Manfaat Hebat Scaling Gigi yang Perlu Kamu Tahu

Bandung - TemanBaik, menjaga kesehatan tentu penting banget bagi setiap orang. Salah satu yang perlu dijaga adalah kesehatan gigi dan mulut.

Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, cara umum yang dilakukan adalah rutin menyikat gigi dua kali sehari. Melakukannya setelah sarapan dan sebelum tidur sangat disarankan.

Namun, enggak cuma sikat gigi, ada hal lain yang juga perlu dilakukan, yaitu memeriksa kesehatan gigi dan mulut rutin enam bulan sekali. Dalam pemeriksaan ini, salah satu yang bisa dilakukan adalah menuntaskan masalah pada gigi dan mulut lebih dini.

Ada dua masalah utama pada gigi, yaitu karang gigi dan plak. Salah satu solusi menghilangkannya adalah melakukan prosedur non-operasi yang disebut scaling. Melalui scaling karang gigi dan plak bisa dibersihkan.

Nah, bagi kamu yang belum tahu apa itu karang gigi, plak, dan manfaat hebat scaling, simak penjelasan lengkapnya, yuk!

Karang Gigi
Kamu pasti familiar dengan istilah karang gigi ini, kan? Karang gigi ini umumnya merupakan plak yang mengeras dan sulit dibersihkan sendiri.

Karang gigi bersifat seperti benalu. Ia menempel, bertagar, dan merusak gigi. Apalagi jika sampai membuat gusi berdarah, itu tandanya karang gigi sudah ikut menempel pada gusi.

Karang gigi yang sudah cukup parah bisa berdampak negatif pada gigi. Salah satunya membuat gigi goyang. Tentu enggak mau kan jika hal ini sampai kamu alami?

"Kalau dibiarkan, karang gigi bisa bertahan, mengeras, bahkan bertambah. Itu membuat tulang penyangga gigi berkurang, sehingga menyebabkan gigi goyang," kata drg. Aulia Yudha dalam Dentinar 'Kupas Tuntas Gigi Goyang dan Karang Gigi' yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (Unair).

Plak
Setelah membahas karang gigi, kita bahas soal plak pasa gigi, yuk! Plak adalah endapan lunak, tidak berwarna, dan mengandung aneka ragam bakteri yang melekat pada permukaan gigi.

Sebenarnya, plak dapat hilang dengan menyikat gigi. Namun, ini bisa dilakukan jika kita menyikat gigi dengan cara tepat. Lain ceritanya jika kita tidak rajin menyikat gigi, menyikat gigi dengan cara kurang tepat, hingga malas memeriksa kesehatan rongga mulut ke dokter gigi. Hal ini bisa mengakibatkan plak dan karang masuk ke bagian dalam gigi.

Foto: Tangkapan layar/Irsya Kireina/Beritabaik.id

Pernahkah kamu mengalami gusi berdarah secara berlebihan? Nah, gusi berdarah bisa menjadi salah satu tanda jika plak dan karang gigi sudah masuk ke bagian dalam gigi. Ini yang berbahaya, TemanBaik!

"Kalau karang gigi dibiarkan tetap bersarang, akan menyebabkan gusi bengkak. Hal itu menyebabkan adanya tekanan terus menerus, membuat tulang hilang dan posisi gigi menurun hingga merenggang," jelas Aulia.

Scaling dan Manfaatnya
Dari dua penjelasan singkat di atas, tentu enggak mau kan karan gigi dan plak bersarang di mulut kamu? Itulah kenapa agar karang gigi dan plak tidak masuk ke dalam gigi, kamu perlu rutin membersihkannya di dokter gigi.

Cara yang bisa ditempuh adalah melakukan scaling. Dengan scaling, karang gigi dan plak ini akan dibersihkan dan meminimalisir dampak negatifnya di kemudian hari. Tenang, bagi kamu yang belum tahu, scaling ini bukan operasi, melainkan hanya tindakan pembersihan.

Biasanya saat scaling dilakukan, seseorang akan merasakan ngilu pada gigi. Namun, itu bukan masalah, kok! Justru dengan rutin melakukan scaling, ada manfaat hebat yang didapatkan, gusi kamu akan kembali sehat.

"Karang gigi enggak bisa lepas sendiri, walau sikat gigi satu jam sekali. Scaling ini membersihkan bukan hanya yang terlihat di atas gigi, tapi hingga ke bagian yang tidak terlihat," ujar Aulia.

Manfaat scaling juga banyak banget loh, TemanBaik. Mulai dari membuat napas segar, gusi sehat, dan membuat kita lebih nyaman. Menurut Aulia, scaling merupakan langkah awal yang tepat membuang benalu berupa karang gigi dari dalam mulut.

Wah ternyata penting sekali ya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Jadi, jangan malas menyikat gigi serta rutin memeriksa kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi minimal enam bulan sekali ya, TemanBaik!


Foto: Ilustrasi Pexels/Anna Shvets

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler