Sensasi Lain Saat Jelajahi Museum KAA di Malam Hari

Bandung - Mengangkat tema ‘Kisah Diplomasi Perjuangan,’ Jelajah Museum  Malam kembali digelar pada Jumat (10/08). Peringatan pembacaan teks proklamasi pada Hut Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2018 nanti adalah konsep utama.  Diplomasi perjuangan pasca kemerdekaan Indonesia jadi tajuk utamanya.

Sejak kali pertama digelar pada tahun 2010 lalu tema dan jelajah yang disuguhkan selalu berbeda-beda. Tergantung dari tema Nasional apa yang diangkat. Biasanya dalam setahun,  ada tiga sampai lima kegiatan serupa diadakan.

Tujuan dari Jelajah Malam Museum, selain memberikan edukasi juga, mendekatkan hubungan dengan masyarakat. Bagaimanapun juga, acara ini dapat terselenggara berkat kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, relawan dari ‘Klab Edukator’ Sahabat Museum KAA serta pemandu dalam kesempatan kali ini, berasal dari mahasiswa-mahasiswi UIN, Bandung. Untuk peserta Jelajah sendiri, sama sekali tidak dipungut biaya. Hanya diperlukan registrasi ke laman web resmi Museum KAA Bandung saja.

Agar penjelasan pemandu ke peserta maksimal, gelaran ini dibatasi sekitar 450 orang saja dan dibagi menjadi tiga sesi jelajah. Untuk wilayah yang fokus, ada di sekitar sisi Barat museum, lalu ke tengah menuju pintu ruang utama lalu kembali ke titik temu awal, dan berakhir di sayap bagian Timur gedung bergaya art deco ini.

Banyak sekali pernak-pernik benda yang digunakan pada saat Konferensi Asia Afrika berlangsung, media cetak pada saat itu, lampu penerangan, mesin tik yang digunakan oleh wartawan. kamera wartawan Inen Rusnan, piringan hitam rekaman pidato Bung Karno di depan delegasi, Dasasila Bandung dalam bentuk 29 bahasa masing-masing Negara yang menghadiri, foto para delegasi, dan masih banyak sekali dokumentasi lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

Momen istimewa peserta ‘Jelajah Museum Malam’  makin bertambah dengan dibolehkannya untuk melihat langsung ruang VIP dari jarak dekat. Hal yang  sangat jarang terjadi apalagi untuk umum.

"Ruang VIP adalah ruang yang terdapat di sisi barat Gedung Merdeka, banyak Kepala Negara dari berbagai belahan dunia  pernah berkunjung di ruang itu, tidak terkecuali setiap Kepala Negara RI pernah berkunjung ke ruang itu," ujar Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie menjelaskan.   

"Ruang VIP ini pernah dikunjungi juga oleh Presiden Soekarno saat melakukan inspeksi persiapan menyambut perhelatan KAA tahun 1955," kata Meinarti menambahkan.

Jelajah Malam Museum KAA dapat dibilang sebagai pelopor kegiatan yang kaya akan nilai sejarah dan diharapkan mampu berperan aktif dalam mengedukasi publik secara efektif. "Kita ingin agar stereotype masyarakat bahwa berkunjung ke museum itu menyeramkan perlahan mulai luntur. Selain itu juga, kita ingin masyarakat memiliki mindset, bahwa belajar sejarah itu bisa menyenangkan," ujar Meinarti.

Museum KAA juga berencana mengadakan kegiatan serupa pada bulan oktober dan November di tahun ini. Siap menjelajah Museum di malam hari?

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler