Keren! Ini Gebrakan Para Gubernur Baru

Bandung - Sepuluh hari lalu Presiden Joko Widodo melantik sembilan pasangan gurbenur dan wakil gurbenur terpilih. Tugas-tugas baru sebagai kepala daerah di provinsi masing-masing pun siap untuk mereka jalankan.

Tidak menunggu waktu lama, beberapa gubenur pun sudah melakukan beragam aksi terhadap daerah dan warganya. Berikut adalah gebrakan yang telah mereka lakukan tidak lama setelah dilantik

Ganjar Pranowo: Dorong Kewirausahaan
Tak lama setelah dilantik sebagai Gubernur Jawa Tengah untuk periode ke dua, Ganjar Pranowo memetakan program prioritas yang akan masuk program kerja 100 hari. Empat program di antaranya menurut Ganjar harus ditata ulang dalam birokrasi pemerintahan untuk mewujudkan bebas korupsi.

Ganjar mengaku menjalankan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), agar kasus suap dan korupsi yang menjerat mayoritas anggota dewan Kota Malang dan Sumatera Utara tidak terjadi di Jateng. Ia juga berharap dapat tekan angka kemiskinan, dorong enterpreneurship, perbaikan izin pertanahan Imigrasi dan SIM.

Ridwan Kamil: Satu Desa Satu Perusahaan
Sebagai Gubernur baru Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Kang Emil telah menyiapkan berbagai program kerja untuk melayani 48 juta masyarakat Jabar. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kang Emil terlebih dahulu menyiapkan 100 hari kerja, yaitu satu desa satu perusahaan, satu desa satu pesantren, provinsi digital, kepala desa dengan ponsel pintar yang terkoordinasi. Kegiatan ini merupakan program lanjutan yang sudah berjalan baik sebelumnya.

Viktor Bungtilu Laiskodat: Buang Sampah Sembarangan Didenda
Beberapa hari usai dilantik sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat sudah melakukan gebrakan untuk warganya. Dia menyatakan akan memberikan sanksi terhadap warga Kota Kupang yang membuang sampah sembarangan. Warga Kota Kupang yang ketahuan membuang sampah sembarangan akan didenda sebesar Rp 50.000

Nurdin Abdullah: Pembenahan Sektor Pelayanan Publik
Tidak lama setelah dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan periode 2018-2023, Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman siap berfokus membenahi birokrasi dan pelayanan publik. Nurdin membenahi sektor pelayanan publik di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Birokrasi yang bagus akan memudahkan program untuk direalisasikan, untuk itu Nurdin berharap birokrat diubah menjadi birokrasi yang melayani dan memberikan kepastian dunia usaha, dan semua dilakukan secara transparan. Program ini juga melakukan penilaian untuk mengetahui sejauh mana SDM yang dimiliki Sulawesi Selatan.

Foto: Presidenri.go.id



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler