Keren! Trotoar di Bandung Ada Perpustakaan Mungil

Bandung - Budaya membaca di Indonesia tergolong masih rendah. Berdasarkan studi Most Littered Nation in the World pada 2016, minat baca Indonesia ada di peringkat 60 dari 61 negara.

Untuk mendorong meningkatnya budaya baca, Pemkot Bandung memiliki cara tersendiri dengan menggagas program "Bandung Street Library". Program itu adalah semacam menghadirkan perpustakaan jalanan dengan ukuran yang relatif mungil jika dibandingkan perpustakaan biasa.

Ukuran dari perpustakaan itu kurang dari 2x2 meter persegi dengan tinggi sekira 2 meter. Warnanya pun cukup mencolok. Seperti yang terlihat di trotoar Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung. Perpustakaan mungil berwarna merah itu seolah jadi pembeda di antaranya bangunan permanen di sekitarnya.

Di dalamnya terdapat semacam rak yang nantinya akan digunakan untuk menyimpan buku-buku. Pada bagian luar bawah terdapat tulisan 'Street Library', sedangkan bagian atas ada logo Kota Bandung.

Berita foto: Betah Nih, Angkot di Bandung Ini Dilengkapi TV dan Perpustakaan

Dihadirkannya perpustakaan mungil itu bertujuan untuk membuat minat baca warga meningkat. Perpustakaan itu pun ditempatkan di titik-titik strategis yang banyak dilalui orang-orang dan jadi tempat nongkrong.

Untuk di Jalan Asia-Afrika misalnya, warga nantinya bisa meminjam buku agar dibaca di sekitar lokasi. Agar lebih nyaman, tempat duduk di sekitarnya bisa dijadikan tempat yang nikmat untuk membaca.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkap ide besar dari dibuatnya perpustakaan mungil itu. Ia ingin mengajak warga, khususnya generasi muda agar tidak melulu melihat telepon genggamnya.

Saat sedang nongkrong misalnya, membaca bisa jadi salah satu cara asyik yang lebih bermanfaat. Sebab, membaca merupakan jendela ilmu pengetahuan. Membaca juga akan mendapatkan beragam wawasan.

"Saya sebagai pemimpin daerah khawatir dengan kualitas SDM Indonesia yang tidak suka baca, tingkat literasinya rendah, kemudian hobinya baca HP berjam-jam. Bahkan baca berita saja menurut teori hanya 20 detik kesanggupan psikologisnya," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil, Jumat (31/8/2018) kemarin.

Perpustakaan mungil itu rencananya akan ada 100 unit yang tersebar di berbagai titik di Kota Bandung. Saat ini, perpustakaan itu masih dalam proses produksi. Rencananya, dalam kurun beberapa hari ke depan proses produksi sudah rampung dan perpustakaan bisa dipasang di titik-titik strategis di Kota Bandung.

Baca juga: Baca Buku Sambil Santai di Perpustakan Gasibu

Untuk buku-buku di dalamnya, selain disediakan Pemkot Bandung, nantinya warga juga bisa berpartisipasi. Mereka yang punya buku-buku bekas layak baca, bisa disumbangkan untuk ditempatkan di perpustakaan tersebut.

"Akhirnya ini jadi budaya dan memberi kebermanfaatan. Jadi tidak ada lagi buku berdebu (tidak terpakai). Daripada tidak terpakai, mending kasih ke orang di tempat yang baik," tutur Emil.

Gubernur Jawa Barat terpilih itu sadar tidak mudah meningkatkan budaya membaca di masyarakat. Apalagi, mayoritas masyarakat sekarang lebih lekat dengan telepon genggam atau gawai lainnya.

Berkaca dari hal itu, ia sengaja mengagas ide yang diharapkan lebih bisa diterima publik. Caranya, buku dihadirkan lebih dekat ke masyarakat melalui perpustakaan itu, bukan masyarakat yang harus mendekati buku. Sehingga, secara perlahan orang akan tertarik untuk membaca buku karena bisa dengan mudah diakses di banyak tempat dan tentunya gratis.

"Makin ke sini orang itu makin malas (membaca). Jika disuruh jauh-jauh hanya untuk baca buku, itu budaya sudah terkikis. Maka, buku yang mendekati warga," ungkap Emil.




Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler