Sedang Merintis Bisnis? Ini Cara Jitu Agar Bisnismu Makin Dikenal

Bandung - TemanBaik, adakah diantara kamu yang berkeinginan untuk memiliki bisnis sendiri, atau bahkan ada yang sudah mulai merintisnya? Wah, tentu banyak hal yang perlu dipersiapkan ya! Termasuk cara membangun dan memperkenalkan citra produk agar dikenal hingga diminati masyarakat. 

Branding atau pencitraan menjadi suatu hal yang lekat untuk produk atau layanan yang kita tawarkan pada orang lain. Awalnya branding berawal dari kata brand yang dahulu dilakukan oleh para peternak dengan menyematkan ikon peternakan mereka kepada hewan ternak miliknya sebagai tanda agar tidak tertukar satu sama lain. 

Seiring berjalannya waktu, branding diartikan bermacam-macam. Ada branding untuk diri sendiri hingga untuk sebuah produk. 

Dari dunia pemasaran, menurut Seth Godin brand bukan hanya mengenai nama produk atau layanan, atau hanya sebatas logo. Tapi brand adalah kesatuan yang berisi ekspektasi, memori, cerita, dan hubungan dengan pelanggan untuk membantu mereka memilih produk atau layanan dan mudah membedakan dengan produk lain yang serupa. 

"Saat kita memilih produk atau layanan, cara kita menentukan pilihan itu berhubungan sama ekspektasi, memori, cerita, dan hubungan yang terjalin. Penting brand tahu apa yang dibutuhkan dan diinginkan pelanggan," ujar Lydia Maria dalam acara Brave Improve 2021: 'A Guide to Brand Building and Development'. 

Baca Ini Juga Yuk: Media Sosial Branding, Cara Kenalkan Diri di Era Digital

Nah, untuk TemanBaik yang memiliki ketertarikan di bidang bisnis, Lydia Maria, seorang Brand Marketing Manager Traveloka punya tipsnya nih untuk membangun branding pada bisnismu!

Pertama, kenali diri. Sebelum membangun bisnis, tanyakan pada dirimu soal produk atau layanan apa yang hendak dibuat, masalah yang hendak dipecahkan dari masyarakat, hingga sejauh mana kemampuan yang kita miliki. 

"Bisa dimulai dengan buat bisnis model canvas, riset, ngobrol sama kenalan atau sekitar. Misal tertarik di bidang kuliner, nah mereka suka makanan seperti apa? Sekarang trennya gimana? Punya bisnis harus kreatif dan reflektif," ujar Lydia 

Bagi Lydia, membangun bisnis sama seperti membesarkan seseorang. Perlu membentuk cara pikir, penampilan, cita-cita, hingga dapat dibangun dari sebuah cerita atau pengalaman kita.

Kedua, ketahui target pelanggan. Dalam tahap ini TemanBaik bisa melakukan komunikasi dan riset pada calon pelanggan. Saat hendak membangun bisnis, kita tidak boleh hanya terpaku pada keinginan diri sendiri. Menurut Lydia membangun bisnis adalah sebuah proses, tidak instan. 

"Setelah tahu kita mau buat apa, cari tahu pelanggannya merasakan hal serupa atau itu cuma ada di otak atau perasaan kita," ujar Lydia. 


Melakukan riset pasar tidak melulu harus dengan penelitian besar yang dilakukan berbulan-bulan kok, TemanBaik. Jika kamu tidak bisa melakukan riset sebesar itu, mulailah dari riset kecil dengan bertanya ke 5 hingga 10 orang terdekat. 

Tapi, jangan cepat puas ya! Setelah mendapat validasi pikiranmu dari orang terdekat, coba lihat langsung keadaan sebenarnya di lingkungan sekitar. Selain itu, rajinlah membaca penelitian yang sudah ada sebagai tambahan referensi. 

Ketiga, fokus. Saat membangun bisnis dan melakukan branding, TemanBaik perlu mengetahui apa saja yang akan dikerjakan. Salah satu cara membangun fokus adalah dengan memiliki brand foundation

Brand foundation merupakan gabungan antara visi, janji, dan personal diri yang kita pegang dalam berbisnis yang digabungkan dan dicocokan dengan ide, kebutuhan, hingga permasalahan yang dihadapi pelanggan. 

"Brand foundation juga mempengaruhi bagaimana kita mengkomunikasikan produk atau layanan kepada pelanggan," tambah Lydia. 

Keempat, perencanaan terintegrasi. Dalam tahap ini TemanBaik bisa menggunakan rumus AIDA atau Awareness, Interest, Desire, dan Action. Hal ini dilakukan untuk membuat strategi agar produk kita dikenal oleh masyarakat. 

Awalnya TemanBaik bisa membuat khalayak mengetahui soal bisnis yang kita jalani, setelah itu buatlah mereka tertarik dengan ingin mengetahui lebih jauh soal produk atau layanan yang ditawarkan. Setelah pelanggan merasa tertarik, buat mereka memiliki keinginan untuk membelinya. 

"Hal penting yang harus disiapkan dalam tahap desire adalah menyiapkan wadah untuk memudahkan pelanggan melakukan pembelian. Misal ada Instagram tapi gak ada cara pesannya, itu akan mempersulit untuk beli," ujar Lydia. 

Setelahnya barulah tahap action dimana kita bisa membuat pelanggan untuk terus membeli produk atau menggunakan layanan dari bisnis kita. Tahap ini bisa diperkuat dengan adanya testimoni dari pelanggan lain atau penawaran promo.

Kelima, kolaborasi. Menurut Lydia, baik bisnis dengan merek kecil hingga yang sudah ternama tentu tidak bisa bergerak sendirian. Penting saat menjalankan usaha untuk tidak malas berteman dan berkolaborasi.

"Contohnya Traveloka ada clean partners yang bekerja sama dengan hotel untuk menyediakan layanan lebih bersih dan memperhatikan protokol kesehatan. Kolaborasi membuat kita gak menceritakan brand sendirian," cerita Lydia. 

Keenam, eksekusi dan lakukan pengukuran. Tentu segala strategi bisnis yang kita buat tidak akan menghasilkan apapun jika tidak dicoba, bukan? Maka jangan ragu untuk coba mengeksekusinya ya!

Selain itu, rutinlah mengukur setiap hal yang TemanBaik lakukan. Misal melihat keberhasilan konten branding di media sosial hingga hasil penjualan. 

Ketujuh, evaluasi. Segala yang kita lewati saat menjalankan bisnis harus diperhatikan dan dievaluasi, baik hal baik atau buruk, hingga untung atau rugi. Hal ini membuat kita lebih tahu apa yang sudah baik, harus ditingkatkan, hingga dihentikan saat membangun bisnis. Termasuk dalam setiap upaya branding yang dilakukan. 

Ketujuh tips yang disampaikan Lydia dapat memberi gambaran jika menjalankan, membangun, hingga membuat bisnis yang kita rintis dikenal oleh masyarakat luas memang membutuhkan proses. 

Nah, jangan lupa juga untuk terus mengasah kreativitas TemanBaik dalam proses branding tersebut ya!

Foto: Tangkapan layar Brave Improve 2021: 'A Guide To Brand Building and Development' / Irsya Kireina

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler