Mengenal Muay Thai, Olahraga hingga Makna di Dalamnya

Bandung - TemanBaik, olahraga bela diri Muay Thai tengah digandrungi banyak orang. Ngomong-ngomong Muay Thai, banyak hal menarik loh yang bisa diulas.

Penasaran dengan berbagai hal seputar Muay Thai, kami mendatangi salah satu tempat latihan Muay Thai, namanya WhiteTiger RTC Bandung. Lokasinya ada di Rumah Meneer, Jalan L.L.R.E. Martadinata (Riau), Kota Bandung.

Di sini, kami berkesempatan ngobrol bareng dua coach alias pelatih Muay Thai. Pertama, Yogi Eka Yanuar, kedua Adrian Fajar Susanto. Selain pelatih, keduanya juga aktif sebagai atlet Muay Thai profesional Indonesia.

Selain ngobrol sejarah singkat Muay Thai hingga perkembangannya yang menjadi gaya hidup, kami diberi kesempatan menjajal sesi latihan di WhiteTiger RTC Bandung. Pengalaman seru dan berkesan tentunya bisa merasakan sensasi berlatih Muay Thai bareng pelatih dan anggota di sini.

Sesi latihan Muay Thai yang kami ikuti diawali pemanasan. Menurut para pelatih, ini untuk membakar kardio dalam tubuh. Rangkaian pemanasan kami ikuti dengan tertatih-tatih, namun tetap menyenangkan. Ya, melihat adegan Muay Thai di media sosial, ternyata tak semudah yang dibayangkan lho!

Bagi yang belum tahu, sebenarnya ada beberapa versi mengenai sejarah Muay Thai. Namun, cerita yang umum didengar, Muay Thai lahir sebagai teknik dasar berperang. Teknik ini untuk melindungi raja dan negara di Thailand.

Seni bela diri ini ditemukan sejak 2000 tahun ke belakang dan mengalami perkembangan sejak abad ke-18. Seiring berjalannya waktu, Muay Thai akhirnya dikenal lebih luas ke berbagai negara di luar Thailand, termasuk Indonesia.

"Jadi, gimana caranya pasukan perang ini bisa berperang tanpa senjata. Makanya, Muay Thai juga disebut sebagai seni delapan tungkai. Elemen-elemen tubuh kita diasumsikan sebagai senjata atau anak panah," ujar Adrian Fajar Susanto atau akrab disapa Coach Rian, Kamis (9/9/2021).

Kenapa sih Muay Thai disebut seni bela diri delapan tungkai? Ini karena beladiri ini memiliki teknik menggunakan pukulan, tendangan, siku dan serangan lutut. Semua gerakan tersebut menggunakan delapan tungkai atau titik kontak.

Prinsip bela diri pada Muay Thai adalah tangan memukul seperti anak panah, lengan diumpamakan pedang, sikut dan lutut ibarat kapak. Lalu, tulang kering kaki dikondisikan untuk membentur seperti tongkat, bekerja seperti tombak.

Coach Rian menyebut seni bela diri ini dengan gaya hit and run. Artinya, ragam teknik dalam Muay Thai bisa mematikan lawan dalam sekejap. Ini wajar, karena bela diri ini awalnya digunakan sebagai salah satu cara berperang.

Karakter petarung Muay Thai identik dengan kecepatan dan serangan total. Bukan maksud membandingkan dengan bela diri lain, hanya saja, nyaris tak ada penjajakan bertele-tele jika menyaksikan pertandingan Muay Thai. Pertarungan bela diri ini akan berlangsung layaknya kick and rush dalam sepakbola Liga Inggris: cepat, dinamis, dan tajam.

Beberapa sumber yang kami telusuri juga menyebut Muay Thai mulai diperkenalkan sebagai bagian dari cabang olahraga dunia setelah Perang Dunia II berakhir. Sama halnya dengan cabang olahraga bela diri lain, ada pembagian kelas pada petarung Muay Thai, mulai dari kelas ringan, sedang, hingga berat.

Baca Ini Juga Yuk: Sepak Bola Tangan ala Teman Daksa yang Makin Bergeliat

Olahraga dan Gaya Hidup
Belakangan, Muay Thai menjelma jadi olahraga populer di Indonesia. Sejumlah kalangan mulai dari pekerja kantoran, ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga para selebriti berbondong-bondong ikutan kelas seni bela diri satu ini.

Soal menanjaknya popularitas Muay Thai, Coach Yogi memandangnya wajar. Sebab, Muay Thai bukan sekadar olahraga, tapi juga sudah jadi gaya hidup.

Namun, poin penting bisa diambil adalah ini bukan olahraga semata. Ada unsur-unsur lain yang bisa kita dapat dari belajar Muay Thai. Misalnya, dari latihan kardio di awal saja, kita sudah membakar lemak dalam tubuh serta melatih kebugaran fisik. Yogi menyebut, jumlah kalori yang terbakar dari proses latihan bisa mencapai 800kKal.

"Enggak melulu tentang bela dirinya. Mungkin, ada orang yang kepengin tubuhnya lebih bugar atau terlalu gemuk, dia ikut program. Jadi, memang kita juga menyesuaikan dengan kebutuhan kliennya," ungkapnya.

Selain itu, berlatih Muay Thai juga bisa menjadi sarana pelepas stres. Enggak jarang, ia menemui klien-nya lebih bersemangat berlatih Muay Thai saat berada dalam tekanan atau stres.

"Hal menarik yang jadi catatan adalah saat dilanda stres, hormon itu naik. Bawaannya mau marah, mau berantem. Nah, tapi setelah disalurkan dengan kegiatan itu tadi, dia (hormon) akan turun. Mereda dan ya, lebih baik setelahnya. Lega," sambungnya.

Selain untuk dewasa, Muay Thai juga cocok bagi remaja hingga anak-anak sebagai sarana berlatih kedisiplinan. Terkait usia, Coach Rian menambahkan setidaknya anak usia enam tahun sudah bisa diajarkan Muay Thai.

Ia juga mengisahkan pengalamannya memboyong remaja usia belasan tahun berlatih Muay Thai bareng. Hal itu dilakukannya di salah satu sekolah menengah atas di Bandung. Bahkan, ia sempat menjadikan Muay Thai sebagai program ekstrakurikuler di sekolah tersebut.

"Remaja itu kebanyakan emosinya belum stabil dan memang perlu dilatih supaya mereka jadi pribadi yang disiplin. Berdasarkan pengalaman saya sih, seni bela diri ini cocok untuk jadi ajang latihan kedisiplinan mereka. Dan emosi-emosi negatif yang ada dalam tubuh mereka itu tersalurkan di tempat yang enggak sembarangan deh, kayak di jalan gitu misalnya. Duh, jangan," ujar pria yang mengenal Muay Thai sejak awal 2000-an ini.

Lalu, bagaimana jika seseorang memiliki komorbid dan ingin belajar Muay Thai? Nah, baik Yogi maupun Rian, keduanya menyebut hal itu bisa saja dilakukan, selama kliennya berkomunikasi terkait kondisi fisiknya.

Mereka kemudian menceritakan salah seorang kliennya yang memiliki asma. Klien ini berkonsultasi terkait kondisi tubuhnya sebelum berlatih, sehingga pola dan porsi latihan untuk klien disesuaikan. Alhasil, enggak hanya hasil berlatihnya saja yang dirasakan sang klien, namun juga ketergantungannya dengan semprotan oksigen (oxygen spray) bisa lebih dikendalikan.

"Awalnya dia dikit-dikit nembak (semprotan oksigen). Terus sambil kita pola juga dan kita tanamkan pola pikirnya supaya enggak ketergantungan. Alhamdulillah, sekarang kondisi fisiknya lebih prima. Nah, jadi kalau ada yang bilang Muay Thai jadi gaya hidup, wajar aja, soalnya manfaatnya bukan hanya bisa bela diri, tapi kesehatan juga, psikologi juga, interaksi ketemu orang kan jadi seneng ya," beber Rian.

Baca Ini Juga Yuk: Satu Sesi Bermain Roundnet, Olahraga Baru yang Seru Banget!

Pelajaran Penting
Popularitas Muay Thai yang melejit belakangan ini juga dibarengi dengan nilai-nilai tinggi di dalamnya. Yogi dan Rian menyebut, Muay Thai adalah seni bela diri yang menanamkan nilai penghormatan tinggi bagi siapapun di hadapannya.

"Bela dirinya dapet, nilai-nilai respect, disiplinnya dapet. Aspek kesehatannya dapet, nambah temannya juga dapet," ujar Rian dan diamini Yogi.

Mereka juga tak merekomendasikan kamu ikutan Muay Thai jika tujuannya untuk berkelahi di jalan. Catat, ya, TemanBaik: Muay Thai berbeda dengan tarung bebas di jalanan!

Lebih rinci lagi, keduanya menyebut dalam tarung jalanan tak ada aturan mengikat. Sehingga, potensi kamu mengalami kecelakaan jauh lebih tinggi ketimbang bertarung beladiri seperti Muay Thai atau cabang bela diri lainnya.

Di jalanan, benda asing apapun bisa dijadikan alat musuh mengalahkanmu. Maka dari itu, jangan pernah mencoba bertarung di jalanan, ya.

"Street fighting itu artinya dari ujung kepala sampai ujung kaki harus dilatih. Dan kita, meskipun kita atlet, seandainya di jalanan kami ada potensi gesekan, kami milih untuk mengalah dulu. Bahaya banget di jalanan itu," terang Yogi.

TemanBaik, ada banyak cara untuk menyayangi tubuh kita. Salah satunya dengan rutin berolahraga. Jadi, tunggu apa lagi?

Berkaca pada banyaknya manfaat dari Muay Thai, enggak ada salahnya kita menjajal salah satu cabang bela diri ini. Enggak melulu untuk bela diri, melainkan meraih manfaat kesehatan lainnya. Salam olahraga!


Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler