Begini Sebaiknya Media Saat Memberitakan Kasus Bunuh Diri

Bandung - Tanggal 10 September diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Internasional, hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian kita semua dalam mencegah kasus bunuh diri. 

Sayangnya, saat ini belum banyak masyarakat maupun media yang memahami bagaimana cara melaporkan berita mengenai bunuh diri secara benar. Selain itu, masih banyak juga yang belum tahu bagaimana cara menyebarkan informasinya dengan efektif. 

Aspek keamanan dari pemberitaan bunuh diri menjadi sangat penting, terutama jika pemberitaan tersebut berpotensi menjadi viral akibat media sosial dan media daring lainnya.  Nah, jangan sampai kamu salah memberikan informasi terkait hal ini. Berikut beberapa rekomendasi bagaimana kamu atau pun media seharusnya memberitakan kasus bunuh diri. 

Tidak Sensasional
Hindari memberikan informasi dengan sensasional atau menonjolkan perilaku bunuh diri. Buatlah informasi kepada masyarakat tanpa memberikan istilah sensasional namun pilihlah hal yang informatif, seperti 'Meninggal di Usia 47 Tahun'. Hindari menggunakan kata-kata sensasional seperti 'Penyanyi ini Ditemukan Gantung Diri'. Kamu juga diharapkan tidak memberikan informasi nama, alamat tinggal dan informasi lainnya yang berpotensi dapat melanggar privasi orang yang melakukan bunuh diri. 

Penggunaan Foto
Mengunggah foto atau video dari lokasi serta menyebarkan metode bunuh diri atau proses pemakaman adalah hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan di media sosial. Pilihlah foto yang netral, seperti foto ketika korban bersekolah atau berada di tempat kerja. 

Data Bunuh Diri
Kamu bisa menampilkan data dari perilaku bunuh diri melalui sumber terpercaya seperti World Health Organization (WHO), rumah sakit dan tenaga profesional. Umumnya, orang yang meninggal karena bunuh diri menunjukkan tanda-tanda tertentu ketika akan bunuh diri. 

Kamu bisa menunjukkan tanda peringatan bunuh diri dengan informasi seperti 'Tanda Peringatan Bunuh Diri' Serta dilengkapi dengan 'Apa yang Harus Dilakukan'. Jangan memaparkan informasi bunuh diri seolah-olah terjadi tanpa peringatan atau tanda sama sekali.

Pesan Harapan
Mengunggah atau menuliskan isi dari surat atau pesan bunuh diri bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Cukup laporkan kalau 'Sebuah surat bunuh diri ditemukan' dan kamu tidak perlu mengunggah apa isi pesan dari surat bunuh diri tersebut.

Gunakanlah kisah penuh harapan dan pemulihan dari kondisi keinginan bunuh diri. Menambahkan informasi bagaimana atasi pemikiran bunuh diri dan meningkatkan kemampuan atasi stres juga sangat disarankan. 

Lakukan Wawancara
Kamu juga bisa melaporkan pemberitaan bunuh diri sebagai masalah kesehatan di masyarakat dan memberikan sebuah pernyataan kalau bunuh diri bukanlah merupakan tindakan kriminal. Selanjutnya, melakukan wawancara langsung ke ahli atau tenaga profesional yang memiliki pengetahuan atau pengalaman khusus dalam isu bunuh diri. 

Penyebab Bunuh Diri
Sangat disarankan untuk tidak mengutip atau mewawancarai saksi atau polisi mengenai sebab tunggal bunuh diri. Sampaikan kalau bunuh diri disebabkan oleh banyak faktor dari biologis, psikologis dan sosial yang berinteraksi dengan kompleks dan dinamis tanpa disertai kutipan polisi atau saksi.

Sebab banyak faktor yang berpotensi menyebabkan kasus bunuh diri. Salah satunya adalah kondisi kejiwaan yang dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Jangan lupa untuk menggunakan istilah yang lebih netral dan objektif seperti 'mencoba bunuh diri' bukan 'gagal bunuh diri'.

Setelah membaca beberapa poin di atas, semoga selanjutnya kita dapat lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi mengenai bunuh diri dengan benar dan efektif, ya TemanBaik.


Foto: Unsplash.com

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler