Maksimalkan Potensi Anak dengan Pahami 3 Gaya Belajar Ini

Jakarta - TemanBaik, belajar adalah kegiatan yang tidak akan pernah berhenti dilakukan dari masa muda hingga tua nanti. Terutama bagi anak-anak dan remaja, yang tentunya masih dalam proses belajar baik formal maupun informal.

Tetapi bagi anak-anak, biasanya sering dilanda kurang nyaman ketika melakukan proses belajar. Kalau TemanBaik sadari, hal ini karena setiap manusia khususnya anak-anak punya gaya belajarnya masing-masing.

Hal ini dijelaskan pada sebuah seminar daring yang diadakan oleh ICANDO dengan judul 'Peran Guru Meningkatkan Keterampilan Abad 21 melalui Pembelajaran Berbasis Game' pada Rabu (5/5).

Arief Darmawan, ST, M. Pd selaku Koordinator Aplikasi Rumah Belajar Pusdatin Kemendikbud RI dan sebagai salah satu narasumber menjelaskan tentang tiga kelompok gaya belajar. Tiga kelompok ini terbagi ke dalam gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik.

Gaya belajar yang pertama adalah gaya  belajar visual. Gaya belajar ini mempunyai ciri-ciri yang berhubungan dengan gambar. Anak mudah mengingat dari apa yang dilihat, lebih suka membaca, berbicara dengan tempo yang cukup cepat, dan juga suka menggambar apapun di kertas.

Baca Ini Juga Yuk: Manfaatkan 'Serious Games' untuk Pembelajaran Anak Usia Dini

Dari ciri-ciri tersebut, anak dengan gaya belajar visual perlu difasilitasi dengan media pembelajaran yang sesuai. Contohnya yaitu belajar dari gambar, foto, atau video, dan juga menggunakan peta pikiran atau mind mapping. Tentunya hal ini akan lebih disukai anak-anak dengan gaya belajar visual.

"Ini berarti gaya belajar yang mendominasi di siswa tersebut adalah gaya belajar visual, dari situ bapak ibu bisa memberikan pendekatan bahwa belajarnya berarti dari gambar foto atau video, akan lebih cepat mengingatnya nih," tutur Arief.

Selanjutnya, yang kedua adalah gaya belajar auditori. Gaya belajar ini dapat dikenali lewat anak-anak yang suka mengingat sesuatu dari apa yang didengar, senang mendengarkan, dan biasanya merupakan pembicara yang fasih.

Media pembelajaran yang cocok dengan gaya belajar auditori adalah dengan menghadirkan suara atau musik selama belajar. Penjelasan materi juga bisa diberikan lewat rekaman, dan membaca buka sambil diucapkan atau disuarakan. Anak-anak dengan gaya belajar auditori juga akan senang belajar bersama teman dan berdiskusi.

"Senang membaca dan mengeluarkan suara atau menggerakan bibir, meskipun dibaca dalam hati gitu kadang anak bibirnya bergerak, kemudian kadang bahkan keluar suaranya, padahal perintahnya baca dalam hati," jelas Arief.

Lalu gaya belajar yang ketiga adalah gaya belajar kinestetik. Anak-anak dengan gaya belajar ini lebih suka belajar dengan metode praktik dan menggerakan anggota tubuhnya. Saat berkomunikasi banyak menggunakan isyarat gerak tubuh dan juga menghafal dengan cara berjalan atau melihat.

Dengan gaya belajar kinestetik, media pembelajaran yang cocok tentunya dengan berbagai macam praktik yang dilakukan. Contohnya dengan menggunakan pembelajaran eksperimen, memanfaatkan multimedia interaktif, dan belajar sambil melibatkan gerakan seperti menjentikkan jari atau berjalan.

"Saat berkomunikasi banyak bergerak nih, kadang yang dewasa pun masih terlihat banget ya, sambil ngomong seperti ini tangannya bergerak, kalau gak bergerak itu rasanya ada yang kurang," ucap Arief.

Setelah diberikan penjelasan tersebut, TemanBaik tentunya dapat lebih mengenal gaya belajar mana ya yang lebih cocok untuk  TemanBaik maupun anak-anak. Tetapi yang perlu diingat bahwa setiap orang itu unik, begitu pula dengan gaya belajarnya. Bisa saja gaya belajarnya lebih dominan hanya di satu gaya, atau bahkan bisa perpaduan antara dua atau lebih gaya belajar.

Hal yang penting adalah TemanBaik atau kalau kamu yang sudah mempunyai anak, adalah anak menyukai proses belajar tersebut, agar berkembang dan menjadi lebih baik lagi ke depannya. Semangat untuk terus belajar ya, TemanBaik!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Josh Applegate

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler