Ulama Jabar Akan Dikirim untuk Dakwah ke Luar Negeri

Bandung - Para ulama asal Jabar akan dikirim ke luar negeri untuk menyampaikan dakwah Islam. Tujuannya agar syiar Islam tersebar semakin luas. Di saat yang sama, dikirimnya ulama ke luar negeri adalah untuk mempertegas bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rachmat Syafe'i mengatakan selama ini di berbagai negara lebih mengenal Islam berasal dari kawasan Timur Tengah. Itu karena para penyebar dakwah Islam banyak berasal dari kawasan tersebut.

Sebaliknya, meski Indonesia memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia, justru ulamanya tidak sebanyak ulama Timur Tengah yang menyebarkan syiar Islam di dunia. Sehingga, kiprah ulama asal Indonesia tidak terlalu terdengar gaungnya.

Gairah untuk menyampaikan syiar Islam ke luar negeri oleh ulama Indonesia sebenarnya tinggi. Tapi, mereka terkendala oleh bahasa. Sehingga, ke depan rencananya akan ada pelatihan agar para ulama yang akan dikirim ke luar negeri itu menguasai bahasa Inggris yang menjadi bahasa universal dunia. Penguasaan bahasa Inggris yang baik diharapkan membuat ulama Indonesia lebih mudah dalam menyebarkan syiar Islam.

"MUI harus membuat kader-kader dakwah yang bahasa Inggrisnya fasih," kata Rachmat di Kantor MUI Jabar, Kota Bandung, Jumat (14/9/2018).

Dengan cara seperti itu, ia berharap penyebaran syiar Islam tidak hanya dikenal dilakukan ulama dari Timur Tengah. Ke depan, diharapkan membuat warga dunia tahu Islam juga disebarkan oleh ulama Indonesia, khususnya Jabar.

"(Penyebaran syiar Islam) jangan hanya dikenal dari Timur Tengah, Islam juga harus lahir (tersebar) dari ulama Indonesia karena Indonesia itu berpenduduk muslim terbanyak di dunia," jelasnya.

"Bahasa Inggris itu penting bagi ulama agar bisa menyampaikan dakwah secara internasional," ucap Rachmat.

Dijelaskannya, salah satu negara tujuan dakwah ulama asal Jabar adalah Amerika. Sebab, di sana membutuhkan para pendakwah untuk menyebarkan syiar Islam. Apalagi ada permintaan khusus dari pengurus DKM masjid di Amerika yang membutuhkan ulama untuk bisa berdakwah di sana.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan Pemprov Jabar akan memfasilitasi agar para ulama asal Jabar bisa fasih bahasa Inggris dengan memberikan pelatihan. Bahkan ia siap membantu memberangkatkan para ulama tersebut ke luar negeri untuk menyebarkan syiar Islam.

"Ada program pelatihan bahasa Inggris untuk para ulama sehinga para ulama Jabar nanti saya kirim ke luar negeri untuk berdakwah dengan bahasa Inggris sebagai komunikasinya," kata Emil, sapaan akrabnya, usai berkunjung ke Kantor MUI Jabar.

Selain pelatihan tersebut, Pemprov Jabar juga berencana melaksanakan beberapa program yang melibatkan MUI. Program-program itu akan disinkronkan agar pemerintah dan MUI punya peran masing-masing.

"Kami komitmen ada program-program dari MUI yang akan saya bantu ya, ada provinsi halal itu target dari MUI, ada pelatihan ulama, kemudian jug infrastruktur kesekretariatan akan saya bantu maksimal," tuturnya.

"Di sisi lain saya juga ada 10 program dakwah Islam yang akan minta dukungan (MUI), dari mulai perda terkait pendidikan agama yang ada di pesantren, ada salat subuh berjamaah, ada magrib mengaji, ada zakat digital," jelas Emil.

Ada juga program lain seperti pemberian kredit berbasis keaktifan di masjid hingga dakwah digital. Berbagai program itu merupakan bagian dari tagline Jabar Juara Lahir Batin yang akan dilaksanakan Emil selama 5 tahun kepemimpinannya.

"Saya komitmen apapun masalah di Jabar, khususnya terkait keumatan, saya akan bertanya terlebih dahulu kepada MUI sebelum mengambil keputusan, itu sebuah komitmen pribadi. Kebetulan di sini tempat orang-orang yang berilmu ya, karena dengan ilmu ulama adilnya pemimpin insya Allah akan melahirkan masyarakat yang adil dan makmur," papar Emil.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler