Makin Nyaman Tinggal di Bumi dengan Gaya Hidup Berkelanjutan

Bandung - TemanBaik, 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Sebagai penduduk bumi yang ingin hidup nyaman, seperti apa sih kita menyambut perayaan ini?

Tema untuk Hari Lingkungan Hidup Sedunia edisi 2021 yakni Restorasi Ekosistem. Melansir dari situs resmi UNEP, Pakistan bakal bertindak sebagai tuan rumah di Hari Lingkungan Hidup atau World Environment Day tahun ini. Pada perayaannya, bakal diluncurkan pula Dekade PBB tentang Restorasi Ekosistem.

Restorasi ekosistem yang dimaksud dapat diaplikasikan ke dalam beberapa kegiatan, mulai dari: menanam pohon, melakukan penghijauan kota, melakukan pembersihan lingkungan, mengubah pola makan atau membangun generasi yang lebih mencintai alam. Pada dasarnya, restorasi ini bermakna mengembalikan. Sudah terlalu lama pola hidup enggak sehat terjadi di dalam tubuh bumi, sehingga perlu ada penyetelan ulang agar setelan bumi kembali ke setelan ternyamannya seperti sediakala.

Hal ini berlaku bagi kita semua, orang yang tinggal baik itu di pedesaan, apalagi perkotaan. Kita berperan penting dalam proses restorasi tersebut. Cara dan aksi yang bisa kita lakukan pun relatif sederhana. Pertanyaannya: mau enggak kita memulainya?

Nah, memangnya gaya hidup seperti apa sih yang bisa membantu proses restorasi tersebut? Simak ulasan kami di bawah yuk!

Bijak Saat Belanja (Sustainable Shopping)
Enggak bisa dipungkiri, belanja adalah salah satu kebutuhan utama kita. Belanja yang dimaksud bisa belanja bulanan, atau belanja instan yang dilakukan setiap hari.

Kendati demikian, di sisi lain data dari greenation.org menunjukkan Indonesia menghasilkan estimasi 64 juta ton sampah setiap tahunnya dengan masing-masing 60% dari sampah organik dan 15% dari plastik; bahkan mencapai 67.8 juta ton pada tahun 2020. Waduh, bagaimana dong?

Baca Ini Juga Yuk: Jadi Pesepeda Keren dengan Perhatikan 4 Hal Ini Ya!

Langkah yang tepat untuk menyayangi lingkungan bisa dimulai dari bijak berbelanja. Bijak saat berbelanja dapat diaplikasikan ke dalam beberapa #KebiasaanBaik, misalnya dengan membawa kantong belanja yang dapat digunakan berkali-kali (reusable) saat belanja di supermarket, membawa tempat makan dan botol minum (tumbler) sendiri saat belanja di restoran.

Selain itu, kita juga bisa mulai memilah tempat belanja kebutuhan. Caranya antara lain dengan memilih tempat belanja grosir yang mengusung konsep minim sampah (less waste).

Tekan Sampah Rumah Tangga (Sustainable Home)
Sampah memang enggak bisa dilepaskan dari hidup kita. Sebagai makhluk hidup, otomatis kita menghasilkan sampah. Secara khusus, produksi sampah di level rumah tangga masih jadi sorotan besar, karena turut menyumbang angka terhadap produksi sampah skala lebih besar lagi.

Konsep sustainable home yang belakangan sedang populer ini salah satunya terkait dengan produksi sampah rumah. Ya, rumah yang sustainable identik dengan produksi sampah yang minim. Memangnya, bagaimana sih cara untuk mencapai level sustainable home tersebut?

Walau sudah banyak dan sering dibahas, kami mau mengingatkan lagi deh. Biar kamu ingat dan mulai mencobanya. Pertama, kita bisa menekan sampah dengan membuat makanan berjumlah moderat untuk menghindari makanan berpotensi terbuang dan mubazir. Lalu, kita bisa memulai pengomposan dari limbah organik di rumah.

Ketiga, yuk lakukan pemisahan sampah sedari level rumah. Pemisahan ini bisa diaplikasikan menjadi tiga kategori; sampah organik (sisa makanan), sampah anorganik (kertas, plastik, kardus), dan sampah bahan berbahaya dan beracun (baterai, obat-obatan, minyak, kabel, dan cat). Jangan lupa, ingatkan petugas sampah di wilayah kita supaya enggak menyatukan lagi sampah yang sudah kita pisahkan.

Tekan Emisi Kendaraan (Sustainable Commuting)
Polusi udara juga menjadi salah satu perhatian bagi lingkungan hidup. Polusi udara ini disumbang dari penggunaan kendaraan pribadi yang cukup tinggi.

Menjawab solusi tersebut, penggunaan transportasi umum boleh jadi sebuah solusi. Untuk jarak tempuh yang lebih dekat, kamu bisa berjalan kaki atau cukup dengan bersepeda saja. Ada di antara kamu yang sudah melakukannya? Jika ada, salut. Terima kasih, ya.

TemanBaik, penerapan gaya hidup sustainable (berkelanjutan) di kota-kota besar bisa menumbuhkan semangat baru dalam merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tiap orang bisa memulainya dari rumah masing-masing, bahkan dari dirinya masing-masing. Termasuk kamu.

Yuk, jadikan Hari Lingkungan Hidup ini sebagai perayaan untuk kita bersama. Perayaan untuk hidup lebih lama dan lebih nyaman lagi di bumi ini. Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia!

Ilustrasi: Unsplash/John O’Nolan

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler