Yuk! Tetap Kritis Sikapi Pandemi

Bandung - TemanBaik, di tengah pandemi COVID-19 yang tak kunjung berakhir ini, kita sebaiknya tetap kritis. Sebab, hoaks masih saja tetap bertebaran.

Salah satu ajakan tetap kritis ini hadir lewat LITERATALKS 3.0 yang ditayanykan melalui siaran langsung Instagram @bandung.go.id, belum lama ini.

Didukung Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Achyani Raksanagara, M.Kes, dokter sekaligus content creator dan musisi dr. Indah Kusuma, serta Pemimpin Redaksi Narasi Newsroom Zen Rachmat Sugito.

Kegiatan dawali pemaparan Laporan Pertanggungjawaban oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana. Lalu ada sambutan dari tokoh penting, yaitu Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan dan Deddy Permadi yang mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate.

"Ada beberapa poin yang bisa membuat Indonesia menjadi negara yang maju, yaitu internet yang luar biasa, memanfaatkan internet untuk kebaikan bersama, adanya fasilitas internet yang bisa dimanfaatkan dan memanfaatkan fasilitas pemerintah untuk kepentingan literasi. Pada intinya, semakin digital suatu negara, maka semakin maju negara
itu," Deddy.

Baca Ini Juga Yuk: Bijak Obat, Solusi Konsultasi Gratis di Tengah Pandemi

Foto: Istimewa/Dokumentasi LITERATALKS 3.0

Di tengah acara, para peserta diberikan pemaparan oleh para narasumber. Dimulai Ahyani yang menjelaskan Dinkes Kota Bandung menangani kasus COVID-19 di Kota Bandung, terutama berkaitan dengan Hoaks.

Kemudian dilanjutkan Zen yang membawa materi berjudul 'Literasi, Pandemi, dan Anak Muda'. Lewat materi ini, Zen menjelaskan penanganan hoaks COVID-19 dari sisi media.

Ia memaparkan mengapa hoaks seputar COVID-19 tersebar luas dan menciptakan 'infodemi'. Itu karena banyak anak muda merasa 'bisa', tapi sebenarnya mereka punya banyak kekurangan mencerna informasi.

"Oleh karena itu, kita harus bisa kritis dengan diri sendiri, membuka cara berpikir kita dan mau untuk belajar," jelas Zen.

Baca Ini Juga Yuk: Sudah Negatif COVID-19 tapi Masih Bergejala, Normalkah?

Indah Kusuma menjadi penutup materi dengan menjelaskan isolasi mandiri di masa pandemi COVID-19. Ia juga memaparkan pengaruh kondisi kesehatan saat menanggapi hoaks.

"Sebenarnya, bukan karena penyakit aja tapi bisa juga dari pengalaman, terutama apabila pasien mengalami trauma saat mendapatkan pelayanankesehatan, itu bisa membuat mereka memiliki trust issue," tuturnya.

"Maka dari itu, seorang dokter juga harus bisa melihat dari berbagai point of view sebelum menilai bagaimana kondisi pasiennya," ungkap Indah.

Menjelang akhir acara, para pembicara menjelaskan cara mengetahui media dengan sumber terpercaya dan kredibel. "Yang pasti media itu harus memiliki rubrik yang cermat, mengutip dari jurnal atau mengambil sumber langsung dari orangnya," ujar Zen.

Ahyani pun memberi tambahan tips agar publik tak mudah terjebak hoaks, terutama terkait COVID-19. "Bisa juga melihat informasi dari sumber pemerintahan seperti yang disediakan oleh Dinkes Kota Bandung, misalnya CEK FAKTA, Hoaks Fabricated Content, dan lain-lain," ucap Ahyani.

LITERATALKS sendiri merupakan webinar terbesar di Indonesia yang dibuat Gen Z untuk Gen
Z. Dengan tema 'Surviving Pandemic of Covid-19 with Media Literacy', LITERATALKS 3.0 bertujuan meningkatkan daya literasi anak muda saat pandemi, terutama dalam memilah informasi hoaks dan menjadikan mereka sebagai generasi penerus bangsa berliterasi.


Foto: Ilustrasi Unsplash/Tim Davidson


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler