Pelantikan Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Maju Jadi 5 September

Bandung - Prosesi pelantikan gubernur dan wakil gubernur Jabar terpilih Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum direncanakan dipercepat. Awalnya, pelantikan akan dilakukan di Istana Negara pada 17 September. Tapi, jadwal akan dimajukan menjadi 5 September.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa mengaku sudah mendapatkan informasi perubahan jadwal tersebut. Pihaknya pun sudah menugaskan beberapa pejabat di Pemprov Jabar untuk melakukan rapat di Jakarta bersama protokoler Istana hari ini.

Menurutnya, bukan hanya Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum yang pelantikannya dimajukan. Beberapa gubernur dan wakil gubernur terpilih lainnya juga dimajukan jadwalnya menjadi 5 September.

"Informasi awalnya seperti itu (pelantikan dilaksanakan 17 September), tapi kita sudah mendapatkan informasi terkini bahwa pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih Provinsi Jabar akan dilantik dengan gubernur dan wakil gubernur lainnya secara bersamaan di Istana Negara," ujar Iwa di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (3/9/2018).

Pemprov Jabar sendiri tidak keberatan dengan rencana perubahan jadwal pelantikan tersebut. Bahkan, pihaknya siap memfasilitasi jika ada hal-hal yang harus disiapkan oleh Pemprov Jabar.

"Jadi pada prinsipnya Pemprov Jabar siap untuk memfasilitasi apa yang menjadi program dan apa yang diputuskan Bapak Presiden, khususnya pelantikan dipercepat menjadi tanggap 5 September, hari Rabu pukul 10.00 WIB di Istana," ucap Iwa.

Pemprov saat ini bahkan langsung melakukan persiapan lain. Sebab, di hari yang sama setelah Emil (sapaan Ridwan Kamil) dan Uu dilantik, akan dilaksanakan prosesi pisah sambut dengan Penjabat Gubernur Jabar Komjen Pol M Iriawan.

Sebab, begitu Emil dan Uu sah dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur, maka Iriawan sebagai penjabat gubernur akan tuntas masa jabatannya secara otomatis. Sehingga, setelah pelantikan langsung digelar pisah-sambut.

"Di Jabar sendiri direncanakan ada acara pisah-sambut sorenya (setelah pelantikan), direncanakan di Gedung Sate. Jadi ini masih dalam koordinasi, sedang dalam proses rencana," jelas Iwa.

Sementara untuk pelantikan 16 pasangan bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota terpilih di Jabar, ia belum mendapatkan informasi lebih lanjut apakah akan dimajukan atau tidak. Rencana semula, harusnya pelantikan itu dilakukan pada 18 September oleh gubernur terpilih.

"Kita masih menunggu informasi lebih lanjut terkait dengan pelantikan bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota terpilih untuk tahap pertama yang direncanakan di Gedung Merdeka," tuturnya.

"Pejabat eselon II ditugaskan juga untuk melakukan koordinasi dengan Dirjen Otonomi Daerah mengenai kepastian pelantikan untuk bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota terpilih. Setelah itu nanti kita akan informasikan ke teman-teman media (kepastiannya). Tapi yang jelas kita sudah mempersiapkan dengan baik (prosesi pelantikan), mudah-mudahan pada waktunya dapat berjalan dengan baik," pungkas Iwa.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler