Suka Konsumsi Jamu? Ini Fakta Soal Jamu yang Perlu Kamu Tahu!

Bandung - TemanBaik, Indonesia merupakan negara yang kaya akan rempah. Hingga saat ini pun kekayaan rempah masih sering kita manfaatkan. Mulai dari menambah cita rasa masakan, untuk kesehatan, hingga rempah yang diolah menjadi minuman tradisional asal Indonesia yaitu jamu. 

Siapa diantara TemanBaik yang suka atau bahkan sudah rutin mengonsumsi jamu? Wah, itu hal baik! Karena jamu sebagai obat tradisional Indonesia ini memiliki banyak manfaat jika rutin dikonsumsi dengan cara yang tepat.

Tapi jangan cuma jadi penikmat tanpa punya pengetahuan soal jamu dong, TemanBaik. Yuk kita intip obrolan Beritabaik.id bersama Shella Alfiana, pencinta jamu sekaligus pemilik kafe jamu Mahidana soal ragam fakta menarik seputar jamu!

Pertama, masih banyak rempah yang bisa diolah. Bicara soal jamu tentu berkaitan dengan kekayaan rempah di Indonesia. Mungkin saat kata jamu disebut, nama rempah yang muncul dibenak TemanBaik adalah kunyit, jahe, temulawak, kayu manis, atau kecombrang.

Tapi nyatanya banyak loh rempah yang namanya masih asing saat didengar tapi memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Sebut saja akar sidaguri. Menurut berbagai penelitian, rempah ini bagus untuk asam urat. 

Namun ternyata belum banyak yang tahu dan memanfaatkan akar sidaguri, TemanBaik. Bahkan karena bentuknya yang seperti ilalang, membuat akar sidaguri terbuang begitu saja.



Baca Ini Juga Yuk: Tatar Taruwanoja, Rumah Impian Pendamba Kenyamanan

Contoh rempah lain yang memiliki khasiat namun belum banyak diketahui adalah antehai. Walau bentuknya kecil, antehai bagus untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan. 

"Biji antehai ini direbus, kulitnya dilepas, dan dalamnya dimakan. Ini bisa jadi obat batuk," ujar Shella.

Kedua, persepsi kurang tepat soal jamu. Menurut Shella, masih banyak orang yang berpikir untuk mengonsumsi jamu di waktu sakit atau ketika merasa tidak enak badan. Padahal jamu akan lebih menunjukkan khasiatnya bila rutin dikonsumsi sebagai upaya pencegahan terkena penyakit. 

Ketiga, bukan pengobatan instan. Jika TemanBaik mengonsumsi jamu ketika sakit dan berharap sembuh saat itu juga, sepertinya itu pemikiran yang kurang tepat. 

"Kalau masuk angin terus minum jamu dan langsung sembuh, itu gak bisa. Rutin minum dulu satu minggu misalnya, karena jamu termasuk obat herbal," terang Shella.


Keempat, waktu konsumsi. Agar khasiat jamu maksimal untuk tubuh kita, rupanya waktu meminum jamu pun harus diperhatikan loh. Seperti jahe yang umumnya diminum malam hari dengan tujuan menghangatkan tubuh, justru ternyata jahe hangat sebaiknya diminum saat pagi hari. 

"Kalau malam tubuh kita sudah mengeluarkan zat untuk menghangatkan tubuh. Kalau minum jahe di malam hari, bisa memicu panas dalam. Jahe baiknya diminum pagi hari dan bisa melancarkan metabolisme," ujar Shella. 

Kelima, kaya manfaat. Kita tentu sepakat ya, TemanBaik, jika setiap jamu yang dibuat memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh. Bahkan satu jamu bisa memiliki manfaat yang berbeda dengan jamu lainnya. 

Seperti kunyit asam yang dapat memperlancar sirkulasi darah, hingga beras kencur yang dapat meningkatkan nafsu makan dan imunitas tubuh. Selain itu ada juga daun kelor atau moringa yang akhir-akhir ini banyak digunakan, baik dibuat sayur atau bubuknya dibuat dalam campuran makanan dan minuman. 

"Per gram moringa ini sama dengan 4 kali vitamin wortel, potasium 3 kali lebih besar dari pisang, kalsium 4 kali dari susu, dan vitamin C 7 kali dari jeruk. Manfaatnya juga banyak, salah satunya menjaga kelembapan tubuh," terang Shella. 

Wah, ternyata banyak sekali ya fakta dan manfaat dari rempah dan jamu, TemanBaik. Beruntung sekali kita menjadi masyarakat Indonesia yang bisa dengan mudah mendapatkan dan merasakan berbagai rempah yang kaya manfaat ini. 

Oh iya, semua manfaat rempah tadi bisa TemanBaik nikmati dalam bentuk jamu yang rasanya enak dan menyegarkan di kafe jamu modern 'Mahidana' yang terletak di Ruang 8 Bandung loh.

Bukan hanya sekadar minum jamu, TemanBaik juga bisa mengetahui fakta dan manfaat menarik lainnya soal rempah dan jamu dengan cek Instagram @mahidanajamu ya! 

Foto: Ridzky Rangga Pradana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler