Perhatikan Hal Ini Saat Menerapkan Teknik Proning

Bandung - Saturasi oksigen adalah hal yang perlu diperhatikan saat menjalani isolasi mandiri penyembuhan COVID-19. Saat terjadi gejala sesak napas dan enggak ada bantuan oksigen, proning disebut sebagai salah satu teknik alternatif untuk pertolongan pertama.

Teknik proning itu sendiri dalam The Jonhopkings Medicine disebut sebagai upaya meningkatkan aliran oksigen dan mendorong penggunaan berbagai bagian paru-paru. Pada kondisi tertentu, banyak pasien COVID-19 yang tidak mendapat cukup oksigen di paru-parunya, meski sudah dipasangi ventilator. Hal itu bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Maka dari itu, teknik proning dengan menengkurapkan tubuh pasien dan bantuan dari perut bawah memungkinkan paru-paru pasien dapat mengembang.

Sebagai informasi, teknik ini enggak hanya berlaku bagi penyintas COVID-19 dengan gejala sesak nafas saja, tetapi juga penderita untuk acute respiratory distress syndrome atau ARDS.

Melansir dari berbagai sumber, teknik proning dapat dilakukan dengan memerlukan sekitar 4-5 bantal. Rinciannya: 1 bantal diletakkan di bawah leher, 1-2 bantal di bawah dada melalui paha atas, dan 2 bantal di bawah tulang kering.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Alat yang Diperlukan saat Kamu Jalani Isolasi Mandiri

Setelah itu, pasien dibaringkan tengkurap menggunakan bantal. Lalu pasien berbaring di sisi kanan, sisi kiri, lalu duduk dengan posisi membentuk sudut 60-90 derajat. Kemudian, pasien dikembalikan pada posisi tengkurap. Secara medis, dokter menyarankan agar pasien tetap tengkurap minimal 30 menit hingga maksimal 2 jam.

Sementara itu dalam keterangan resminya, Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Akademik UGM, dr. Astari Parnindya Sari, M.Sc., Sp.P. menyampaikan bahwa ada tiga posisi yang bisa dilakukan. Pertama, posisi tengkurap dengan meletakkan bantal di area leher, panggul, serta kaki. Kedua, tidur menyamping dengan mletakkan bantal di kepala, pinggang, dan kaki. Ketiga, tidur bersandar pada tumpukan bantal. Masing-masing posisi dilakukan selama 30 menit.

"Posisi prone (tengkurap) bisa membantu menaikan saturasi oksigen dalam tubuh. Namun, kita tetap harus memperhatikan berapa target oksigen minimal pasien. Meskipun prone bisa membantu menaikan saturasi, tetapi jika masih terlalu jauh dari target saturasi minimal, maka tetap membutuhkan tambahan oksigen," ujarnya.

Kendati demikian, Astari menyebut teknik ini hanya bersifat sebagai pertolongan pertama atau sementara sebelum mendapatkan dukungan oksigen serta perawatan di rumah sakit.

Sebagai catatan penting, teknik ini juga tidak melulu bisa diterapkan ke semua pasien, terutama penyintas COVID-19. Wanita hamil, pasien dengan trombosis vena, pasien dengan gangguan jantung, serta patah tulang panggul enggak disarankan melakukan teknik ini. Jadi, hati-hati juga dalam menerapkannya, ya.

Karena bersifat sebagai pertolongan pertama, ada baiknya teknik ini enggak kita jadikan satu-satunya andalan saat menjumpai kondisi sesak nafas. Jadi, kamu juga harus segera mencari bantuan medis untuk bisa mendapatkan suplay oksigen untukmu, atau orang terdekatmu yang sedang menjalani isolasi mandiri dan punya gejala.

TemanBaik, adakah di antara kamu yang masih berjuang menjalani isolasi mandiri? Jika ada, tetap semangat, ya. Angka kesembuhan kasus COVID-19 terbilang tinggi kok. Jadi, yang perlu kita lakukan adalah tetap patuh protokol kesehatan serta menjalani masa isolasi dengan melakukan hal-hal seru selama diisolasi.

Sehat selalu untuk kita semua, ya.

Foto: dok. www.mohfw.gov.in

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler