Buka Puasa Keren Tanpa Sampah Plastik Ala Greenpeace

Bandung - Greenpeace Indonesia menggelar buka puasa bersama bertajuk Eco Iftar di Masjid Agung Trans Studio Bandung, Jalan Gatot Subroto, Kamis (7/6). Acara yang diikuti sekitar 400 orang warga sekitar ini sekaligus kampanye #PantangPlastik.

Sajian dalam buka puasa ini berbeda karena tidak menggunakan perlengkapan berbahan plastik pada umumnya. Takjil disajikan dengan daun pisang dan teh hangat disiapkan dalam tumbler.

Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi mengatakan kegiatan seperti ini untuk mempromosikan pelestarian lingkungan hidup dengan cara yang mudah dijalankan.

"Pesan penting kami adalah pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam berbagai kegiatan masjid. Pada momen Ramadan umat kerap berkumpul dalam skala besar. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye #PantangPlastik yang memberdayakan masyarakat perkotaan sebagai pelaku sekaligus target utama perubahan sikap," ujar Atha dalam rilis yang diterima beritabaik, Jumat (8/6).

Buka puasa berkonsep eco iftar ini merupakan yang kedua kalinya setelah sukses diselenggarakan di Masjid Raya Pondok Indah Jakarta senin lalu.

Atha menyebutkan beberapa kategori single-use plastic (SUP) yang paling sering digunakan di Indonesia dan di seluruh dunia yaitu botol plastik, kantong plastik, sedotan plastik dan wadah makanan yang terbuat dari plastik. Urgensi pengendalian pemanfaatan plastik menurut Atha sudah sangat tinggi.

"Indonesia adalah negara ke-2 setelah Cina dan merupakan satu di antara lima negara Asia Tenggara penyumbang sampah plastik terbesar di lautan dunia," tegasnya.

Diperkirakan, konsumsi plastik setiap penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 250 juta ini dapat mencapai 17 kg per tahunnya. Kekhawatiran ini teramplifikasi dengan fakta bahwa elemen plastik tidak dapat terurai dengan mudah oleh alam dan lautan bahkan dalam kurun waktu ratusan tahun.

"Bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan, Greenpeace hendak berusaha meningkatkan kesadaran umat Muslim melalui pendekatan religi bahwa sejatinya pelestarian lingkungan dan pemeliharan alam adalah bagian dari iman dan bentuk kecintaan kepada Allah," tambah Atha.

Kampanye #PantangPlastik yang diusung Greenpeace ini mendapat dukungan penuh dari pihak Majelis Ulama Indonesia. Bahkan MUI mengeluarkan fatwa tentang pengelolaan sampah uyang mendukung gerakan #PantangPlastik ini.

Kampanye #PantangPlastik ini antara lain diwujudkan dalam upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai saat kegiatan berbuka puasa yang diadakan di masjid-masjid di Jakarta dan Bandung. Kini, pemanfaatan gelas keramik, piring kaca, bungkus daun pisang, atau wadah rotan digunakan lebih banyak di masjid-masjid yang dapat menghimpun ratusan hingga ribuan umat dalam sekali kegiatan massa ini.

Diskusi kelompok atau kultum sebelum buka puasa, serta mimbar ceramah pun diisi pesan-pesan ramah lingkungan untuk meningkatkan kesadaran yang lebih luas, selain itu
kampanye ini menggugah inisiatif-inisiatif baru berwawasan hijau dalam lingkungan masjid di masa mendatang.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler