Kuasai Bidang Ini Kalau Enggak Mau Tergilas Zaman!

Bandung - TemanBaik, di dekade 2020-an ini ada banyak sekali pergeseran kebutuhan untuk bisa bertahan hidup. Jika dulu kita hanya perlu satu kemampuan mendalam di satu bidang, kini, kemampuan tersebut perlu dibarengi dengan satu peluru ampuh: teknologi.

Ya, hal ini memang terdengar sepele, namun dampaknya luar biasa sekali. Sebagai contoh: sepuluh tahun lalu, seorang pengemudi ojek saja misalnya, ia hanya perlu kemampuan mengendarai sepeda motor agar bisa tetap menyambung hidup dengan cara 'ngojek'. Namun sekarang, kita tahu sendiri bahkan level kebutuhan paling mendasar seperti transportasi ojek sudah dijejali oleh teknologi.

Terkait kemampuan teknologi yang mutlak kamu kuasai, hasil riset dari Youth Studies Centre (Yousure) FISIPOL UGM menunjukkan kondisi dunia kerja sudah mengalami perubahan atau beralih menjadi serba digital. Riset tersebut menunjukkan seseorang dengan keahlian teknologi digital lebih mempunyai peluang untuk mendapatkan pekerjaan ideal di masa depan ternyata lebih tinggi.

Presentase angka kemungkinannya mencapai 55,7 persen. Bahkan, angka tersebut lebih tinggi daripada hasil riset yang menyebut modal sosial dan ekonomi sebagai varibel yang menentukan untuk mendapatkan pekerjaan yang ideal di masa depan. Variabel tersebut mencapai angka 53,2 persen, tertinggal cukup tipis.

Baca Ini Juga Yuk: Begini Cara Tepat Menghadapi Rasa Ketidakpercayaan Diri

Lalu, bagaimana sih kesiapan anak muda Indonesia terkait pergeseran kebutuhan ini? Riset kolaboratif Yousure FISIPOL UGM juga mengungkap kaum muda Indonesia ternyata cukup memiliki optimisme yang tinggi dalam menghadapi dunia kerja digital tersebut. Peneliti Yousure sekaligus dosen Departemen Sosiologi UGM, Oki Rahadianto, mengungkapkan mayoritas kaum muda Indonesia optimis bahwa dunia kerja digital dapat mereka hadapi dan berpeluang untuk menembus kesenjangan dalam masyarakat.

Secara teknis, Oki juga memaparkan beberapa peran yang perlu dilakukan anak muda Indonesia, agar bisa mendapatkan pekerjaan di masa depan dan enggak tergilas oleh zaman. Setidaknya, ia menyebut ada tiga peran yang bisa kita lakukan.

Pertama-tama, sebagai kaum muda, kita perlu untuk mengeksplorasi lebih jauh keahlian-keahlian yang diperlukan dalam dunia digital. Selain itu, kaum muda juga dituntut untuk memperluas jaringan sosialnya. Tidak hanya dalam lingkup nasional, kaum muda diharapkan dapat memperluas modal sosialnya sampai kepada lingkup global.

Terkait memperluas jaringan, hal ini senada dengan pernyataan Nyarwi Ahmad selaku peneliti Indonesia Presidential Studies sekaligus dosen Departemen Ilmu Komunikasi di FISIPOL UGM. Berkaca pada hasil riset yang menempatkan modal sosial dan ekonomi sebagai variabel yang tertinggal tipis di bawah modal kemampuan digital. Nah, modal sosial dan ekonomi ini bisa didapat dari jaringan yang kita kembangkan dalam menjalani pekerjaan dan kehidupan.

"Kalau tidak ada modal ekonomi, tidak ada modal sosial, maka peluangnya itu (mendapatkan pekerjaan ideal) makin mengecil,” tutur Nyarwi.

Terakhir, sebagai kaum muda, kita juga didorong untuk menjalin solidaritas sosial secara global. Aplikasinya adalah dengan berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat dunia. Namun sebelum menuju yang terakhir, rasanya sih yang paling mudah dijangkau dan dilakukan di tahap individu adalah dengan mempelajari teknologi dan memperluas jaringan terlebih dahulu. Dengan begitu, aplikasi di poin terakhir bisa kita lakukan dengan maksimal.

TemanBaik, zaman memang sudah berubah. Sekeras apapun tuntutan untuk beradaptasi, jangan pernah takut untuk tumbuh ya! Semangat selalu!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Maxim Hopman


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler