Media Sosial Branding, Cara Kenalkan Diri di Era Digital

Bandung - TemanBaik sepertinya sudah sering mendengar istilah personal branding atau memperkenalkan citra diri pada orang lain. Tentu hal ini penting untuk dilakukan agar orang lain dapat mengenal diri kita seperti apa yang kita inginkan. 

Memperkenalkan dan membangun citra diri melalui personal branding merupakan usaha yang dilakukan secara sadar dan disengaja untuk mempengaruhi persepsi publik tentang diri kita dan juga memposisikan diri sebagai orang yang berkompeten di bidangnya. 

Melakukan personal branding secara sadar, disengaja, dan terkonsep perlu dilakukan agar kita tahu sejauh mana citra diri yang dibangun sudah sesuai dengan harapan. Tidak hanya itu, personal branding yang baik dan maksimal juga akan membantu TemanBaik terlihat menonjol secara positif dan siap bersaing dengan orang lain. 

Di sisi lain, perkembangan teknologi yang membuat kita memasuki era serba digital rupanya juga memberikan pengaruh bagaimana sebaiknya personal branding dilakukan loh, TemanBaik. Nah, sudah tepat atau belum ya personal branding kita di era digital ini?

Mahasiswa Manajemen Bisnis ITS membuat acara 'Brave Improve 2021' (31/5) dan mengangkat tema 'A Guide To Brand Building and Development' untuk membahas lebih jauh soal digital personal branding nih, TemanBaik. Yuk, kita cari tahu!

"Di era digital ini penting untuk membangun media sosial branding, karena siapa saja boleh dan bisa membangun personal branding. Tapi tetap harus dilakukan dengan usaha, konsisten, dan terkonsep dengan sadar," papar Zata Ligouw, seorang praktisi dan pembicara digital personal branding. 


                                          Foto: Tangkapan layar Brave Improve 2021: 'A Guide To Brand Building and Development

Baca Ini Juga Yuk: Boat Tails, Desain Unik dan Luar Biasa dari Rolls-Royce

Media sosial branding menjadi penting karena saat ini di Indonesia pengguna internet aktif media sosial meningkat, apalagi semenjak kondisi pandemi. Bahkan generasi usia 50 hingga 65 tahun dan ibu rumah tangga semakin tanggap digital dan turut mencari informasi di dunia digital.

Tidak hanya itu, hasil survei theAsianParents tahun 2018-2019 terhadap 1000 ibu milenial di lima kota besar Indonesia menunjukkan 98 persen ibu milenial memutuskan membeli barang atau menggunakan jasa karena rekomendasi yang mereka lihat di internet loh, TemanBaik.

Melihat fakta yang ada soal terus meningkatnya penggunaan media sosial,  sayang sekali kan jika kita tidak memanfaatkan media sosial dengan baik?

Strategi awal yang bisa dilakukan untuk membuat media sosial branding adalah dengan memilih medianya terlebih dahulu. Dari banyaknya media sosial yang ada, TemanBaik bisa menentukan beberapa media sosial yang paling disukai dan sesuai dengan diri. 

"Media sosial apapun yang terbukti stabil untuk melakukan personal branding, sesuai denganmu, dan kamu suka menggunakannya, manfaatkan saja semaksimal mungkin. Lalu buat konsep, tujuannya apa dan ingin dikenal seperti apa?" terang Zata. 

                                                Foto: Tangkapan layar Brave Improve 2021: 'A Guide To Brand Building and Development

Setelah memilih media sosial yang cocok, strategi selanjutnya adalah menentukan USP atau Unique Selling Proposition. Menurut Zata ini dapat membuat personal branding yang kita bangun lebih panjang umur. 

USP bisa disesuaikan dengan hal-hal yang membuat diri berbeda dengan orang lain, nilai jual, hingga keunikan. Bagi Zata, USP juga akan membuat diri lebih dikenal. Bahkan ketika orang lain mendengar satu atau dua kata yang berhubungan dengan citra diri kita, kitalah yang mereka ingat. 

Selain itu, TemanBaik juga perlu ingat bahwa melakukan personal branding termasuk media sosial branding tidak harus menunggu sukses, memiliki pekerjaan, atau memiliki jumlah pengikut yang banyak di media sosial. Tapi bangunlah personal branding sedini mungkin sesuai dengan dirimu saat ini. 

Jika bicara soal media sosial, tentu jumlah pengikut suatu akun tak jarang menjadi perhatian. Tapi sebenarnya kita tidak perlu jumlah pengikut yang banyak untuk memulai media sosial branding kok TemanBaik. 

"Kalau dengan 2000 pengikut kita tidak berhasil menjual produk, kemungkinan saat 10.000 pengikut  juga tidak bisa melakukannya. Cek kembali produknya, target pasar, dan strategi branding. Kalau bicara soal personal branding berarti produknya adalah diri sendiri," tambah Zata. 

Memperkenalkan diri sebagai orang yang serba bisa di media sosial juga tidak salah loh, TemanBaik, tapi tentu hal ini juga butuh strategi. Pastikan dirimu terlihat menjadi orang yang serba bisa tapi tetap fokus mengerjakannya, bukan setengah-setengah.

"Jadi kalau unggah tentang suatu hal di media sosial hari ini, jangan unggah hal lain di hari yang sama. Beri jeda. Jangan sampai orang lain belum sadar keahlian kita di suatu bidang, sudah ditumpuk lagi sama bidang lain," ujar Zata. 

Nah, sekarang TemanBaik sudah tahu kan soal pentingnya hingga bagaimana strategi membangun personal branding di era digital melalui media sosial? Jadi, yuk mulai manfaatkan media sosial sebagai wadah untuk mengenalkan diri lebih luas!  

Foto: Ilustrasi Unsplash/Nathan Dumalo

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler