Yuk, Lebih Waspada! Hipertensi Bisa Terjadi pada Anak-Anak Loh

Bandung - TemanBaik, penyakit hipertensi atau dikenal juga dengan darah tinggi biasanya kita tahu hanya menyerang orang dewasa atau lansia. Namun, pada kenyataannya, penyakit hipertensi bisa terjadi sejak anak-anak. Bahkan, hipertensi anak bisa berlanjut hingga menjadi hipertensi saatdewasa.

Hipertensi anak bisa terjadi berdasarkan jenis kelamin, usia, dan juga tinggi badan. Perihal tersebut lebih lengkap dijelaskan oleh Dr. dr. Muhammad Heru Muryawan, SpA(K), Ketua Divisi Nefrologi Anak RSUP  Dr. Kariadi. Ia menjelaskan tentang hipertensi anak tersebut pada seminar kesehatan daring dengan tema 'Hipertensi pada Anak' beberapa waktu lalu.

Menurut Heru, ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan anak menderita hipertensi. Pertama adanya faktor keturunan, artinya dalam riwayat keluarga ada yang terkena hipertensi. Lalu  adanya penyakit jantung bawaan juga bisa menyebabkan hipertensi pada anak. Tentunya setelah menyadari hal tersebut, TemanBaik harus mulai menjaga kesehatan sejak dini.

Baca Ini Juga Yuk: Begini Kata Dokter tentang Cara Memberi Makan pada Anak-anak

Selanjutnya, kurang aktifitas juga bisa menyebabkan terjadinya hipertensi pada anak. Setidaknya gerakan sedikit tubuh setiap harinya, agar tetap sehat dan bugar. Sehingga bisa menurunkan risiko terjadinya hipertensi anak.

"Jadi kalau dari keluarga atasnya yang terkena hipertensi ya hati-hati, ada penyakit jantung bawaan, dan malas gerak ini juga menyebabkan risiko terjadi hipertensi," tutur Heru.


Lalu, konsumsi garam, lemak, dan gula yang berlebihan juga bisa menjadi salah satu penyebab hipertensi anak. Menjaga makanan agar selalu sehat dan bergizi adalah cara untuk menghindari hal tersebut.

Orang tua yang merokok atau di sekitar anak-anak juga dapat menjadi faktor risiko anak terkena hipertensi. Jadi, kepada orang tua untuk menghindari anak-anak ketika sedang merokok.

Kemudian, obesitas atau kegemukan bisa menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi anak, bahkan hal ini bisa dideteksi sejak baru lahir. Anak yang lahir dengan berat lahir rendah, kemudian mengalami kelebihan berat badan karena orang tua takut anaknya kekurangan gizi dan nutrisi.

"Hal yang harus hati-hati adalah bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah, kemudian diberikan asupan sampai mengalami kegemukan, itu sebagian besar di usia 6 tahun terjadi tekanan darah tinggi," jelas Heru.

Setelah mengetahui faktor risiko hipertensi anak tersebut, TemanBaik juga bisa melakukan pencegahan. Hal yang pertama dapat dilakukan adalah mulai waspada dan mengenali adanya faktor risiko tersebut pada anak-anak, seperti obesitas, riwayat keluarga, atau berat lahir rendah.

Untuk anak lebih dari 3 tahun, diusahakan untuk mengukur tekanan darah setahun sekali, hal ini agar TemanBaik bisa mengetahui bila terjadi gejala hipertensi pada anak. Selanjutnya yang harus diwaspadai juga adalah tanda-tanda penyakit ginjal, karena nantinya bisa berhubungan dengan hipertensi. Lalu, kurangi merokok dan konsumsi alkohol, lebih baik bila berhenti segera.

TemanBaik, menjaga kesehatan dan kondisi tubuh memang harus dilakukan sejak dini. Jangan sampai karena merasa masih muda, kondisi tubuh tidak dijaga sama sekali. Salah satu penyakit yang mengintai sejak anak-anak bahkan bukan penyakit ringan, tetapi penyakit hipertensi. Jadi, jaga terus kesehatan TemanBaik, dan cek kesehatan secara berkala bila perlu, ya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Aditya Romansa

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler