Yuk Bantu PDAM Bandung Hemat Air, Begini Caranya

Tahukah TemanBaik, jumlah cadangan air baku untuk Kota Bandung kini makin berkurang. Tapi tak perlu panik, pasokan air yang dikelola oleh PDAM Tirtawening masih bisa mencukupi kebutuhan warga kok. Namun kita juga harus membantu menghemat air ya supaya ketersediaan air semakin banyak.

Kami sempat mengunjungi Situ Cipanunjang, Pangalengan, Kabupaten Bandung yang merupakan sumber cadangan air baku yang diolah PDAM Tirtawening, Rabu (26/9/2018). Debit airnya kini makin menyusut dan hampir kering padahal biasanya debit air normalnya mencapai tinggi 23 meter.

Air di sana sudah menurun hingga 4,5 meter. Setiap hari, ketinggiannya terus menurun sekira 2,5-3 centimeter. Untuk kantung air di kawasan Bandung Utara, yaitu Sungai Cikapundung, kondisinya juga tidak jauh berbeda. Bahkan, sumber air tanah yang diolah oleh PDAM juga banyak yang sudah kering.

Dirut PDAM Tirtawening Sonny Salimi mengatakan kondisi itu terjadi sejak Juli hingga hari ini akibat musim kemarau. Jika hujan tidak kunjung turun dalam waktu dekat, dikhawatirkan ketersediaan air di di Kota Bandung akan berkurang drastis dalam waktu dekat.

"Kita melihat langsung bagaimana cadangan air baku, khususnya untuk Kota Bandung melalui Situ Cipanunjang. Ini kita bisa lihat bersama sudah jauh berkurang," kata Sonny.

Semakin berkurangnya debit air di kantung-kantung air baku itu membuat PDAM Tirtawening cukup kewalahan. Apalagi, 60-70 persen air yang disalurkan PDAM kepada warga Kota Bandung berasal dari Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca. Sedangkan sisanya berasal dari Sungai Cikapundung dan air tanah yang juga terus menyusut.

Kondisi itu bisa dibantu oleh masyarakat, khususnya pelanggan PDAM di Kota Bandung dengan bijak. Sonny mengimbau TemanBaik dan semua masyarakat berhemat air sebagai solusi kongkrit yang bisa dilakukan bersama.

"Kita harus segera memikirkan ini secara baik-baik dan bersama-sama," tuturnya. Ia lalu memberikan tips bagaimana cara melakukan penghematan air. Sehingga, krisis air bisa diminimalisir. Yang paling utama, hargai air sebagai kebutuhan mahal.

Baca juga: 5 Tips Menghemat Air yang Perlu Dilakukan dari Sekarang

"Kami imbau masyarakat bijaksana dalam memanfaatkan air, hargai air sebagai sesuatu yang mahal hari ini. Kita harus bisa berhemat, bisa memanfaatkannya dengan bijak. Gunakan untuk kebutuhan yang betul-betul vital, tampung kalau masih bisa dipergunakan untuk hal-hal lain," jelas Sonny.

Jika dalam waktu dekat terjadi hujan, ia juga mengingatkan agar masyarakat bisa memanfaatkannya. Air hujan sebaiknya ditampung agar bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan.

"Masyarakat jangan sampai pada musim hujan membiarkan air itu dengan cepat pergi ke laut, tetapi harus dengan bijaksana menampung, menabung air, minimal di sekitar kita, minimal cadangan air tanah kita bisa kembali normal ya," tutur Sonny.

Untuk kondisi saat ini, menurutnya para pelanggan PDAM di Kota Bandung masih bisa menikmati distribusi air dengan normal. Tapi, ia tidak bisa memastikan kapan krisis air benar-benar terjadi.

Jadi, TemanBaik sebaiknya benar-benar melakukan penghematan air. Jangan sampai krisis air dirasakan secara massal oleh warga Kota Bandung lebih cepat. Yuk, mari berhemat air dari sekarang!


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler