Pentingnya Menumbuhkan Nilai Bangga & Bahagia pada Pekerjaanmu

Bandung - TemanBaik, guna memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup tentu kita perlu memiliki pekerjaan. Namun tak semua orang mendapat kesempatan untuk bekerja pada bidang yang diminatinya, bahkan ia lupa atau kesulitan untuk mencintai pekerjaannya. 

Padahal membawa nilai baik dan kebahagiaan pada setiap pekerjaan yang kita lakukan itu perlu loh. Hal ini sebagai salah satu tanda kita mencintai pekerjaan tersebut.

Lantas seperti apa ya pentingnya mencintai pekerjaan? Guna membahas hal ini lebih lanjut, Ikigai Class Vol. 2 yang diselenggarakan oleh Ikigai Consulting mengangkat tema 'Brings Value and Happiness on Your Job' dalam salah satu sesinya nih, TemanBaik.

Langkah awal untuk bisa mencintai pekerjaan adalah memiliki cita-cita dan tujuan. Seringkali kita justru kebingungan dalam mencari pekerjaan setelah lulus kuliah, seharusnya hal ini sudah kita persiapkan sebelum lulus bahkan sejak memilih jurusan. 

"Saya sudah 30 tahun kerja di BCA. Sejak kuliah saya punya cita-cita mau kerja di perusahaan besar, lalu dapat posisi yang dekat dengan top management, setelah itu bercita-cita lagi untuk jadi pemimpin perusahaan," ujar Nathalya Wani Sabu, Executive Vice President Center BCA. 

Perjalanan perempuan yang akrab disapa Wani dalam berkarir di salah satu bank besar tersebut tidak selalu mulus. Banyak jalan yang ia lalui untuk bisa mencintai pekerjaannya hingga saat ini. Wani mengawali karirnya di BCA sejak menyelesaikan kuliah dan masuk ke divisi internal auditor. Divisi yang hanya diisi oleh orang-orang pilihan terbaik dan pintar pada saat itu. Tentu Wani merasa bangga sudah menempati posisi bagus pada awal karirnya. 

Baca Ini Juga Yuk: Begini Pola Konsumsi Air Putih yang Baik Saat Puasa


                                       Foto: Tangkapan layar Ikigai Class Volume 2 : Brings Value and Happiness on Your Job 

Namun rasa bangga itu tak berlangsung lama setelah Wani dipindahkan ke bagian Halo BCA. Wani mengaku, dulu divisi ini seringkali dipandang sebelah mata dan dianggap berisikan orang-orang yang kurang berkompeten. 

"Rasanya malu kalau ditempatkan di sana. Saya protes ke top management. Tapi saya mencoba ubah cara berpikir kalau ini sudah rencana tuhan. Saya harus bangga terpilih untuk membangun Halo BCA, diberi kesempatan untuk memimpin," ujar Wani. 

Strategi awal yang dilakukan oleh Wani untuk menumbuhkan semangat dalam timnya adalah dengan mengubah lingkungan pekerjaan menjadi lebih positif. Baginya aura yang baik dapat menyebar dan menular. 

Menurut Wani dalam setiap perusahaan terdapat tiga tipe karyawan, yaitu tipe penonton yang hanya ingin pekerjaannya selesai, lalu tipe vampir yang sering mengeluh dan mempengaruhi sekitarnya, dan tipe pemain yang bekerja dengan baik serta memiliki keinginan untuk berkembang.

"Vampir ini tetap kita butuhkan dalam tim agar punya ruang memperbaiki dan membangun inovasi. Tapi strategi saya itu menyimpan satu vampir diantara 10 pemain, sehingga 1 orang vampir tadi mau gak mau jadi tipe pemain juga," jelas Wani. 

Tidak sampai di situ, ada nilai yang selalu Wani sisipkan agar seluruh anggota timnya mencintai pekerjaan mereka di Halo BCA hingga kini yaitu dengan menumbuhkan rasa bangga atas posisi yang mereka miliki. 

Bagi Wani, menanamkan rasa bangga dengan pekerjaan dapat membuat kita lebih semangat dalam menjalaninya. Bahkan Wani juga turut menyesuaikan diri dengan para anggota timnya yang kebanyakan generasi milenial. 

"Saya membuat survei untuk bisa melihat apa yang mereka sukai. Ternyata milenial itu bekerja bukan hanya untuk mendapat uang. Tapi di posisi pertama ada karir, lalu apresiasi, dan posisi ketiga baru soal gaji," ujar Wani. 

Dari survei tersebut Wani melihat bahwa generasi milenial memilih tempat kerja dengan lingkungan kerja yang menyenangkan, mendapat keadilan dari segi pendapatan, ada apresiasi atas hasil kerja dari pimpinan, dan tentu dapat menunjang karir mereka. 

30 tahun berkarir di BCA dan berhasil mengubah Halo BCA menjadi divisi yang tak lagi dipandang sebelah mata dapat membuktikan hasil kerja dan perjalanan Wani untuk menumbuhkan cinta dalam pekerjaannya tak sia-sia. 

Dalam buku 'Journey to Find Happiness at Halo BCA' yang dibuatnya, Wani memperkenalkan prinsip 5P. Uniknya 5P ini memiliki kepanjangan "party, party, party, party, party loh", TemanBaik! Wah, apa maksudnya ya? 

Bagi Wani, penting untuk memiliki nilai yang berharga dan bahagia dalam bekerja. Tidak sekadar bekerja untuk hidup dan gaji, tapi perlu memiliki target memberikan hasil kerja terbaik untuk perusahaan. 

"Memiliki ambisi itu bagus asal jangan negatif. Jika ingin maju jangan merugikan orang lain tapi perbaiki dirimu, nanti jabatan itu akan datang dengan sendirinya," ujar Wani. 

Wah, menarik sekali ya TemanBaik. Ternyata diri kita memiliki andil penuh untuk memutuskan seberapa besar kita mau mencintai pekerjaan saat ini. Memiliki pekerjaan yang baik bukan berarti selalu bekerja sesuai apa yang kita inginkan kok, melainkan bagaimana kita menghadapinya.

Jadi, sudahkah kamu mencintai dan bahagia dengan pekerjaanmu, TemanBaik?

Foto: Ilustrasi Unsplash/ Annie Spratt

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler