Jangan Boros! Yuk, Cerdas Kelola Tunjangan Hari Raya

Bandung - TemanBaik, setelah satu bulan berpuasa di bulan ramadan, kita akan dipertemukan dengan hari kemenangan atau Hari Raya Idulfitri. Selain momen berkumpul bersama keluarga besar, salah satu yang ditunggu TemanBaik tentu momen dibagikannya THR alias Tunjangan Hari Raya.

Tetapi, THR tentunya bukanlah uang kaget atau uang yang datang secara tiba-tiba dengan jumlah besar, jadi harus tetap dikelola dengan baik dan benar. Apalagi menghabiskan uang rasanya mudah sekali dibanding menabung atau melakukan investasi jangka panjang. Lalu bagaimana sih cara mengelola THR yang baik dan benar agar bermanfaat dan tidak mudah habis?

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan sebuah seminar daring yang berjudul 'Cerdas Kelola Tunjangan Hari Raya' pada Rabu, (21/4). Salah satu narasumber yaitu Mike Rini Sutikno, CFP, CFEI, yang merupakan Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi berbagi tips pembagian keuangan dan cara mengelola THR yang baik dan benar.


Pola pikir yang tepat perlu dilakukan ketika TemanBaik mendapatkan THR. Karena sebenarnya THR bukan uang menganggur yang boleh dibelanjakan sesuka hati. THR perlu diperlakukan sebagai gaji ke-13 untuk memenuhi kebutuhan keuangan yang prioritas dan pengeluaran hari raya.

"Kalau kita kaitkan dengan situasi sekarang, kalau kita kaitkan juga dengan kebutuhan rumah tangga yang sangat banyak tidak ada habisnya, maka sumber daya kita, sumber daya keuangan itu harus dikelola dengan bijak, sehingga segala keperluan itu mampu kita penuhi, ingat ya yang namanya keperluan kita itu bukan hari raya aja, loh" jelas Mike.



Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Tetap Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Berpuasa

Prioritas keuangan TemanBaik dan prioritas pengeluaran khusus di hari raya memang harus terbagi dengan baik. Bagi rata pengeluaran tersebut sehingga keuangan TemanBaik tetap sehat dan THR digunakans sesuai dengan skala prioritas yang benar.

Gunakan THR untuk prioritas keuangan 10% - 30%. Ada beberapa kebutuhan atau kewajiban keuangan yang harus dipenuhi yaitu menabung dana darurat, pelunasan hutang macet, dan investasi jangka panjang. Ketiga hal tersebut harus dijadikan prioritas keuangan agar setelah mendapatkan THR, keuangan TemanBaik tidak langsung habis atau berkurang secara signifikan.

Lalu gunakan THR untuk zakat, infaq, dan sedekah minimal 10%. Hal ini juga termasuk THR atau angpau untuk keponakan dan saudara, dan hadiah lebaran untuk orang-orang di sekitar TemanBaik. Jangan lupa kalau zakat adalah prioritas keuangan yang harus dibayar, lalu infak dan sedekahlah sesuai kemampuan TemanBaik.

Selanjutnya, alokasikan THR untuk sajian khas hari raya sebanyak 5% - 15%. Hal ini meliputi hantaran, kue kering, dan menu utama seperti opor ayam dan ketupat. Sajian tersebut disediakan secukupnya saja, jangan berlebihan dan tetap sesuai kebutuhan. Tentunya Hari Raya Idul Fitri ini berfokus pada momennya bukan hanya makanannya saja.

Selain itu, THR boleh digunakan untuk busana dan perlengkapan ibadah sebanyak 5% - 15%. Tentunya hal ini dibeli sesuai kebutuhan saja, karena tidak ada kewajiban untuk menggunakan semua hal yang serba baru. Lalu biasanya hari raya identik dengan berbagai macam promosi, nah TemanBaik harus memanfaatkan program promosi itu dengan bijak.

"Hati-hati ya, mulai dari sekarang itu sudah banyak banget program diskon, banyak banget gitu, kalau diskon itu bukan berarti anda wajib beli kok, enggak ada dosa kalau enggak beli di diskon, jadi dibatasin," tutur Mike.

Setelah itu THR dapat digunakan untuk keperluan hari raya lainnya sebanyak 10% - 15%. Keperluan ini meliputi biaya renovasi rumah, halal bihalal, hiburan, hobi, olahraga, maupun modal usaha.

Nah, urang lebih TemanBaik bisa atur sendiri kebutuhan- kebutuhantadi, yang pasti perlu dianggarkan dan jangan sampai tidak direncanakan sama sekali. Saran di atas tadi tentunya dapat digunakan agar THR TemanBaik tidak habis dalam waktu singkat. Selamat mengatur keuangan TemanBaik, ya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Bady Abbas

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler