk menangkap bambu kecil tersebut.

Permainan terus akan berulang hingga tim penangkap berhasil menangkap bambu kecil, dan harus bertukar tempat dengan tim pemukul. Seru kan?

Sorodot Gaplok
Nama permainan ini identik dengan bahasa Sunda, dan memang populer di daerah Jawa Barat. Arti dari sorodot sendiri adalah  'meluncur', dan gaplok artinya 'menampar'.

Permainan ini sangat sederhana, karena hanya membutuhkan batu dalam permainannya. Biasanya permainan ini dimainkan oleh dua orang atau lebih dan dibagi dua tim dengan jumlah anggota yang seimbang.

Setelah dibagi dua tim, buatlah garis di tanah dengan kapur atau potongan batu bata. Garis ini nantinya akan jadi tempat meletakkan batu. Lalu buat garis lagi sebagai tempat lemparan batu, beri jarak yang cukup dengan garis sebelumnya.

Setelah tim ada di masing-masing garis, tinggal bergantian melempar batu. Setelah berhasil menjatuhkan batu, batu yang dilempar harus dibawa di punggung kaki, sambil jalan engklek kembali ke posisi semula, dan batu tidak boleh sampai jatuh.

Baca Ini Juga Yuk: Asal-usul 'Ngabuburit', Istilah yang Identik saat Ramadan

Pecle
Selain bernama pecle, permainan juga dikenal dengan nama engklek dan banyak nama lainnya tergantung daerah. Permainan ini sangat mudah untuk dimainkan, dan dapat dimainkan mulai dari sendiri hingga lebih dari dua orang.

Hal yang dipersiapkan pun cukup sederhana, hanya perlu kapur atau potongan batu bata untuk membuat garis yang membentuk beberapa buah kotak. Garis kotak ini dibuat hingga 5 sampai 9 kotak atau lebih, tergantung panjangnya jalur permainan engklek yang nanti ingin dilewati.

Cara bermainnya yaitu bergantian melewati jalur kotak tersebut, dengan cara jalan engklek atau berdiri dengan hanya satu kaki hingga sampai ke ujung dan balik lagi ke tempat mulai.

Galah Asin
Ingin permainan yang mengadu ketangkasan? Galah Asin adalah jawabannya. Dengan kebutuhan alat yang sederhana, permainan ini bisa dilakukan di lapangan maupun di jalan komplek.

Pertama, kumpulkan teman-teman hingga berjumlah 8 orang, lalu dibagi menjadi dua tim. Buatlah garis segiempat dengan kapur atau pecahan batu bata yang dibagi hingga menjadi 6 bagian. Bagian ujung dari tiap batas garis tersebut ditandai dengan garis yang lebih tebal.

Nah, setelah itu bagi dua tim menjadi menjadi yang menjaga garis batas vertikal dan horizontal. Lalu pilih salah seorang untuk menjaga garis tersebut, dan menjaga anggota tim lawan agar tidak bisa melewati garis batas tersebut. Strategi sampai diperlukan loh TemanBaik untuk memenangkan permainan ini.

Boy-Boyan
Kepopuleran permainan tradisional ini cukup menyebar ke seluruh Indonesia dengan berbagai nama, tapi umumnya dikenal dengan nama boy-boyan. Permainan ini dimainkan dengan dua kelompok, yaitu kelompok pelempar dan penjaga. Alat yang dibutuhkan hanya batu berbentuk lempengan atau bahkan hanya pecahan genteng yang cukup banyak, ditambah sebuah bola, biasanya bola tenis.

Tim yang melempar harus bisa mengenai tumpukan batu tersebut. Kalau kena, tim pelempar harus kabur dari tim penjaga yang mencoba mengenai tim pelempar dengan bola tersebut. Selain kabur, tim pelempar juga harus menyusun kembali tumpukan batu yang tadi telah roboh.

Kalau batu berhasil disusun kembali, tim pelempar menang. Tetapi bila semua anggota tim pelempar dikenai oleh tim penjaga, tim penjaga yang menang. Seru sekali kan, TemanBaik?

Nah, TemanBaik permainan tradisional ini bisa dicoba untuk kembali mengenang zaman dahulu ketika permainan kebanyakan masih tidak perlu memerlukan gawai. Permainan-permainan di atas cukup populer, namun TemanBaik lebih mengenalnya dengan nama yang sesuai dengan daerah masing-masing.

Tentunya di bulan ramadan, permainan tradisional ini juga bisa jadi ajang ngabuburit, dan tentunya bisa menjalin silaturahmi dengan teman-teman lainnya. Selamat mencoba, TemanBaik!

Foto: Ilustrasi-Dok. Djuli Pamungkas/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler