Begini Kiat Sederhana Redakan Stres Menurut Ahli

Bandung - TemanBaik, menjalani rutinitas yang padat bisa saja jadi pemicu munculnya stres dalam diri. Dampak dari stres ini cukup bahaya dan enggak bisa dianggap sepele loh!

Stres itu sendiri dapat digambarkan sebagai suatu kondisi tegang atau terasa ada beban yang membuat sejumlah anggota tubuh, dan bahkan mungkin seluruh tubuh kita terasa tidak nyaman. Hal itu adalah reaksi tubuh yang umum dirasakan ketika seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau perubahan.

Terkait stres ini, Dr. Mely Latifah selaku Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia menjelaskan stres merupakan hasil persepsi seseorang terhadap kondisi yang dinilai melebihi batas kemampuan diri untuk dapat mengatasinya. Kejadian-kejadian dalam kehidupan seperti pekerjaan, kematian, perceraian, kekerasan, bencana, paceklik, pemutusan hubungan kerja (PHK), konflik, kemacetan, dan kejadian menekan lainnya dapat menjadi sumber stres.

Nah, ia melanjutkan paparan stres dalam jangka panjang dapat merusak sistem saraf simpatik yang bertugas mengendalikan detak jantung, pernapasan, keringat, aliran darah, kekuatan otot, dan kegiatan mental serta melemahnya sistem kekebalan. Dampak negatif dari stres itu sendiri dapat menjadi penyebab langsung berbagai penyakit seperti mag, flu, penyakit kardiovaskular, kanker, dan mempercepat penuaan.

"Stres dapat membuat kinerja buruk, tidak produktif, bahkan memicu berbagai macam penyakit. Ada banyak bukti ilmiah bahwa dalam jangka panjang, stres berdampak buruk bagi kesehatan," terangnya.

Baca Ini Juga Yuk: Meminta Maaf Lewat Grup WhatsApp, Tepat Enggak Ya?

Sebagai informasi penting, Mely menganjurkan saat kamu mengalami stres, jangan biarkan hal tersebut berlarut-larut, apalagi sampai bertumpuk dengan stres-stres yang datang kemudian. Agar jiwa dan raga sehat, segera tanggulangi stres dengan menyadari bahwa kamu sedang mengalami stres. Kemudian coba untuk menganalisis sumber penyebab masalahnya.

Apabila stres sudah menggganggu rutinitasmu, maka sudah waktunya kamu mengambil tindakan mengatasi masalah penyebab stres agar bisa terbebas dari belenggu tersebut. Tetapi, bagaimana jadinya ya jika masalah tersebut tidak bisa diatasi?

Menurut Mely, pergeseran cara pandang terhadap situasi dengan melihatnya dari sisi positif bisa jadi salah satu solusi. Kegiatan relaksasi seperti beribadah, berdzikir, meditasi, mendengarkan musik, mandi air hangat, serta latihan pernafasan menurutnya dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan perasaan terancam, takut, cemas, dan emosi negatif. Melakukan hobi juga dapat membuat pikiran lebih rileks.

"Respons fisik terhadap stres dapat dikelola dengan melakukan olah raga, makan makanan yang sehat dan bergizi, serta istirahat yang cukup," jelasnya.

Hal-hal sederhana di atas bisa disebut sebagai pertolongan pertama saat stres mulai menerpamu. Namun, tentu saja ada tingkatan stres yang juga begitu tinggi sehingga kiat-kiat sederhana tadi belum begitu membantu meredakan stresmu. Kalau sudah begini, bagaimana ya?

Jalan terakhir yang bisa kamu ambil ialah jangan ragu mencari dukungan profesional. Kamu bisa memulainya dari level keluarga, rekan, atau ahli di bidang konseling kesehatan mental.

TemanBaik, mengejar dan terus berlari mungkin adalah bagian dari takdir sebagai manusia di usia produktif. Namun, yang terpenting dari proses menjalankan peran sehari-hari adalah menjaga dirimu sendiri. Sebab kalau dampak stres sudah menggerogoti diri kita, yang rugi tetaplah kita sendiri. Yuk, redakan stresmu!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Nik Shuliahin


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler