Cegah Dampak Negatif Aktivitas Daring dengan Cara Ini

Bandung - TemanBaik, berbagai aplikasi percakapan video jadi familiar bagi banyak orang sejak pandemi COVID-19 melanda. Aplikasi ini kerap dipakai untuk mengobati kangen, belajar, hingga menjalani bagian pekerjaan seperti rapat.

Namun, kegiatan daring menggunakan aplikasi video ini bisa membuat seseorang mengalami kejenuhan. Terkadang, penggunaan aplikasi tertentu disalahkan karena jenuh menggunakan aplikasi yang itu-itu saja.

Padahal, sebenarnya belum tentu loh seseorang itu lelah atau jenuh dengan aplikasi tertentu. Sebaliknya, yang bikin lelah justru aktivitas daring itu sendiri yang sudah terlalu banyak dilakukan.

Rasa lelah melakukan aktivitas daring ini ternyata bisa berkepanjangan. Bahkan, rasa lelah ini bisa memengaruhi kesehatan mental. Hal ini diulas pada kegiatan webinar 'Improving Mental Health: Overcoming Zoom Fatigue' dalam kegiatan METHADONE yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair).

Saat kesehatan mental terganggu akibat kelelahan, akan ada dampak yang dirasakan. Seseorang rentan merasa kehilangan motivasi, mati rasa, sensitif atau mudah marah, hingga mengalami gangguan tidur.

"Gangguan tidur biasanya dialami oleh mereka yang beraktivitas online di atas tempat tidur. Ini sangat enggak boleh. Ini akan mengganggu ritme gelombang otak. Otak kita akan bingung, tempat tidur itu untuk bekerja atau tidur?" ujar Consultation Liaison Psychiatrist dr. Santi Yuliani.

Santi menyarankan, meski aktivitas dilakukan daring, baiknya seseorang mempersiapkan diri. Tetap mengenakan pakaian kerja, menaruh laptop di atas meja, dan duduklah dengan tegak. Setelah selesai atau merasa sudah lelah, baru istirahat di tempat tidur.

Baca Ini Juga Yuk: Punya Trauma Masa Lalu? Coba Tangani dengan Cara Ini Ya!

Rasa lelah ini perlu dihindari atau diatasi. Sehingga, aktivitas daring tak membuat seseorang mengalami kelelahan yang berujung mengganggu kesehatan mental. Kuncinya, kesehatan otak perlu dijaga dengan baik agar kesehatan mental turut terjaga.

"Otak kita itu sumber dari segala yang dilakukan tubuh. Kalau otaknya bermasalah, otomatis program yang kita jalankan juga akan bermasalah," jelas Santi.

Menurutnya, otak bekerja dan mengeluarkan hasil tergantung dari apa yang kita masukkan. Itulah mengapa penting untuk untuk menyaring informasi yang masuk dan menerapkan prioritas, termasuk saat beraktivitas daring. Maka, latihlah otak mengambil keputusan tepat dan cepat.

"Otak yang terlatih itu bisa menghindari rasa lelah berlebih. Misal hari ini kita sudah terlalu lelah karena Zoom empat jam, coba kurangi proporsi melihat layar untuk hal lain. Segala keputusan harus diambil dengan pertimbangan risiko dan manfaatnya," tambah Santi.

Demi kesehatan mental yang terjaga, otak juga perlu dijaga dengan tetap aktif dan adaptif. Artinya, aktivitas daring tetap boleh dilakukan karena sudah merupakan kebutuhan dalam kondisi saat ini. Namun, kontrol tetap perlu dilakukan agar aktivitas daring ini tak berdampak negatif.

Selain itu, jagalah otak kita tetap aktif dengan banyak beraktivitas fisik. Menurut Santi, otak memerlukan bahan bakar berupa glukosa dan oksigen. Bergeraklah, maka sel darah merah akan mampu mengangkat oksigen ke otak dengan baik.

"Jangan lupa tetap terkoneksi dengan orang lain, perhatikan hal sederhana yang terjadi di sekitar, dan tetap belajar. Banyak belajar hal baru membuat kita lebih mengaktifkan otak," ujar Santi.

Lantas, bagaimana langkah awal yang tepat untuk menangani rasa lelah akibat beraktivitas daring ini? Tenang TemanBaik, Santi memberikan tiga tipsnya untuk kamu!

Baca Ini Juga Yuk: Biar Enggak Stres, Lakukan Ini saat Isolasi Mandiri

Pertama, perhatikan proporsi. Penting untuk mengetahui berapa persen dari keseharian kita menggunakan media online. Mengingat saat ini kebanyakan aktivitas dilakukan daring, cobalah bagi waktumu. Berapa jam untuk bekerja, belajar, hingga bermain media sosial.

"Kalau dulu enggak terlalu terasa lelah karena kita masih belajar offline, lalu online hanya untuk media sosial. Saat ini otak sulit membedakan kapan waktu serius, santai, atau istirahat karena metode penggunaannya sama, semua online," ujar jelas Santi.

Kedua, lakukan micro break. Ketika sudah terlalu banyak menatap layar, jangan lupa berikan waktu untuk dirimu beristirahat ya, TemanBaik! Salah satu cara mudahnya adalah beristirahat selama 10 menit setiap setelah dua jam menatap layar.

Rasa lelah akibat aktivitas daring ini sebenarnya berasal dari mata kita. Pandangan dan pikiran kita adalah dua hal yang paling banyak digunakan saat ini. Maka, berilah jeda agar keduanya tidak kelelahan.

"Tapi, jangan juga capek Zoom, terus istirahatnya dengan cek handphone. Ya, sama saja. Kita bukan capek karena Zoom, tapi karena mata lelah terlalu banyak melihat layar," tegas Santi.

Saat melakukan micro break cobalah untuk memejamkan mata, menatap pada satu fokus, dan mengatur napas. Jadi, hindari dulu gawai deh selama istirahat ini.

Ketiga, perbanyak aktivitas luring. Saat kita lelah karena terlalu banyak menggunakan Zoom atau aplikasi lain, usahakan jangan gantikan kegiatan itu dengan aktivitas daring lainnya.

Bukan berarti kami harus beraktivitas keluar rumah kok. Tapi kami bisa coba membaca buku, berolahraga, belajar memasak, atau bermain dengan hewan kesayangan. Pokoknya, lakukan apapun yang membuat TemanBaik senang tanoa menatap layar gawai.

TemanBaik, situasi pandemi memang melelahkan bagi semua orang. Namun, tetap diam dan beraktivitas di rumah merupakan hal terbaik saat ini. Jadi, cobalah menerima dan mengelola diri dengan baik agar tidak mudah lelah dengan aktivitas daring.

Tetap semangat serta jaga kesehatan fisik dan mentalmu ya, TemanBaik!


Foto: Ilustrasi Unsplash/Adrian Swancar


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler