Sun Smile, Kreasi Unik Kelompok Usaha di Kota Baru Parahyangan

Padalarang - TemanBaik, pasti enggak asing dong sama bunga matahari? Di balik keindahannya, bunga yang identik dengan kartun Hamtaro ini bisa jadi sabun kesehatan kulit loh.

Menilik peluang tersebut, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Maju Bersama Sejahtera di Kota Baru Parahyangan membuat sebuah produk sabun mandi yang berbahan baku tanaman bunga matahari. Inovasi ini lahir berkat kerja sama Kota Baru Parahyangan bersama warga Kampung Cikande Desa Bojong Haleuang Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat dan hasil riset dari Universitas Padjadjaran.

Kreasi ini sudah berjalan sejak tahun 2018. Area yang semula dijadikan kawasan wisata swafoto ini kemudian dikembangkan oleh warga. Ya, dedaunan pohon bunga matahari yang sudah mengering kemudian diolah menjadi bahan baku sabun.


Saat dikunjungi Beritabaik.id, beberapa anggota KUBE Kota Baru Parahyangan sedang memproduksi sabun tersebut. Kebetulan, banyak pohon bunga matahari yang sudah mengering, sehingga bisa langsung dimanfaatkan menjadi bahan baku. Yoga Ginanjar, seorang warga yang merupakan anggota KUBE menjelaskan setidaknya perlu waktu 3 hingga 4 bulan untuk menghasilkan bunga matahari sebagai bahan baku sabun ini.

"Jadi, saat bunga mataharinya berkembang, area ini kita jadikan wisata selfie. Nah, saat sudah mulai kering, baru kita olah jadi bahan baku," terangnya.

Baca Ini Juga Yuk: Jangan Panik, Ini yang Sebaiknya Kamu Lakukan Jika Digigit Ular

Ia juga menambahkan keutamaan sabun ini untuk kesehatan kulit. Kandungan analgesik di dalam pohon bunga matahari itu sendiri punya keutamaan seperti menghilangkan flek hitam dan mempercepat penyembuhan luka di kulit. Testimoni dari pembeli yang disampaikan Yoga, setelah memakai produk ini, kulit mereka terasa lebih cerah.

Walau jumlahnya enggak terlalu banyak, Sun Smile dianggap punya pembeli loyal. Menurut Yoga, pembeli-pembeli tetap tersebut biasanya melakukan pemesanan ulang karena cocok dengan produk Sun Smile.

"Kalau produk organik mah, cara promosinya gini. Misalkan kamu pakai produk ini, terus kamu cocok sama produknya. Nah, kamu bakal cerita ke orang lain dan orang yang diceritain juga cocok, dia cerita lagi ke orang. Gitu terus, dari mulut ke mulut," terangnya.

Satu batang sabun seberat 30 gram itu dibanderol dengan harga Rp 18ribu per batangnya. Ada dua varian produk sabun bunga matahari ini. Varian pertama yakni original, dan yang kedua ialah rasa kopi. Wah, menarik juga ya!

Proses pembuatannya pun relatif simpel dan benar-benar menggunakan bahan-bahan organik. Jadi, setelah pohon bunga matahari itu mengering, daun-daunnya akan dicuci lalu dijemur ulang. Bahan baku yang telah tersortir tadi kemudian dihaluskan dan diramu di 'laboratorium' mereka.


Bahan organik campuran lainnya antara lain minyak zaitun, minyak sawit, minyak kelapa, dan madu. Ada opsi menambahkan kopi untuk dipakai pada varian kopi. Nah, bahan baku tersebut kemudian melalui serangkaian proses percetakan. Perlu waktu sekitar semalam untuk mengendapkan hasil cetakan bahan baku tadi untuk memperoleh hasil alami yang maksimal dalam proses pembuatannya.

Tidak hanya sabun mandi, Yoga menyebut dari satu pohon bunga matahari, ada lebih dari satu manfaat yang bisa kita dapatkan. Antara lain sebagai polinator yang dapat mengundang serangga baik seperti lebah (yang kemudian membantu penyerbukan), atau belalang sembah (sebab ia tidak makan daun, melainkan serangga yang bisa mengganggu tanaman). Selain itu, keindahan visual bunga matahari juga bisa menjadi nilai tambah yang membuat bunga ini menjadi spesial.

Kolaborasi dengan Warga Lokal
Letak geografis Kota Baru Parahyangan yang berada di antara 6 desa di Kabupaten Bandung Barat mendorong mereka untuk mendirikan kelompok usaha bersama yang nantinya bisa memajukan ekonomi warga di sekitar Kota Baru Parahyangan. 

Zaenudin selaku Pengelola Program CSR di Kota Baru Parahyangan menyebut Sun Smile itu sendiri merupakan pengembangan kolaborasi dengan warga Kampung Cikande Desa Bojong Haleuang Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Enggak hanya Sun Smile saja, beberapa produk juga lahir dari kelompok usaha bersama ini. Sebut saja budidaya lebah di Kampung Paseban dan pakan ternak di Desa Kertajaya. Kedua desa ini terletak di Kampung Cikande, Kabupaten Bandung Barat.

Berdirinya kelompok usaha bersama ini berangkat dari upaya Kota Baru Parahyangan dalam memberdayakan masyarakat di sekitar kawasannya. Ia menyebut, dengan hadirnya kelompok usaha bersama ini, warga di desa-desa sekitar Kota Baru Parahyangan dapat berdaya secara mandiri.

"Kolaborasi ini merupakan bantuan dengan masyarakat dalam bentuk community empowerment berbasis wirausaha. Jadi kita enggak hanya memberikan aset kepada masyarakat, tapi bagaimana masyarakat ini bisa berkembang," terang Zaenudin.


Saat ini, Sun Smile hanya bisa kita jumpai di beberapa titik penjualan di sekitar Kota Baru Parahyangan saja. Sebagai informasi, kita bisa mendapatkan produk ini dengan datang langsung ke KUBE. Sebenarnya, ada 12 titik penjualan Sun Smile yang bisa kita jumpai di Desa Bojonghaleuang. Namun, titik yang pasti menyediakan Sun Smile adalah di workshop KUBE itu sendiri.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk organik juga menjadi angin segar bagi produsen produk organik. Enggak bisa dipungkiri, meningkatnya pesanan bakal meningkatkan pula pundi-pundi yang didapat oleh workshop KUBE Ini.

"Kita harus perhatikan quality controlnya, karena ini produk organik. Penting banget aspek ini," kata Zaenudin.

Nampil di Pameran & Apresiasi Pemerintah
Zaenudin mengisahkan Produk Sun Smile beberapa kali di pameran. Salah satunya sebuah pameran UMKM tingkat Provinsi yang digelar di Kota Baru Parahyangan. Dalam pameran tersebut, produk ini mendapat apresiasi juara satu.

Apresiasi terhadap produk ini diharapkan enggak berhenti di situ saja. Ia juga berharap kolaborasi produk ini mendapat izin edar dari otoritas terkait, salah satunya Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Dengan begitu, Sun Smile bisa dinikmati oleh calon pembeli yang lebih luas lagi.

"Beberapa konsumen yang enggak masalah dengan izin edar, itu karena mereka percaya ini produk organik. Jadi enggak apa-apa," jelasnya.

Saat ini, mereka sedang mengikuti regulasi untuk mendapat legalitas tersebut. Zaenudin percaya, dalam waktu dekat ini Sun Smile sudah bisa dinikmati oleh lebih banyak orang lagi.

Oh ya, sebagai informasi jika kamu penasaran, kamu bisa cek Sun Shine, sabun dari bunga matahari ini di media sosial resmi mereka @kubesunsmilefamily di Instagram. Atau jika kamu lebih sering aktif di Facebook, kamu bisa mencari produk ini dengan kata kunci 'Sun Smile Kube Maju Bersama Sejahtera'.

Keren ya inovasi baru ini. Bagaimana, TemanBaik? Kamu penasaran untuk menjajal sabun dari bunga matahari ini?

Foto: Djuli Pamungkas/Beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler