Perjuangan Panjang Pesilat Jabar Raih Emas di Asian Games

Bandung - Jawa Barat (Jabar) memberi kontribusi signifikan dalam perolehan medali di cabang olahraga (cabor) pencak silat Asian Games 2018. Delapan atlet asal Jabar sukses menyumbangkan empat medali emas. Sementara secara keseluruhan, cabor pencak silat berhasil meraih 14 medali emas dan satu perungu. Keren banget ya!

Empat medali emas tersebut dua di antaranya diraih dari nomor seni beregu putra dan putri. Sedangkan dua medali emas lainnya disumbangkan dari nomor tanding putra dan putri.

Dalam nomor seni beregu putra, peraih medali emas  diisi Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani, dan Anggi Faisal Mubarok. Sedangkan di nomor seni beregu putri, medali emas didapatkan tim yang beranggotakan Lutfi Nurhasanah, Gina Tri Lestari, dan Pramudia Yuristya.

Sementara di nomor tanding, satu emas diperoleh melalui aksi Hanifan Yudani Kusuma di kelas C (55-60 kilogram) putra. Satu emas lainnya di nomor tanding didapatkan Wewey Wita di kelas B (50-55 kilogram) putri.

Selain membanggakan bagi Indonesia secara umum, prestasi yang diraih Hanifan Yudani dan kawan-kawan menjadi kebanggan tersendiri bagi Ikatan Pencak Silat (IPSI) Jabar. Apresiasi tinggi pun diberikan IPSI Jabar kepada mereka.

"Saya kira empat emas yang disumbangkan atlet pencak silat asal Jabar untuk Republik Indonesia yang kita banggakan ini sungguh luar biasa. Kontribusi pesilat asal Jabar juga jelas sangat signifikan," kata Ketua IPSI Jabar Icak Phinera Wijaya di Sekretariat IPSI Jabar, Kota Bandung.

Ia pun mengungkap proses panjang dibalik manisnya prestasi tersebut. Bukan proses instan satu-dua tahun yang membuat pesilat asal Jabar bisa menuai hasil membanggakan itu.

"Saya ambil gambaran seperti begini saja. Kemarin saya berbicara dengan pelatih yang beregu putra dan putri dari Garut. Pelatih ini mengambil mereka dari usia delapan tahun," ucapnya.

"Jadi bayangin mereka ini sudah berlatih dari usia delapan tahun dan ini melalui proses yang sangat panjang, melalui event-event yang tidak selamanya juga mereka menang. Artinya perjuangannya tidak serta-merta (langsung menghasilkan prestasi), tapi melalui perjuangan yang sangat panjang sekali," tutur Icak.

Ia pun tidak mengklaim kesuksesan para pesilat itu sebagai buah kesuksesan IPSI Jabar sebagai organisasi yang membina cabor pencak silat. Jasa terbesar keberhasilan mereka adalah pembinaan yang dilakukan perguruannya dan tentunya atlet itu sendiri.

"Terus terang ini adalah keberhasilan atlet-atlet dengan keringat mereka sendiri dan tentunya dengan perguruan-perguruannya. Saya kira ini harus diapresiasi kerja keras para atlet dan perguruannya," ungkap Icak.

Sementara sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian para pesilat asal Jabar tersebut, IPSI Jabar hari ini akan melakukan penyambutan khusus terhadap mereka. Mereka akan diarak dari pintu Tol Pasteur menuju Sekretariat IPSI Jabar di Jalan Pajajaran, Kota Bandung.



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler