Caution Fatigue, Fase Lelah yang Perlu di Waspadai saat Pandemi

Bandung - TemanBaik, pernah enggak sih merasa lelah sama keadaan dan berbagai aturan terkait protokol kesehatan selama pandemi? Nah, kondisi tersebut dinamakan fase caution fatigue alias kelelahan. Lalu, apa sih dampak negatifnya, dan bagaimana kita menghadapi situasi ini?

Psikolog Ajeng Raviando menjelaskan fase caution fatigue merupakan kondisi di mana individu sudah tidak bersemangat lagi, atau merasa jenuh mematuhi aturan kesehatan yang sudah ditetapkan. Hal ini dianggapnya terjadi karena selama masa pandemi, kita kerap dibanjiri banyak informasi yang berdampak terhadap kesehatan mental.

Dalam kondisi banjir informasi, otak manusia terus menerus diterpa ketegangan. Hal ini bisa menyebabkan manusia jadi bingung dalam menentukan prioritas dan akhirnya menjadi agak pasif.

"Kondisi kayak 'aduh, udah deh, kayaknya kendor prokes enggak apa-apa..' itu terjadi karena caution fatigue, itu hati-hati," terangnya dalam webinar #UntukJurnalisID yang digelar Maverick Indonesia bersama AJI Indonesia.

Enggak bisa dipungkiri, fase caution fatigue ini bisa membuat kita kecolongan dalam menaati protokol kesehatan. Dampaknya juga cukup serius loh. Jumlah penyebaran virus korona bisa meningkat karena lalainya kita terhadap protokol kesehatan.

Baca Ini Juga Yuk: Bersepeda Ternyata Bisa Bikin Bahagia Loh!

Lalu, bagaimana ya kita berhadapan dengan kondisi seperti ini? Soalnya, dampak kondisi ini cukup fatal loh.

Menurut Ajeng, proses mengolah informasi jadi kunci penting untuk mengatasi keadaan lelah atau caution fatique tadi. Ajeng memberi beberapa kiat sederhana supaya otak dan memori kita enggak kebanjiran informasi.

Pertama, kita perlu memilih informasi sesuai kebutuhan kita. Lalu, setelah itu, kita perlu mengecek kebenaran informasi dengan memastikan sumber referensi yang jelas dan kredibel. Selain itu, memahami informasi secara lengkap juga penting banget tuh. Oleh karenanya, sebisa mungkin bacalah informasi hingga tuntas atau hingga akhir.

Kiat berikutnya adalah menerapkan informasi dengan pertimbangan yang matang. Terakhir, yuk kita fokus pada hal yang bisa dikendalikan ketimbang mencemaskan hal yang ada di luar kontrol kita.

"Yuk, berpikir positif dan fokus sama hal-hal yang bisa kita kendaliin dulu aja," terang Ajeng.

TemanBaik, kebiasaan kecil seperti memilah informasi nampaknya bisa berdampak pada hal besar ya. Dengan pemilihan informasi yang bijak, maka kita bisa menerapkan gaya hidup yang sehat dan tepat dalam memerangi pandemi ini.

Walau peperangan dengan pandemi masih panjang, tapi kita enggak boleh kendor untuk saling mengingatkan dan saling menguatkan. Sebab, sekencang apapun, badai pasti akan berlalu. Yuk, semangat yuk!

Ilustrasi: Unsplash / Galen Crout

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler