Lebih Waspada dengan Kandungan Berbahaya dalam Kosmetik Ini Ya!

Bandung - TemanBaik, kosmetik sepertinya awam digunakan oleh sebagian besar masyarakat. Entah untuk perawatan dan melindungi kulit, mempercantik wajah, hingga mengubah penampilan. 

Namun ternyata penting loh untuk TemanBaik memperhatikan betul apa saja kandungan dalam kosmetik yang dipakai. Jangan sampai hanya membuat cantik sesaat tapi malah menyebabkan penyakit berbahaya saat dipakai jangka panjang. 

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan, kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap digunakan pada bagian luar badan, seperti bagian epidermi atau kulit terluar, rambut, kuku, bibir, organ kelamin luar, gigi, hingga rongga mulut. 

Anis Yohana, seorang dosen Farmasi Unpad memaparkan jika kosmetik digunakan untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi kulit supaya dalam keadaan baik, hingga memperbaiki bau. Namun perlu diingat, bahwa kosmetik tidak dimaksud untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit. 

"Kegunaan perawatan atau skincare itu seperti pemutih, UV filter, anti aging. Lalu ada kegunaan dekoratif seperti kosmetik mata yaitu eyeshadow, maskara, dan eyeliner. Biasanya formula untuk kosmetik mata ini lebih spesifik karena mata sensitif," ujar Anis dalam Webinar Beauty A+ with Skincare Literacy.


                                                            Foto: Tangkapan layar webinar Beauty A+ with Skincare Literacy

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Simak Ini Biar Perawatan Kulit Hasilnya Maksimal

Anis menambahkan dua kegunaan lainnya pada pemakaian kosmetik yaitu untuk melindungi kulit tetap baik seperti produk pembersih dan pelembab wajah, hingga sediaan mandi seperti sabun dan sampo. Selain itu ada pula kegunaan memperbaiki bau seperti deodoran dan parfum. 

Sayangnya masih banyak oknum yang bermain-main dengan formula atau kandungan kosmetik ini. Bahkan ada bahan berbahaya yang bisa memberi dampak buruk untuk kesehatan loh! Wah, apa saja ya bahan tersebut?

Pertama, merkuri. Umumnya kandungan merkuri terdapat dalam pemutih agar efek putih dapat ditimbulkan secara instan pada penggunanya. Merkuri merupakan bahan ilegal yang tidak boleh digunakan sekecil apapun jumlahnya. 

"Merkuri dapat mengganggu organ tubuh seperti otak, jantung, ginjal, paru, hingga sistem kekebalan tubuh. Jika dipakai dalam jangka panjang, dia akan ditimbun di tulang belakang dan dapat menyebabkan kanker sumsum tulang belakang," tegas Anis.

Kedua, hidrokinon. Sebetulnya bahan ini tidak seterlarang merkuri, TemanBaik. Penggunaannya masih diperbolehkan dengan syarat tidak melebihi 4 persen. Pemakaiannya juga harus dengan resep dokter, maksimal waktu pemakaian selama 6 bulan, dan digunakan malam hari. 

Penggunaan hidrokinon yang terlalu banyak juga berbahaya untuk kulit loh. Seperti dapat membuat kulit perih, memerah, kering, bahkan melepuh. Wah, berbahaya sekali ya, TemanBaik. 

Anis memaparkan bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokinon berlebih biasanya banyak digunakan dalam produk pemutih. Hal ini dikarenakan pemutih menjadi produk yang cukup banyak digemari masyarakat Indonesia. 

"Kenapa banyak dipakai pada pemutih karena kita di tropis sehingga risiko flek atau hiperpigmentasi lebih tinggi. Sehingga pemutih menjadi produk yang pemakaiannya berintensitas tinggi," jelas Anis. 

Ketiga, zat tambahan seperti pengawet dan pewarna yang tidak memiliki izin edar. Pewarna yang digunakan dalam kosmetik harus memiliki label CDC atau cosmetic and drug color. Sayangnya di luar sana masih banyak oknum yang menggunakan pewarna tekstil yang tentu sangat berbahaya bagi kulit. 

Sama halnya dengan pengawet. Jika kosmetik menggunakan pengawet tanpa izin edar biasanya kosmetik tersebut akan lebih tahan lama dan tidak cepat rusak. Memang kosmetiknya bisa lebih tahan lama, namun lama-kelamaan zat berbahaya tersebut akan tertimbun di hati dan dapat menyebabkan kanker. 

Tapi jangan khawatir dan justru menghindari semua kosmetik ya, TemanBaik. Sebab sebetulnya kulit kita butuh dirawat, dan tidak ada yang salah untuk tampil lebih cantik. Namun TemanBaik perlu cermat dan hati-hati dalam memilih produk kosmetik.

Mudahnya TemanBaik bisa membaca dan mencari tahu setiap kandungan dalam produk kosmetik yang digunakan dan yang terpenting adalah memastikan kosmetik tersebut terdaftar pada BPOM. 

"Kosmetik itu tidak hanya untuk cantik, tapi juga harus aman. Gimana agar aman? Hindari kosmetik dengan bahan berbahaya," tutup Anis. 

Saat ini ragam produk kosmetik semakin banyak, tapi sayangnya semakin banyak pula oknum tidak bertanggung jawab yang menjual kosmetik abal-abal. Jadi, kita yang harus pintar memilih dan berhati-hati ya, TemanBaik!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Sam Limon

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler