Yuk! Hindari Dahulu Makan Bersama saat Pandemi

Bandung - Memberi suguhan terbaik kepada tamu yang berkunjung ke rumah sudah jadi tradisi. Tak jarang, tamu pun diajak makan bersama oleh penghuni rumah. Situasi ini bisa menambah hangat suasana dan keakraban.

Apalagi jika yang datang berkunjung adalah keluarga atau teman lama, makan bersama ini akan jauh lebih menyenangkan. Kamu merasakannya juga, kan?

Namun, di tengah pandemi COVID-19, makan bersama ini jadi hal yang perlu dihindari. Sebab, kegiatan penuh kehangatan ini bisa jadi sarana penularan COVID-19. Tentu kamu enggak mau terpapar, apalagi hanya gara-gara makan bersama, kan?

Kenapa perlu menghindari makan bersama? Sebab, kamu enggak pernah tahu jika orang yang kamu ajak makan makan bersama itu ternyata sudah terpapar COVID-19.

Baca Ini Juga Yuk: Kamu Punya Gejala Vitiligo? Hindari Hal Berikut Ini Ya!

Saat makan bersama, semua orang di meja makan atau di ruangan sama-sama melepas masker. Tak hanya makan, tentu kebersamaan ini biasanya diselingi dengan bincang-bincang. Dalam kondisi seperti itulah COVID-19 bisa menerjang.

Selain droplet dari mulut ke mulut, penularan bisa melalui benda yang ada di sekitar ruangan. Besar banget deh potensi penularannya dari makan bersama ini.

Hal inilah yang jadi salah satu penyebab melonjaknya kasus COVID-19 belakangan ini. Tahu kan jika beberapa waktu lalu adalah Idulfitri. Nah, saat Idulfitri inilah banyak yang menggelar jamuan atau makan bersama ketika berkunjung maupun dikunjungi.

Berawal dari hal ini, muncul klaster COVID-19 keluarga. Sebab, ketika ada yang terpapar saat makan bersama, tanpa sadar yang terpapar itu kemudian menularkannya lagi pada penghuni rumah lainnya.

Hal serupa juga bisa terjadi ketika seseorang makan bersama dengan orang lain di luar rumah, misalnya dengan rekan kerja. Alhasil, klaster keluarga ini semakin banyak karena seseorang membawa COVID-19 dari luar dan tanpa sadar menularkannya pada keluarga di rumah.

"Kenapa sekarang banyak yang muncul klaster keluarga? Biasanya kecolongan itu saat jamuan makan (atau makan bersama). Karena saat makan itu serentak membuka masker dan dalam waktu singkat virus itu bisa menular ke mana-mana," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung Yorisa Sativa.

Selain makan bersama, tentu ada faktor lain yang turut jadi penyebab meningkatnya kasus COVID-19. Hal yang paling utama adalah melonggarnya kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Jangan pernah merasa lelah menerapkan protokol kesehatan. Sebab, ancaman COVID-19 makin nyata. Lingkaran orang yang terpapar bahkan sudah semakin dekat denganmu.

Coba deh ingat-ingat setahun ke belakang, mungkin sangat jarang kamu mendengar orang yang kamu kenal terpapar COVID-19. Namun, sekarang lingkaran penularan makin kecil dan mendekat. Bahkan, bisa jadi kamu salah satu korbannya, termasuk kehilangan orang tersayang akibat virus ini.

Yuk! Sama-sama disiplin mencegah penularan dan penyebaran COVID-19. Sebab, untuk mengakhiri pandemi ini perlu langkah bersama semua pihak, termasuk kamu.

"Kita harus sama-sama mengingatkan agar jangan kendor menerapkan 5M ini," ajak Yorisa.

Selain itu, ia juga mengajak publik untuk mau divaksinasi. Jika kamu mendengar ada informasi soal vaksinasi, segera akses layanan tersebut. Sehingga, bakal semakin banyak orang terlindungi dari COVID-19 dan kekebalan kelompok tercipta sebagai cara mengakhiri pandemi.

Foto: Ilustrasi Pexels/August De Richelieu
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler