Jangan Panik! Lakukan Hal Ini saat Terpapar Virus Korona

Bandung - TemanBaik, enggak satupun di antara kita yang ingin menjadi penyintas atau terpapar virus korona. Namun, dengan hadirnya berbagai solusi, risiko keterpaparan itu masih tetap ada. Lalu, apa yang kita lakukan andai kata segala upaya maksimal sudah diterapkan, namun tetap si virus bersarang di tubuh, ya?

Belum lama ini, Beritabaik.id berdiskusi dengan Psikolog Ajeng Raviando. Dalam paparannya, ia menyebut hal pertama yang menyerang penyintas COVID ialah gangguan mental. Apalagi, jika sang penyintas telah melakukan segalanya untuk melawan virus.

Memang, segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk memenangi perang melawan virus ini. Upaya pembatasan sosial, penerapan protokol kesehatan, sampai vaksinasi sudah dijalankan. Meski begitu, enggak menutup kemungkinan nasib kurang mujur menghampiri siapapun. Bahkan, di media sosial belakangan ini muncul anekdot 'kalau sudah waktunya kena COVID, ya kena saja.'

Waduh, terus kalau memang 'giliran' kita yang kena, kita harus bagaimana ya?

"Saat terkonfirmasi positif (COVID-19), jangan langsung stres," terangnya.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Pentingnya Cerita, Data dan Fakta dalam Membuat Karya

Ia menambahkan, saat kita dilanda stres, imunitas dalam tubuh akan melemah. Ajeng menyimpulkan, serangan berikutnya yang patut diwaspadai adalah serangan mental yakni stres itu tadi. Oleh karenanya, tetap tenang dan menjaga kondisi mentalmu stabil adalah salah satu kuncian utama.

Hal berikutnya yang perlu kita lakukan adalah mencari 'obat jiwa' untuk menunjang kesembuhan. Obat jiwa yang dimaksud Ajeng ini enggak sulit banget untuk dilakukan kok. Caranya, cukup dengan olahraga atau membaca konten-konten humor agar kita terhibur selama 15 menit hingga setengah jam saja.

Sekali lagi Ajeng menekankan pentingnya kesehatan mental dalam 'peperangan' melawan virus ini. Oleh karenanya, memilih teman-teman yang berdampak positif juga penting banget. Hal ini berkaitan dengan kondisi di mana kita menghadapi stigma dan ucapan-ucapan orang di sekeliling mengenai keadaan kita.

"Dalam kondisi sedang diisolasi, upayakan menyaring informasi yang kita terima ya," pesannya.

Poin yang enggak kalah penting adalah optimisme. Ajeng menyebut, angka kesembuhan suatu negara melawan virus rata-rata berada di atas 90 persen. Jadi, ketimbang memikirkan hal yang belum tentu terjadi, ada baiknya data positif tersebut kita jadikan modal optimisme supaya mental kita sehat. Dengan mental yang sehat, ia optimis seganas apapun virus, kita pasti menang.

"Angka kesembuhan di Indonesia itu kalau saya enggak keliru ada di angka 92 persen. Jadi, enggak perlu risau," tambahnya.

Langkah terakhir menghabiskan masa isolasi adalah dengan mempersiapkan diri dan mental menghadapi stigma saat kita sudah bisa keluar rumah dan menikmati indahnya dunia kembali. Ajeng menggarisbawahi, penyintas dengan gejala berat kadangkala mengalami trauma pasca kejadian atau post traumatic syndrome. Nah, kalau sekiranya trauma ini terlalu mengganggu, kita bisa meminta bantuan profesional untuk lepas dari belenggu tak mengenakkan tersebut.

TemanBaik, jaga kondisi di manapun kalian berada ya. Sekarang, virusnya sedang membandel kembali nih. Kita juga enggak bosan-bosannya mengingatkan untuk senantiasa mematuhi anjuran pemerintah yang ada terkait pencegahan tersebarnya virus korona, antara lain dengan mengetatkan lagi disiplin mengenakan protokol kesehatan.

Sehat selalu untuk kamu, di manapun kamu berada.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Medakit Ltd

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler