Begini Cara Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban yang Benar

Bandung - TemanBaik, daging kurban dan perayaan Iduladha merupakan dua hal yang enggak bisa dipisahkan. Namun, ada beberapa hal penting yang mesti dicatat nih mengenai pengolahan daging kurban ini.

Daging kurban memang sebaiknya langsung dimasak. Namun, ada juga sebagian orang yang menyimpan dulu daging kurban untuk dimasak di hari esok, misalnya.

Pakar Produksi Ternak dari Fakultas Peternakan UGM, Pajono, Ph.D., menyebut, idealnya daging kurban sebaiknya langsung dimasak. Akan tetapi kalaupun harus disimpan dulu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal ini berkaitan dengan perlakuan kita terhadap daging kurban yang akan disimpan.

Pertama-tama, yang harus kamu catat adalah jangan mencuci daging segar. Ya, Panjono mengatakan bahwa daging yang hendak disimpan sebaiknya tidak dicuci. Sebab, jika dicuci maka akan memberi peluang bagi penyakit-penyakit yang berasal dari air mentah masuk kedalam daging.

Selanjutnya, kamu disarankan untuk memotong atau menggiling daging kurban sesuai rencana masak. Lebih rinci lagi, kamu bisa memperkirakan porsi daging satu kali masak dan menyesuaikannya. Nah, kalau sudah begitu, kamu bisa mengemas daging-daging tadi ke dalam wadah yang tertutup rapat.

Baca Ini Juga Yuk: Iduladha 1442 H, Momentum Solidaritas untuk Indonesia Sehat

Panjono juga menjelaskan, daging akan bertahan lama ketika dibekukan dalam freezer. Akan tetapi sebelum itu, kita juga harus menaruh daging ke dalam chiller beberapa saat, sebelum menyimpannya ke dalam freezer. Hal ini guna menjaga struktur daging agar tetap stabil dan bahkan bisa lebih empuk.

Ketika mengalami proses pendinginan, daging akan mengalami proses rigormortis (kejang-kejang). Oleh karena itu, daging sebaiknya dimasukkan ke dalam pendingin ruangan (bagian kulkas yang bersuhu 2 hingga 5 celsius derajat), agar proses pendinginan dapat berlangsung rata dan pembekuannya (daging dimasukkan ke freezer) juga terjadi mendadak.

"Pembekuan yang mendadak dan tidak merata bisa merusak struktur daging," jelas Panjono.

Sebaliknya, sebelum menyajikan atau memasak daging, kamu juga perlu menyimpan daging yang awalnya berada di freezer ke bagian chiller terlebih dahulu sebelum mengolahnya. Hal ini perlu dilakukan agar proses thawing (pencairan) juga dapat berlangsung perlahan dan merata sehingga struktur daging senantiasa dapat tetap bagus ketika digunakan.

"Kalau thawing-nya mendadak, biasanya struktur daging rusak dan banyak drip (air beserta isi-isi plasma sel) yang keluar," kata Panjono.

Sebagai informasi tambahan, Panjono juga turut memberikan tips terkait tata cara mengolah atau memasak daging tersebut. Pertama, daging harus dimasak dengan benar dan matang. Hal ini guna membunuh bibit-bibit penyakit yang kemungkinan terdapat dalam daging. Kedua, jika daging tersebut dipanggang, seperti dibuat menjadi sate dan lain sebagainya, Panjono berpesan untuk membuang bagian-bagian yang gosong atau kerak dari tempat pemanggangan.

"Bagian-bagian yang hitam (dari daging panggang) itu sebaiknya jangan dikonsumsi, sebab tidak bagus untuk kesehatan," pungkasnya.

Bagaimana perayaan Iduladha di rumahmu, TemanBaik? Olahan masakan daging apa yang jadi favoritmu?

Foto: Ilustrasi Unsplash/Jason Leung

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler