Wanadri akan Jadi Perintis Pendakian Puncak Yamin Papua

Bandung - Sebanyak 11 anggota Wanadri akan mewujudkan mimpi menjadi perintis atau yang pertama menginjakkan kaki di Puncak Yamin, salah satu puncak di pegunungan Jayawijaya, Papua. Wanadri sendiri merupakan organisasi yang bergerak di bidang kegiatan alam bebas atau biasa disebut pencinta alam.

Puncak Yamin sejauh ini masih belum terjamah. Sehingga, para anggota tim yang semuanya laki-laki berusia dibawah 28 tahun itu akan menjadi pembuka jalur untuk kegiatan pendakian di sana. Puncak Yamin tercatat memiliki ketinggian lebih dari 4.500 meter di atas permukaan laut. Puncak Yamin merupakan salah satu puncak tertinggi di kawasan Pegunungan Jayawijaya.

Para calon pendaki Puncak Yamin itu pun dilepas secara resmi oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (13/9) pagi. Rombongan tim akan berangkat dari Bandung pada Jumat (14/9) untuk menuju Bandara Sentani di Papua. Dari sana, tim akan melakukan perjalanan menuju Puncak Yamin.

"Target pencapaian kita sembilan hari untuk bisa sampai ke Puncak Yamin," kata Ketua Operasi Pendakian Puncak Yamin Agustian Maulana.

Pendakian Puncak Yamin sendiri merupakan salah satu cita-cita besar Wanadri sejak 1990-an. Tapi, ada berbagai kendala yang dihadapi sehingga baru bisa diwujudkan sekarang. Pendakian Puncak Yamin itu dilatarbelakangi minimnya data dan informasi seputar puncak yang memiliki suhu cukup ekstrim tersebut.

Sebab, hingga saat ini data dan informasi tentang Puncak Yamin masih terbatas. Kondisi itu karena belum pernah ada orang yang mendaki sampai ke puncak dan mempublikasikan hasil penjelajahannya. Kondisi Puncak Yamin dan jalur menuju ke sana pun masih hutan belantara yang 'perawan' untuk dijelajahi.

Tujuan besar dari pendakian itu adalah untuk mencari sebanyak-banyaknya data dan informasi seputar Puncak Yamin. Sehingga, ke depannya masyarakat diharapkan akan memiliki pengetahuan tentang Puncak Yamin, termasuk menjadi bekal bagi yang ingin mendaki.

"Tujuan kita paling utama adalah ingin membuka informasi ruang informasi kepada masyarakat luas Indonesia. Kita rencananya setelah perjalanan nanti akan membuat buku dan video tentang Puncak Yamin," jelas Agustian.

Untuk menuju ke Puncak Yamin diprediksi tidak akan berjalan mudah. Apalagi, rombongan tim tidak memiliki banyak informasi tentang Puncak Yamin. Tapi, semua anggota tim sudah dibekali berbagai kemampuan agar bisa bertahan dan sukses menginjakkan kaki di puncak yang kadang diselimuti salju tersebut.

"Kita sudah melakukan persiapan untuk pendakian ini selama sembilan bulan, mulai dari pembentukan tim, tahap pencairan, pendidikan dan latihan, termasuk pemenuhan segala kebutuhan peralatan untuk di sana," tutur pria 23 tahun tersebut.

Khusus untuk latihan, 11 orang itu sudah ditempa dengan keras. Mereka selama berbulan-bulan berlatih fisik dan mental, di antaranya dengan mendaki sejumlah gunung dan tebing terjal. Hal itu diharapkan jadi modal berharga sekaligus mempermudah proses adaptasi dalam misi pendakian ke Puncak Yamin.

Agar bisa mendaki di sana, tim Wanadri harus lebih dulu melakukan sosialisasi dan menjelaskan tujuan mereka kepada penduduk sekitar, khususnya suku Ketemban. Satu dari 11 anggota tim sudah berangkat lebih dulu ke sana sejak Juli untuk menyampaikan tujuan mereka kepada penduduk setempat yang lokasinya cukup jauh dari Puncak Yamin.

"Masyarakat di sekitar pegunungan itu sih ramah-ramah sebetulnya, tergantung bagaimana kita (berkomunikasi). Karena tujuan kita baik di sana, kita juga akhirnya bisa diterima dengan baik oleh masyarakat di sana," papar Agustian.

Sementara untuk pemberangkatan, Wanadri berangkat menggunakan pembiayaan mandiri. Tapi, mereka mendapat bantuan dari berbagai pihak, termasuk sponsor yang menyediakan berbagai kebutuhan logistik dan peralatan pendakian.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang melepas mereka secara resmi pun memberikan dukungan dan semangat. Ia juga mendoakan misi besar tim dari Wanadri itu bisa tercapai. "Jaga diri, jaga kesehatan, kemudian juga hormati budaya lokal," titip Emil (sapaan akrabnya) kepada anggota tim.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler