Cerita Ridwan Kamil Soal Momen Romantis dengan Istri Tercinta

Bandung - Momen romantis terlihat saat Ridwan Kamil dilantik menjadi Gubernur Jabar di Istana Negara pada 5 September lalu. Ia mendorong istrinya, Atalia Praratya, yang duduk di kursi roda saat berada di Istana Negara. Momen itu kembali terulang di sela serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Sate, Kota Bandung pada 6 September lalu.

Banyak pihak memandang itu sebagai momen romantis. Pria yang akrab disapa Emil itu dengan setia berada bersama istrinya. Sebaliknya, Atalia juga memperlihatkan kesetiaan dan baktinya pada sang suami. Meski dalam kondisi baru selesai menjalani operasi organ dalam, ia memaksakan diri untuk terus menemani suami saat momen penting dalam hidupnya.

Emil sendiri berkelakar apa yang dilakukannya kepada sang istri bukan hal romantis. Tapi, ia sayang terhadap Atalia yang memang secara fisik belum pulih benar pasca operasi."Lain (bukan) soal romantis, karunya (kasihan)," kata Emil.

Soal sang istri yang sakit, hal itu memang sudah diketahui sebelumnya saat ia masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung. Operasi pun disepakati dilakukan awal September. Semula, operasi sengaja dipilih di waktu tersebut karena prosesi pelantikan sebagai gubernur akan dilakukan pada 17 September. Pada tanggal tersebut, Atalia diperkirakan sudah bisa mendampingi Emil karena kondisi fisiknya sudah pulih.

Tapi, momentum pelantikan sebagai gubernur justru mendadak dimajukan menjadi 5 September. Hal itu sempat membuat Emil galau. Sebab, di satu sisi ia harus dilantik, di sisi lain kondisi sang istri masih belum pulih. Akhirnya, Atalia pun memaksakan diri mendampingi suaminya saat pelantikan di Istana dan sertijab di Gedung Sate. Konsekuensinya, Atalia harus dipapah saat berjalan atau menggunakan kursi roda.

Baca juga: Kesan dan Pekerjaan Pertama Ridwan Kamil Sebagai Gubernur

Bahkan, dalam beberapa momen tertentu, termasuk saat sesi foto, Atalia memaksakan diri untuk berdiri. Padahal, itu cukup menyakitkan bagi Atalia. Tapi, hal itu tidak membuat semangat Atalia mendampingi Emil surut.

"Dia dalam sakitnya berdiri, berpose yang terbaik. Padahal mah saya tahu, dia enggak bisa berdiri lama, enggak bisa jalan lama," tutur Emil.

Ia pun memuji sosok sang istri yang selama ini setia mendampinginya dalam berbagai keadaan. Bahkan, Atalia tahu betul bagaimana Emil meniti karirnya dari awal hingga sekarang menjadi orang nomor satu di Jawa Barat. Saat Emil menjadi Wali Kota Bandung, Atalia pun sangat aktif dengan berbagai kegiatan untuk menunjang tugas sang suami.

"Jadi, Bu Lia itu wanita hebat. Karena satu sisi dia 50 persen menyemangati saya sebagai kewajiban pada imam, 50 persen dia juga aktif. Kalau dia nyaleg, menang kata saya mah," ujar Emil sambil berkelakar.

Meski sebenarnya ia meyakini Atalia bisa menang jika menjadi caleg, hal itu tidak ditempuh. Sebab, Atalia juga memilih menjadi pendamping suaminya ketimbang menjadi caleg.

"Kan kami sudah sepakat hidup ini bukan soal kamu jabatannya apa, ikut aja (sekarang jadi) istri gubernur. Kami mah ingin bahagia, bahagianya dengan melayani masyarakat, bukan masing-masing ambisinya menjadi pemimpin. Walaupun hasil survei (Atalia) bagus, bahkan lebih bagus surveinya daripada incumbent DPD, kami bersepakat hidup tidak begitu," ucap Emil.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler